Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Locus of Control: Pengertian dan Aspek-aspek Locus of Control Menurut Para Ahli

Locus of Control: Pengertian dan Aspek-aspek Locus of Control Menurut Para Ahli - Bicara mengenai kepribadian dalam psikologi memang tidak ada habisnya. Dalam pembahasan kali ini universitaspsikologi.com merangkum beberapa penjelasan para ahli mengenai locus of control. Variabel locus of control ini banyak kita temui dalam pembahasan psikologi kepribadian atau pun kognitif. Terkait tulisan ini, kita akan belajar pengertian hingga aspek-aspek locus of control itu sendiri di bawah ini, silahkan disimak.

Pengertian Locus of Control

Menurut Rotter (dalam Putri, 2015) locus of control merupakan salah satu variabel kepribadian (personality), yang didefinisikan sebagai keyakinan individu terhadap mampu atau tidaknya seorang mengontrol nasib (destiny) atau peristiwa-peristiwa (event-event) dalam kehidupannya. Individu yang memiliki keyakinan bahwa nasib atau kejadian dalam kehidupannya berada dibawah control dirinya, dikatakan individu tersebut memiliki internal locus of control. Sementara individu yang memiliki keyakinan bahwa lingkunganlah yang mempunyai kontrol terhadap nasib atau kejadian-kejadian yang terjadi dalam kehidupannya dikatakan individu tersebut memiliki eksternal locus of control.

Levenson (dalam Putri, 2015), mengungkapkan bahwa individu yang memiliki orientasi ke arah internal Locus of control dalam hal ini internalisasi (internality) akan memiliki keyakinan yang kuat bahwa semua kejadian dan peristiwa yang terjadi pada dirinya ditentukan oleh usaha dan kemampuannya sendiri. Individu yang memiliki orientasi pada locus of control eksternal dapat di kelompokan menjadi dua kategori, yaitu individu yang meyakini bahwa kehidupan dan peristiwa yang mereka alami ditentukan oleh orang-orang yang lebih berkuasa yang berada disekitarnya (powerful other), dan individu yang meyakini bahwa kehidupan dan peristiwa yang mereka alami ditentukan oleh takdir, nasib, keberuntungan, serta adanya kesempatan (chance).

Menurut Baron dan Byrne (dalam, Melati 2011) menyatakan bahwa locus of control adalah persepsi seseorang mengenai seba-sebab keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan pekerjaannya. Lotus of control mengacu pada sejauh mana orang percaya mempengaruhi mereka dapat mengendalikan peristiwa-peristiwa yang mempengaruhi mereka (Rotter, dalam Melati 2011).
Locus of Control: Pengertian dan Aspek-aspek Locus of Control Menurut Para Ahli
Apa Yang Dimaksud Locus of Control?
Baca juga: Pengertian Dari Fixed Mindset Menurut Para Ahli
Menurut Lefcourt (dalam Artiningsih dan Rasyid, 2013) menyatakan bahwa locus of control internal yaitu yang ditunjukkan pada pandangan bahwa peristiwa baik buruk yang terjadi diakibatkan oleh tindakan seseorang. Sedangkan locus of control eksternal yaitu ditunjukkan pada pandangan bahwa peristiwa baik buruk yang terjadi tidak berhubungan dengan perilaku seseorang pada situasi terntentu, oleh karena itu disebut dengan diluar kontrol seseorang. Setiap orang memiliki locus of control tertentu berada diantara kedua ekstrem tersebut.

Berdasarkan definisi-definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa locus of control merupakan salah satu variabel kepribadian (personality), yang didefinisikan sebagai keyakinan individu terhadap mampu atau tidaknya seseorang mengontrol nasib (destiny) atau peristiwa-peristiwa (event-event) dalam kehidupannya berada dibawah control dirinya, dikatakan individu tersebut memiliki internal locus of control. Sementara individu yang memiliki keyakinan bahwa lingkunganlah yang mempunyai konrol terhadap nasib atau kejadian-kejadian yang terjadi dalam kehidupannya dikatakan individu tersebut memiliki eksternal locus of control.

