Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teori Goal Orientation Menurut Para Ahli

Teori Goal Orientation Menurut Para Ahli - Dalam sebuah hidup perlu adanya sebuah tujuan-tujuan agar kita sebagai manusia merasa hidup. Tujuan-tujuan ini bisa disebut dalam dunia psikologi sebagai goal orientation. Kali ini universitaspsikologi.com akan menjabarkan pengertian dari goal orientation, tipe-tipe goal orientation, dan faktor-faktor goal orientation. Silahkan dibaca pada ulasan di bawah ini.

Pengertian Goal Orientation

Dweck dan Leggett (dalam Dweck, Walton, & Cohen, 2014) mendefinisikan goal orientation sebagai alasan-alasan atau hal-hal yang membuat siswa mau untuk terikat di dalam aktivitas belajar. Orientasi disusun dari pengalaman-pengalaman seseorang dalam berbagai situasi, memandu untuk menginterpretasikan suatu kejadian dan membentuk pola kognisi, emosi, dan perilaku seseorang (Ames dalam Kaplan & Maehr, 2007). Goal orientation menjelaskan kenapa dan bagaimana seseorang berusaha untuk mencapai suatu tujuan yang dianggapnya sebagai suatu prestasi (Maehr & Kaplan, 2007).

Pengertian diatas menjelaskan bahwa goal orientation bisa dikatakan sebagai pembentukan kerangka pemikiran tentang bagaimana seseorang menginterpretasikan dan bereaksi terhadap kejadian-kejadian khususnya yang berhubungan dengan pencapaian kompentensi (Dweck & Legget dalam Dweck, Walton, & Cohen, 2014).

Teori Goal Orientation Menurut Para Ahli
Goal Orientation

Baca juga: Efikasi Diri dalam Keputusan Karir

Tipe Goal Orientation

Dweck dan Legget (dalam Dweck, Walton, & Cohen, 2014) membagi goal orientation menjadi dua tipe yaitu learning orientation dan performance orientation. Berdasarkan dua tipe ini, Button dkk. (dalam McKinney, 2003) mengonstruksi alat ukur goal orientation yang terdiri dari:

1. Learning Goal Orientation

Individu yang memiliki orientasi ini cenderung melihat situasi prestasi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya. Pada situasi ini mereka berusaha mencari keterampilan baru untuk meningkatkan kemampuan yang dimilikinya (Dweck & Legget dalam McKinney, 2003).

Individu dengan orientasi ini juga berfokus pada penguasaan terhadap sebuah tugas sesuai dengan standar yang ditentukan sendiri, mencoba untuk menyesuaikan diri dengan hal-hal yang menantang, serta mencoba  mendapatkan pemahaman dan wawasan baru (Dweck & Legget dalam McKinney, 2003; Ames, 1992; Pintrich, 2000).

Selain itu, individu dengan orientasi ini meyakini bahwa kemampuan bisa dikembangkan dan usaha dibutuhkan untuk mengembangkan serta meningkatkan kemampuan. Inti dari orientasi ini adalah bagaimana menyusun pengembangan pribadi (Brett & Vandewalle, 1999).

Dalam skala yang dikembangkan Button dkk. (1996), item learning goal orientation merefleksikan aktivitas menantang yang dihadapi individu, dorongan untuk meningkatkan kemampuan diri dan menggunakan performa di masa lampau sebagai standar evaluasi performa masa kini (dalam McKinney, 2003).

2. Performance Goal Orientation

Individu dengan performance goal orientation akan berfokus pada cara-cara untuk menunjukkan kompetensi atau kemampuannya serta bagaimana kemampuannya akan dinilai oleh orang lain. Individu ini akan berusaha untuk melampaui standar kinerja normatif, mencoba mengungguli individu lain, menggunakan standar perbandingan sosial, berusaha menjadi yang terbaik dalam kelompok atau kelas, dalam mengerjakan tugas, menghindari penilaian kemampuan rendah atau tampak bodoh serta mencari pengakuan publik atas level kinerja yang dicapainya (Dweck & Legget, 1988 dalam McKinney, 2003; Ames, 1992; Pintrich, 2000).

Item yang disusun oleh Button, dkk (1996) untuk tipe performance goal orientation merefleksikan aktivitas yang tidak menantang, dorongan untuk menghindari kesalahan, kecenderungan untuk mengevaluasi performansi berdasarkan standar normatif atau membandingkan dengan orang lain (dalam McKinney, 2003).

Menurut Button, dkk (dalam Mckinney, 2003) individu bisa memiliki kedua orientasi tersebut dan menggunakannya secara simultan. Sebagai contohnya, seorang atlet yang ingin meningkatkan kompetensi atau kemampuannya, juga ingin mendapatkan evaluasi yang positif terhadap performa olahraganya. Seorang individu bisa mendapatkan nilai yang tinggi di kedua orientasi ini atau pun rendah di kedua tipe orientasi tersebut.

Faktor-faktor Goal Orientation

Goal orientation penting untuk memotivasi emosi, kognisi dan perilaku individu, sehingga penting untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkannya. Selain itu, goal orientation bukan merupakan karakteristik individu yang bersifat stabil, melainkan dapat dibentuk oleh tindakan para guru dengan pengorganisasian dan penstrukturan lingkungan belajar (Schunk, Pintrich, & Meece, 2012).

Schunk, Pitrich, & Meece (2012) menjelaskan faktor-faktor yang dapat memengaruhi goal orientation individu, yaitu sebagai berikut:

1. Faktor Personal

Terdapat beberapa karakteristik personal yang memengaruhi tipe goal orientation, yaitu:

A. Umur

Penelitian Nichols (dalam Schunk, Pintrich, Meece, 2012) menunjukkan bahwa perkembangan usia individu dapat memengaruhi perubahan goal orientation mereka. Perbedaan usia perkembangan memengaruhi keyakinan individu tentang inteligensi, kemampuan, keterampilan, usaha, kesulitan tugas, dan keberuntungan sehingga mengimplikasikan bahwa individu yang lebih muda mungkin akan lebih berorientasi learning (penguasaan) daripada individu yang lebih tua. Namun, seiring dengan pertambahan usianya, goal orientation individu ini dapat berubah akibat interaksinya dengan organisasi, struktur sekolah dan faktor kontekstual lainnya.

B. Gender

Penelitian yang dilakukan oleh Dweck (1988) awalnya menjelaskan bahwa anak perempuan cenderung lebih berorientasi performance dibanding laki-laki. Namun penelitian selanjutnya menjelaskan gender dalam goal orientation tidaklah signifikan, sehingga mungin tidak ada perbedaan besar goal orientation individu terkait gender.

2. Faktor Lingkungan

Penelitian tentang goal orientation menjelaskan bahwa goal orientation merupakan konstruk yang bergantung pada konteks, sehingga dapat berubah-ubah. Faktor lingkungan yang memengaruhi goal orientation individu yaitu situasi kelas.

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Teori Goal Orientation Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat.

Beberapa tulisan-tulisan di universitaspsikologi.com mungkin tidak dimuatkan daftar pustakanya. Untuk teman-teman yang menginginkan daftar pustakanya, silahkan kontak kami melalui email. Alamat email Universitas Psikologi tertera pada halaman kontak website ini.
Universitas Psikologi
Universitas Psikologi Media belajar ilmu psikologi terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips psikologi terbaru hanya di universitaspsikologi.com | Mari kita belajar psikologi dengan cara yang menyenangkan.

Posting Komentar untuk "Teori Goal Orientation Menurut Para Ahli "

Berlangganan