Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Definisi Burnout Menurut Para Ahli

Definisi Burnout Menurut Para Ahli - Sudah pernah mendengar istilah burnout? Dalam perkuliahan psikologi burnout acap kali dibahas dan dikaitkan dengan kehidupan individu. Burnout atau kejenuhan yang dialami oleh seseorang tentu saja memiliki dampak yang kurang baik dalam kehidupannya. Namun sejauh apa burnout yang baik itu, mari kita pahami pada tulisan universitaspsikologi.com ini. Teman-teman akan menemukan terkait pengertian dan definisi burnout dan dimensi burnout.

Definisi Burnout

Burnout merupakan sindrom psikologis yang muncul sebagai respon berkepanjangan terhadap stressor interpersonal yang kronis dari pekerjaan (Maslach & Leiter, 2016). Burnout bisa juga disebut sebagai kelelahan kerja, dimana kelelahan kerja ini dapat didefinisikan sebagai keadaan yang dialami individu berupa lelah fisik, mental, emosional yang terjadi karena stres yang dialami dalam jangka waktu panjang (Ardiyanti, 2019).

Liu & Lio mengatakan bahwa burnout dapat menjadi masalah yang serius bagi perusahaan ataupun organisasi dan individu yang nantinya akan mempengaruhi produktivitas, kualitas, kepuasan kerja dan kinerja karyawan (Kardiawan, 2018). Hal ini selaras dengan pernyataan Maslach yang mengatakan bahwa ketika inidividu mengalami burnout, maka muncul beberapa respon berupa merasa sinis dan asing terhadap pekerjaannya, merasa tidak efektif dan tidak berprestasi dalam pekerjaan (Maslach & Leiter, 2016). Tentu saja hal ini memang merupakan masalah yang serius dan akan mempengaruhi perkembangan organisasi maupun perusahaan nantinya.

Definisi Burnout Menurut Para Ahli
Definisi Burnout

Baca juga: Teori Turnover Intention Menurut Para Ahli

Berdasarkan uraian di atas maka burnout merupakan respon psikologis yang muncul ketika berhadapan secara terus-menerus atau berkepanjangan dengan stressor internal yang kronis dari pekerjaan.

Dimensi Burnout

Maslach, et al. (2001) mengungkapkan bahwa burnout memiliki tiga dimensi berkelanjutan yang juga dipakai dalam beberapa penelitian (Hardiyanti, 2013; Mizmir, 2011; Saputri, 2017), dimensi tersebut diantaranya:

1. Kelelahan (emotional exhaustion)

Perasaan letih berkepanjangan secara fisik, mental, emosional yang mampu menimbulkan perasaan kosong atau perasaan terkuras habisnya energi yang ada dan tidak dapat diatasi.

2. Depersonalisasi (Cynicism)

Sikap sinis yang ditunjukkan kepada orang-orang dalam lingkup pekerjaan sehingga cenderung menarik diri dan mengurangi partisipasi dalam pekerjaan. Biasanya ini muncul sebagai pertahanan untuk terhindar dari rasa kecewa dari ketidakpastian dalam pekerjaan.

3. Professional Efficacy

Perasaan tidak puas pada diri sendiri, pekerjaan bahkan kehidupan karena merasa belum melakukan hal-hal yang bermanfaat dalam hidup yang memunculkan penilaian yang rendah terhadap kemampuan diri dan pencapaian akan keberhasilan. Hal ini bisa terlihat jika individu mulai merasa tak berdaya, tidak mampu melakukan tugas dan merasa beban tugas yang diberikan berlebihan.

Sekian artikel tentang Definisi Burnout Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat.

Universitas Psikologi
Universitas Psikologi Media belajar ilmu psikologi terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips psikologi terbaru hanya di universitaspsikologi.com | Mari kita belajar psikologi dengan cara yang menyenangkan.

Posting Komentar untuk "Definisi Burnout Menurut Para Ahli"

Berlangganan