Aspek-aspek Locus of Control

Levenson (dalam Sah, 2014) membagi pusat pengendalian (locus of control) yang merupakan orientasi atribusi kedalam tiga aspek, yaitu:
  1. Internality (Orientasi locus of control/internal) adalah keyakinan seseorang bahwa kejadian-kejadian dalam hidupnya ditentukan terutama oleh kemampuan dirinya sendiri.
  2. Poferfull Other (P) adalah keyakinan seseorang bahwa kejadian-kejadian dalam hidupnya ditentukan oleh orang lain yang lebih berkuasa.
  3. Chance (C) adalah keyakinan seseorang bahwa kejadian-kejadian dalam hidupnya ditentukan terutama oleh nasib, peluang, dan keberuntungan.Faktor powerfull other dan chance merupakan orientasi dari locus of control eksternal.
Rotter (dalam Regina, 2014) menjelaskan locus of control sebagai variabel stabil yang memiliki dua aspek, yaitu :

a. Locus Of Control Internal

Keyakinan bahwa keberhasilan yang diraih sebanding dengan usaha yang mereka lakukan dan sebagian besar dapat mereka kendalikan. Individu dengan kecenderungan locus of control internal memiliki keyakinan individu bahwa keyakinan yang dialami merupakan akibat dari perilaku dan tindakan sendiri, memiliki kendali yang baik terhadap perilakunya sendiri, cenderung dapat mempengaruhi orang lain, yakin bahwa usaha yang dilakukan dapat berhasil, aktif mencari informasi dan pengetahuan terkait situasi yang sedang dihadapi.

Rotter (dalam Regina, 2014) juga menjelaskan bahwa individu dengan locus of control internal cenderung menganggap bahwa keterampilan (skill), kemampuan (ability), dan usaha (effort) lebih menentukan apa yang mereka peroleh dalam hidup mereka selain itu individu dengan locus of control internal bahwa menyandarkan harapannya pada diri sendiri dan diidentifikasikan juga ebih menyenangi keahlian-keahlian disbanding hanya situasi yang menguntungkan.

b. Locus Of Control Eksternal

Individu dengan locus of control eksternal memiliki keyakinan bahwa tindakan mereka memiliki sedikit dampak bago keberhasilan/kegagalan mereka, dan sedikit yang dapat mereka lakukan untuk merubahnya. Individu dengan locus of control eksternal meyakini bahwa kekuasaan orang lain, takdir dan kesempatan merupakan faktor utama yang mempengaruhi apa yang dialami, memiliki kendali yang kurang baik terhadap perilakunya sendiri, cenderung dipengaruhi oleh orang lain, seringkali tidak yakin bahwa usaha yang dilakukannya dapat berhasil, kurang aktif mencari informasi dan pengetahuan terkait situasi yang sedang dihadapi.

Rotter (dalam Regina, 2014) juga menjelaskan bahwa individu yang memiliki locus of control eksternal cenderung menganggap bahwa hidup mereka terutama ditentukan oleh kekuatan dari luar diri merek, nasib, takdir, keberuntungan dan orang lain yang berkuasa. Sementara itu individu dengan locus of control eksternal lebih banyak menyadarkan harapannya untuk bergantung pada orang lain dan memilih situasi yang menguntungkan.

Jadi dari uraian diatas, aspek locus of control memiliki 2 yaitu; locus of control internal dan locus of control eksternal selain itu juga ada 3 faktor lainnya yaitu: internality (orientasiLotus of control/internal), powerfull other (P) dan Chance (C). faktor powerfull other dan chance merupakan orientasi dari locus of control eksternal.

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Locus of Control: Pengertian dan Aspek-aspek Locus of Control Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat.
Universitas Psikologi
Universitas Psikologi Media belajar ilmu psikologi terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips psikologi terbaru hanya di universitaspsikologi.com | Mari kita belajar psikologi dengan cara yang menyenangkan.

Posting Komentar untuk "Locus of Control: Pengertian dan Aspek-aspek Locus of Control Menurut Para Ahli"

Berlangganan via Email