Pengertian Tes Bakat dan Minat, Tes Prestasi, dan Tes Inteligensi

Daftar Isi
Pengertian Tes Bakat dan Minat, Tes Prestasi, dan Tes Inteligensi - Pengertian jenis tes perlu dipahami sehingga dapat digunakan dengan tepat sesuai tujuan. Mahasiswa psikologi dan masyarakat umum harusnya memahami persamaan dan perbedaan Tes Bakat, Minat, dan Prestasi serta kegunaan masing-masing tes sehingga dapat menentukan aplikasinya secara tepat.

Jenis Tes Psikologi: Tes Minat, Tes Bakat, Tes Prestasi, dan Tes Inteligensi

Jenis tes dapat bermacam-macam. Penggolongan dan penggunaan tes harus dipahami dasar sifat dan tujuannya sehingga tidak salah sasaran. Jenis tes yang sering digunakan terutama dalam bidang pendidikan dan pekerjaan adalah:
  • Tes Inteligensi 
  • Tes Bakat 
  • Tes Minat 
  • Tes Prestasi
Pengertian Tes Bakat dan Minat, Tes Prestasi, dan Tes Inteligensi
image source: volume(dot)at 
Baca juga: Pengertian Tes Minat dan Bakat Menurut Para Ahli Beserta Contoh

Tes Kecerdasan atau Inteligensi (Intelligence)

Merupakan tes yang disusun dan dikembangkan untuk mengetahui kemampuan dasar individu secara umum. Tes kecerdasan tradisional, meskipun terkadang ada yang memiliki beberapa subtest, namun sebenarnya dirancang untuk mendapatkan angka global tunggal ukuran tingkat perkembangan kognitif umum individu. Keluaran angka ini kemudian sering disebut sebagai Intelligence Quotient (IQ). Contoh tes kecerdasan: WAIS, WISC, Stanford-Binet.

Tes Bakat (Aptitude)

Merupakan tes yang disusun untuk mengetahui kemampuan individu dalam bidang-bidang khusus. Tes ini muncul karena adanya perkembangan praktis maupun teoretis yang mengarahkan pada bakat-bakat (aptitudes) yang dapat dipisah-pisahkan yang terdapat dalam tes kecerdasan. Perkembangan ini mendorong penyusunan tes-tes terpisah untuk mengukur beberapa bakat yang aplikasinya luas.

Melalui tes bakat, maka variasi intraindividual dapat terlihat di dalam individu. Tes bakat dapat membandingkan posisi relatif individu pada subtes-subtes yang berbeda, yang mana tes inteligensi tidak dirancang untuk kegunaan ini. Dalam tes inteligensi, memang bias jadi terdapat banyak subtes, akan tetapi subtes atau kelompok item yang ada seringkali tidak reliable untuk mendukung pembandingan intra individu. Hal ini dikarenakan dalam penyusunan tes inteligensi memang item dan subtesnya biasanya dipilih untuk menghasilkan ukuran tunggal dan konsisten secara internal. Dalam prosesnya, usaha ditujukan untuk meminimalkan, bukan memaksimalkan variasi intra individual. Subtes-subtes dan item-item yang korelasinya rendah dengan subtes dan item lain dalam skala biasanya justru dihilangkan. Padahal bagian ini justru mungkin akan dipertahankan bila penekanannya pada variasi intraindividual atau diferensiasi kemampuan individual seperti pada tes bakat. Contoh tes bakat: Differential Aptitude Test (DAT), General Aptitude Test Battery (GATB).

Tes Minat (Interest)

Merupakan tes yang disusun untuk mengetahui minat seseorang berdasarkan sikapnya pada suatu jenis kegiatan atau pekerjaan tertentu. Contoh tes minat: The Rothwell-Miller Interest Blank.

Tes Prestasi

Merupakan tes yang disusun untuk mengetahui penguasaan pada subyek yang telah dipelajari sebelumnya. Contoh tes prestatif: Ujian Tengah Semester, Kuis.

