Pengertian Emosi dan Kecerdasan Emosi Menurut Para Ahli

Daftar Isi
Pengertian Emosi dan Kecerdasan Emosi Menurut Para Ahli - Setiap individu dilahirkan dengan kecerdasan emosi yang berbeda-beda. Emosi merupakan hal-hal yang berkaitan dengan perasaan yang ada dalam individu dari keadaan lingkungan maupun orang lain. Sedangkan kecerdasan emosi sendiri adalah kemampuan untuk mengontrol dan mengenadlikan emosi tersebut. Banyak orang yang merasa bahwa dirinya dipenuhi dengan emosi negatif, padahal hal tersebut dapat mereka tepis dengan kemampuannya dalam mengendalikan emosi negatif tersebut. Penjelasan lebih lanjutnya tentang kecerdasan emosi dapat anda baca di bawah ini yang telah dirangkum oleh universitaspsikologi.com
Pengertian Emosi dan Kecerdasan Emosi Menurut Para Ahli
Teori Emosi dan Kecerdasan Emosi
Baca juga: Cara Membuat Karyawan Loyal Terhadap Pekerjaannya

Pengertian Emosi

Kecerdasan emosi adalah kemampuan memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, serta menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memandu pikiran dan tindakan (Salovey dkk, dalam Setyowati, 2010). Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta untuk memimpin diri dan lingkungan sekitarnya (dalam Yuliantini, 2013).

Kecerdasan emosi merupakan proses pribadi yang terus berusaha mencapai tingkatan emosi yang sehat intrafisik dan intrapersonal (dalam Jannah 2013). Kecerdasan emosi dapat mengkondisikan indiviidu merasa bebas mengekpresikan emosi secara tepat, bertindak lugas, spontan, memiliki rasa humor, dan mampu mengatasi stres. (Garlow dkk, dalam Jannah, 2013).

Kecerdasan emosi adalah kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, emosi, koneksi dan pengaruh yang manusiawi (Cooper dkk, dalam Rudyanto, 2010). Kecerdasaan emosi merupakan kualitas untuk mengenali emosi pada diri sendiri kemudian emosi tesebut dikelola dan digunakan untuk memotivasi sendiri dan memberi manfaat dalam hubungannya dengan orang lain sehingga individu dapat berinteraksi dengan baik (Yustika, dalam Dewi 2011).

Menurut Goleman, (dalam Gustiana, 2016) kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi, mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berfikir, dan berempati.

Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosi adalah kemampuan individu dalam mengenali, memahami perasaan dirinya dan orang lain, mengendalikan perasaannya sendiri, menjalin hubungan serta memotivasi diri sendiri untuk menjadi lebih baik.

Aspek-aspek Kecerdasan Emosi

Menurut Salovey dkk, (dalam Setyowati dkk, 2010) mengungkapkan 5 Aspek kecerdasan emosi yaitu:

a. Mengenali emosi diri

Kemampuan untuk memantau perasaan dari waktu ke waktu dan kemampuan mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi.

b. Mengelola emosi

Kemampuan untuk menguasai perasaannya sendiri agar perasaaan tersebut dapat diungkapkan dengan tepat.

c. Memotivasi diri sendiri

Kemampuan untuk menggerakkan dan menuntun menuju tujuan

d. Mengenali emosi orang lain (empati)

Bukan hanya untuk mengetahui pikirannya saja melainkan juga perasaan orang lain.

e. Membina hubungan

Kemampuan seseorang untuk membentuk hubungan, membina kedekatan hubungan, sebagian besar merupakan keterampilan mengelola emosi orang lain.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosi

Menurut Shapiro (dalam Rudyanto, 2010) mengemukakan Faktor yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan emosi, yaitu:

a. Fisik

secara fisik bagian yang paling menentukan atau paling berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan emosi seseorang adalah anatomi saraf emosinya atau dengan kata lain bagian otaknya. Bagian-bagian otak yang digunakan untuk berpikir yaitu korteks (kadang-kadang disebut neokorteks) sebagai bagian yang berbeda dari bagian otak yang mengurusi emosi yaitu sistem limbik, tetapi sesungguhnya hubungan antara keduanya inilah yang menentukan kecerdasan emosi seseorang.

b. Psikis

kecerdasan emosi selain dipengaruhi oleh kepribadian individu juga dapat dipupuk dan diperkuat dalam diri individu. Kecerdasan emosi tidak ditentukan sejak lahir.

Kecerdasan emosi selain dipengaruhi oleh kepribadian individu juga dapat dipupuk dan diperkuat dalam diri individu. Kecerdasan emosi tidak ditentukan sejak lahir tetapi dapat dilakukan melalui proses pembelajaran. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosi seseorang (Goleman, dalam Rudyanto, 2010) yaitu:

a. Lingkungan keluarga

Kehidupan keluarga merupakan sekolah pertama dalam mempelajari emosi. Peran serta orang tua sangat dibutuhkan karena orang tua adalah subyek pertama yang perilakunya diidentifikasi, diinternalisasi yang pada akhirnya akan menjadi bagian dari kepribadian.

b. Lingkungan non keluarga

Dalam hal ini adalah lingkungan masyarakat dan lingkungan penduduk. Kecerdasan emosi ini berkembang sejalan dengan perkembangan fisik dan mental anak.

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Pengertian Emosi dan Kecerdasan Emosi Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka

  • Rudyanto, 2010.”Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dan Kecerdasan Spritual Dengan Perilaku Prososial Pada Perawat” Skripsi. Surakarta : Fakultas Kedokteran Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret.
  • Setyowati, Hartati dkk, 2010. “Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Resiliensi Pada Siswa Penghuni Rumah Damai” jurnal psikologi. Fakultas Psikologi Universitas Dipenogoro.
  • Dewi, 2011. “Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dengan Kecemasan Dalam Menghadapi Masa Pensiun Dalam Menghadapi Dunia Kerja” Ringkasan Skripsi. Surakarta: Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.
  • Universitas Psikologi: https://www.universitaspsikologi.com/2020/01/pengertian-emosi-dan-kecerdasan-emosi.html
  • Gustiana, 2016. “Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Resiliensi Pada Penghuni Lapas Kelas IIA di Samarinda”. jurnal psikologi. Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.
  • Jannah, 2013. “Hubungan Antara Self-Efficacy Dan Kecerdasan Emosionl Dengan Kemandirian Pada Remaja” Jurnal Psikologi Indonesia. Guru Smp Islam Sabilurrosyad Mojekorto.Volume 2, No. 3.
  • Yuliantini, 2013. “Pengaruh Kecerdasan Emosi (EQ) Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Akparnas-Unas Jakarta”. Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Bunda Mulia (UBM) Jakarta.
Universitas Psikologi
Universitas Psikologi Media belajar ilmu psikologi terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips psikologi terbaru hanya di universitaspsikologi.com | Mari kita belajar psikologi dengan cara yang menyenangkan.

Posting Komentar