Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Jarak Sosial dan Proses Terbentuknya Jarak Sosial Menurut Para Ahli

Pengertian Jarak Sosial dan Proses Terbentuknya Jarak Sosial Menurut Para Ahli - Menarik untuk dibahas dalam kondisi sekarang ini, bahwa kita manusia diseluruh dunia digegerkan dengan pandemi yang bernama virus corona (covid-19). Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi virus tersebut, salah satunya dengan cara menjaga jarak (social distancing). Dalam pembahasan ini universitaspsikologi.com telah merangkum apa itu yang dimaksud dengan jarak sosial, aspek terpenting dari jarak sosial, faktor yang mempengaruhi jarak sosial, dan yang terakhir proses terbentuknya jarak sosial. Mari kita kenali lebih lanjut apa itu jarak sosial yang saat ini tengah banyak digaungkan. Berikut adalah penjelasannya:

Pengertian Jarak Sosial

Menurut Walgito (2011) dalam kehidupan sehari-hari seorang indivdu dapat melihat bagaimana hubunganya dengan orang lain, ada individu yang lekat hubungannya, namun ada juga individu yang kurang lekat hubungannya. Hal tersebut biasanya akan membawa perbedaan dalam jarak sosial.

Social distance (jarak sosial) juga merupakan jarak psikologis yang terdapat diantara dua orang atau lebih yang berpengaruh terhadap keinginan untuk melakukan kontak sosial yang akrab. Seperti yang dikemukakan oleh Sherif (dalam Amanda & Mardianto, 2014) yang menyebutkan bahwa jarak sosial merupakan suatu dimensi interaksi antara anggota kelompok yang berbeda yang merentang dari keintiman hingga keterpisahan yang mutlak (tidak ada hubungan sama sekali).

Jarak Sosial (Social Distancing)
Baca juga: Sikap-sikap Terhadap Pengembangan Karir Individu
Menurut Chaplin, (dalam Amanda & Mardianto, 2014) jarak sosial merupakan suatu bentuk tingkatan atau derajat untuk melihat sejauh mana seorang individu atau kelompok memperlihatkan perbedaan mereka dari individu atau kelompok lainnya.

Menurut Verawati dkk, (2017) jarak sosial menunjukan penerimaan seseorang terhadap orang lain dalam hubungan yang terjadi diantara mereka. Selain itu jarak sosial merupakan sejauh mana orang bersedia untuk menerima dan bergaul dengan orang-orang yang memiliki karakteristik sosial yang berbeda.

Selain itu Hall (dalam Qonita, 2018) jarak sosial merupakan  suatu jarak orang yang berinterkasi antar satu dengan yang lain, dapat berbicara tetapi tidak menyentuh.

Menurut Doob (dalam Kadir, 2009) mengatakan bahwa jarak sosial merupakan perasaan tertentu untuk memisahkan seseorang atau kelompok tertentu berdasarkan tingkat penerimaan tertentu.

Jadi dari beberapa pengertian mengenai jarak sosial yang dikemukakan oleh beberapa ahli diatas dapat disimpulkan bahwa jarak sosial merupakan suatu perilaku yang menggambarkan derajat hubungan antar kelompok, yang dipengaruhi oleh norma-norma yang mengatur situasi dimana hubungan itu dilakukan.

Aspek-aspek Jarak Sosial

Menurut Walgito (2011) terdapat tiga aspek pada jarak sosial yaitu sebagai berikut:

a. Aspek relasi antar pribadi 

Pada aspek relasi antar pribadi didapatkan bahwa jarak sosial masyarakat terletak pada kategori tinggi, hal ini berarti masyarakat memiliki hubungan jauh atau kurang lekat.

b. Aspek relasi ditempat tinggal 

Pada aspek relasi tempat tinggal didapatkan bahwa jarak sosial mayarakat terletak pada kategori sedang, hal ini berarti sebagian masyarakat memiliki hubungan yang tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh.

c. Aspek relasi dilingkungan masyarakat

Pada aspek relasi dilingkungan masyarakat didapatkan bahwa jarak sosial masyarakat terletak kategori sangat rendah, artinya sebagian masyarakat bersedia bergabung dalam suatu kegiatan tertentu.

Faktor-faktor Jarak Sosial

Faktor-faktor jarak sosial menurut  Widiyatmadi (dalam Amanda & Mardianto, 2014) terdapat tiga faktor yaitu sebagai berikut:

a. Kelompok primer

Kelompok sosial pertama tempat individu saling mengenal,  berinteraksi sosial, dan bekerja sama yang cukup erat.

b. Kelompok dominan

Kelompok yang jumlahnya tidak terlalu besar dibandingkan kelompok sosial lain, tetapi mereka mempunyai peran yang besar dalam politik, ekonomi dan budaya di suatu negara.

c. Kelompok stereotip 

Penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok dimana orang tersebut dapat dikategorikan.

Bagaiamana Terbentuknya Jarak Sosial?

Terbentuknya jarak sosial (Widyastuti, 2014)  antara lain sebagai berikut:

a. Adanya norma-norma tertentu dari kelompok mayoritas atau yang dominan
sesuai dengan status dan sudut pandangannya yang dihembuskan terhadap kelompok minoritas.

b. Menurut observasi Alport : sosial distance dalam masyarakat hanya terdapat pada masyarakat yang heterogrn yang didalamnya terdapat kelompok-kelompok yang memiliki fungsi dari interest yang bebeda-beda.

c. Adanya rasa superioritas kelompok atau keunggulan kelompok atau kelompok yang lain.

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Pengertian Jarak Sosial dan Proses Terbentuknya Jarak Sosial Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat.
Beberapa tulisan-tulisan di universitaspsikologi.com mungkin tidak dimuatkan daftar pustakanya. Untuk teman-teman yang menginginkan daftar pustakanya, silahkan kontak kami melalui email. Alamat email Universitas Psikologi tertera pada halaman kontak website ini.
Universitas Psikologi
Universitas Psikologi Media belajar ilmu psikologi terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips psikologi terbaru hanya di universitaspsikologi.com | Mari kita belajar psikologi dengan cara yang menyenangkan.

Posting Komentar untuk "Pengertian Jarak Sosial dan Proses Terbentuknya Jarak Sosial Menurut Para Ahli"

Berlangganan