Persamaan Tes Bakat dan Tes Prestasi

Mengukur efek pengalaman dan pembelajaran (developed abilities).

Perbedaan Tes Bakat dan Tes Prestasi

Tes Prestasi

  • Mengukur pengalaman yang seragam > misalnya pelatihan pelajaran tertentu
  • Mengukur pengaruh pembelajaran dalam situasi terkendali
  • Menggambarkan hasil belajar atau status individu setelah menyelesaikan suatu pembelajaran / pelatihan

Tes Bakat

  • Mengukur efek kumulatif dari pengalaman yang bervariasi
  • Mengukur pengaruh belajar yang relatif tidak terkontrol dan kondisinya tidak diketahui
  • Dapat digunakan untuk meramalkan unjuk kerja di masa yang akan datang dalam situasi berbeda

Namun demikian perbedaan di atas tidak dapat diterapkan secara kaku, karena:

  • Beberapa tes bakat tergantung pada proses belajar sebelumnya yang cukup spesifik dan seragam 
  • Beberapa tes prestasi juga mencakup pengalaman pendidikan yang relatif luas (cth: SPMB) 
  • Ada kalanya tes prestasi juga dapat digunakan sebagai prediktor keberhasilan di masa depan (cth: SPMB, IPK) 

Contoh pertanyaan tes bakat dan tes prestasi:

  • Korelasi .7 dari variabel X dan Y dalam sebuah studi mengenai validitas prediktif menunjukkan varians berapa %? a. 7% b. 70% c. 0,7% d.49% e.25%
  • Bila O diubah menjadi o, maka bagaimana dengan X? a. / b.% c.Y d.X’ e.x 
Contoh pertama merupakan pertanyaan tes prestasi, karena seseorang harus mempelajari ilmu statistik terlebih dahulu untuk dapat menjawabnya. Sementara contoh kedua merupakan pertanyaan tes bakat karena untuk menjawabnya terdapat pengaruh belajar yang tidak spesifik.

Gambaran Kontinum Pengalaman

Test Of Developed Abilities

Orientasi tes berbeda-beda bergantung dari kontinum pengalaman yang hendak diukur. Berdasarkan hal ini, maka tes dapat digolongkan menjadi:
  • Course Oriented Achievement Test 
  • Broadly Oriented Achievement Test 
  • Verbal Type Intelligence and Aptitude Test 
  • Non-Language and Performance Test 
  • Culture-Fair Test

Course Oriented Achievement Test

Merupakan tes prestasi yang berorientasi pada pengajaran
Contoh:
  • Setelah ikut kursus Bahasa Jerman > tes 
  • Ulangan dari guru 
  • UTS dan UAS dari dosen 

Broadly Oriented Achievement Test

Merupakan tes prestasi yang berorientasi luas
Contoh:
  • Pencapaian tujuan pendidikan jangka panjang (SPMB) 
  • Aplikasi penggunakan prinsip fisika dan matematika 

Verbal Type Intelligence and Aptitude Test

Merupakan pengukuran inteligensi dan bakat
Contoh:
  • Subtest Similarities pada WISC > jas-kebaya 
  • Tes kosakata, tes kreativitas verbal 

Non-Language and Performance Test

Merupakan tes kinerja dan non verbal
Contoh :
  • Tes kinerja tanpa bahasa > mengetik, mengemudi 

Culture-Fair Test

Merupakan tes yang bebas pengaruh budaya
Contoh:
  • CFIT 
  • PM 

Penggunaan Tes Inteligensi, Tes Bakat dan Tes Prestasi

Tes Bakat dan tes prestasi biasanya digunakan dalam bidang-bidang sebagai berikut:

1. Bidang Pendidikan

Untuk merencanakan atau membuat keputusan mengenai pendidikan individu. Misalnya:
  • Tes inteligensi, tes bakat majemuk, tes bakat khusus, dan tes kepribadian > warid belajar (konseling penjurusan / karir pendidikan) 
  • Tes prestasi belajar dapat digunakan untuk melihat prestasi umum, kemampuan dasar, prestasi khusus. 
  • Tes prestasi juga dapat menjadi tes bakat bila tes tersebut dapat menjadi dasar yang cukup valid untuk meramal keberhasilan di jenjang berikutnya. Contoh: orang yang lulus SPMB berkemungkinan besar untuk dapat berhasil saat menempuh perkuliahan di perguruan tinggi. 

2. Bidang Pekerjaan

Dapat digunakan untuk merencanakan atau membuat keputusan mengenai pekerjaan. Misalnya:
  • Inteligensi umum, bakat umum, dan bakat khusus dapat memprediksikan kira-kira individu ini akan lebih sukses bila menempati posisi di pekerjaan seperti apa. 
  • Untuk menduduki posisi tertentu, maka individu harus memiliki tingkat inteligensi dan menunjukkan bakat tertentu. Contoh: seorang pilot harus memiliki batasan inteligensi tertentu, mampu bertindak cepat, memiliki skor baik di tes mekanikal, memiliki skor cukup baik di tes akurasi kerja, dan sebagainya. 

3. Bidang Pengukuran Klinis atau Diagnostik

Digunakan untuk penegakan diagnostic dan penentuan penanganan lebih lanjut. Misalnya:
  • Tes inteligensi dan tes bakat majemuk dapat menjadi data pendukung untuk melihat suatu kondisi atau kasus-kasus yang bermasalah. Kasus tertentu memiliki kecenderungan nilai tertentu pada tes inteligensi dan tes bakat. Misal: kasus neuropsikologis, kesulitan belajar, kasus anak luar biasa.

Penggunaan Tes Bakat dan Tes Prestasi yang Salah

  • Dapat menyebabkan hasil tes tidak menggambarkan kondisi individu 
  • Underachiever atau Overachiever > peramalan kita terlalu tinggi atau terlalu rendah (overprediction dan underprediction).
  • Misalnya siswa A mendapatkan nilai tinggi pada tes bakat, namun prestasinya di lapangan biasa saja atau hasil tes pretasinya rendah (underachiever). Sementara siswa B mendapatkan nilai rendah pada tes bakat namun kenyataan di lapangan prestasinya sangat baik atau hasil tes prestasinya sangat tinggi (overachiever). Padahal tes bakat seharusnya memprediksikan kemampuan seseorang dan tes prestasi menggambarkan kemampuan seseorang setelah mempelajari sesuatu. Apabila secara bakat / aptitude dinilai baik, maka seharusnya prestasinya di lapangan pun baik, demikian sebaliknya. Apabila perbedaan ini terjadi, maka kita perlu memperhatikan lebih lanjut apakah terdapat perbedaan norma, pengaruh hasil belajar, penggunaan tes yang tidak cocok dengan apa yang hendak diukur, motivasi. dan faktor-faktor lain yang mungkin muncul.
Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Pengertian Tes Bakat dan Minat, Tes Prestasi, dan Tes Inteligensi. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka

  • Anastasi, Anne & Susana Urbina. (2001). Psychological Testing (7th ed.). New Jersey: Prentice Hall International. 
  • Marnat, Gary Groth. (1984). Handbook of Psychological Assessment. New York: Van Nostrand Reinhold Company, Inc. 
  • Marnat, Gary Groth & Aiken, Lewis R. (2006). Pengetesan dan Pemeriksaan Psikologi (Edisi Terjemahan, Jilid 1&2). Jakarta : Indeks. 
  • Munandar, Utami. (2002). Kreativitas dan Keberbakatan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Universitas Psikologi
Universitas Psikologi Media belajar ilmu psikologi terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips psikologi terbaru hanya di universitaspsikologi.com | Mari kita belajar psikologi dengan cara yang menyenangkan.

Posting Komentar