Faktor-faktor Stres Kerja dan Masalah dalam Pekerjaan Menurut Para Ahli


Faktor-faktor Stres Kerja dan Masalah dalam Pekerjaan Menurut Para Ahli - Dunia kerja kerap kali banyak menimbulkan konflik antara karyawan dengan pekerjaannya maupun antara karyawan lainnya. Sehingga permasalahan tersebut biasa bisa menggiring karyawan pada muara stres atau bisa disebut stres kerja. Lalu apa saja yang kerap kali menyebabkan seseorang itu stres dalam bekerja? Universitaspsikologi.com akan mengulasnya yang mana ada beberapa faktor dari dalam maupun dari luar yang menyebabkan seseorang terkena dampak stres tersebut. Selain itu dalam bekerja setiap perusahaan pasti akan mengalami berbagai masalah, ternyata masalah ini ada penelitian yang telah membahasnya, langsung saja artikel di bawah ini akan menjelaskan masalah tersebut.
Faktor-faktor Stres Kerja dan Masalah dalam Pekerjaan Menurut Para Ahli
Ilustrasi: Stres dalam Bekerja
Baca juga: Pengertian Kepuasan Kerja Menurut Para Ahli

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Stres Kerja

Menurut Rini (dalam Jumilah, 2015) faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja dapat dibedakan sebagai berikut:

a. Faktor Internal

Yang dimaksud dari faktor internal adalah persoalan yang timbul dalam diri pribadi wanita yang bekerja tersebut. Ada di antara para wanita yang bekerja tersebut lebih senang jika dirinya benar-benar hanya menjadi ibu rumah tangga, yang sehari-harinya di rumah dan mengatur rumah tangga. Namun, keadaan “menuntut”nya untuk bekerja, untuk menyokong keuangan keluarga. Kondisi tersebut mudah menimbulkan stres karena bekerja bukanlah timbul dari keinginan diri namun seakan tidak punya pilihan lain demi membantu ekonomi rumah tangga. Biasanya, para wanita yang bekerja mengalami masalah yang demikian, cenderung merasa sangat lelah (terutama secara psikis), karena seharian “memaksakan diri” untuk bertahan ditempat kerja.

b. Faktor Eksternal

1) Dukungan suami

Dukungan suami dapat di terjemahkan sebagai sikap penuh pengertian yang ditunjukan dalam bentuk kerja sama yang positif, ikut membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, membantu mengurus anak-anak, serta memberikan dukungan moral dan emosional terhadap karir atau pekerjaan istrinya.

2) Kehadiran anak

Masalah pengasuhan terhadap anak, biasanya dialami oleh wanita yang bekerja yang mempunyai anak kecil/balita. Semakin kecil usia anak, maka semakin besar tingkat stres yang dirasakan. Rasa bersalah karena meninggalkan anak untuk seharian bekerja, merupakan persoalan yang sering dipendam oleh para wanita yang bekerja apalagi jika pengasuh yang ada tidak dapat dipercaya, sementara tidak ada famili lain yang dapat membantu.

3) Masalah pekerjaan

Pekerjaan bisa menjadi sumber ketegangan dari stres yang besar bagi para wanita bekerja. Mulai dari peraturan kerja yang kaku, bos yang tidak bijaksana, beban kerja yang berat, ketidakadilan yang dirasakan ditempat kerja, rekan-rekan yang sulit bekerja sama, waktu kerja yang sangat panjang, ataupun ketidaknyamanan psikologis yang dialami akibat dari masalah sosial politis di tempat kerja.
Kebanyakan orang menghabiskan waktu untuk bekerja dari pada mereka melakukan berbagai aktivitas lainnya. Wajarlah jika kemudian pekerjaan menjadi sumber utama dari stres. Fakta menunjukkan bahwa stres pekerjaan berdampak pada kesehatan fisik dan mental dari karyawan.

Nah kali ini, menurut Cooper (dalam Jumilah, 2015) mengidentifikasikan faktor-faktor stres kerja sebagai berikut:

a. Kondisi pekerjaan

Kondisi pekerjaan meliputi:

1) Lingkungan kerja
Kondisi kerja yang buruk berpotensi menjadi penyebab karyawan mudah jatuh sakit, mudah stres, sulit berkonsentrasi, dan menurunnya produktivitas kerja.

2) Overload
Overload dapat dibedakan secara kuantitatif dan kualitatif. Dikatakan overload secara kuantitatif jika banyaknya pekerjaan yang ditargetkan melebihi kapasitas karyawan tersebut. Akibatnya karyawan tersebut mudah lelah dan berada dalam “tegangan tinggi”.

3) Deprivational stres
Deprivational stres  yaitu kondisi pekerjaan yang tidak menantang, atau tidak lagi menarik bagi karyawan. Biasanya keluhan yang muncul adalah kebosanan, ketidakpuasan, atau pekerjaan tersebut kurang mengandung unsur sosial (kurangnya komunikasi sosial).

4) Pekerjaan beresiko tinggi
Jenis pekerjaan yang beresiko tinggi, atau berbahaya bagi keselamatan, misalnya pekerjaan di pertambangan minyak lepas pantai, tentara, dan pemadam kebakaran.

b. Stres karena peran

Sebagian besar karyawan yang bekerja di perusahaan yang sangat besar, khususnya para wanita yang bekerja dikabarkan sebagai pihak yang mengalami stres lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Misalnya, wanita bekerja ini menghadapi konflik peran sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga. Terutama dalam alam kebudayaan Indonesia, wanita sangat dituntut perannya sebagai ibu rumah tangga yang baik dan benar sehingga banyak wanita karir yang merasa bersalah ketika harus bekerja.

c. Faktor interpersonal

Hubungan interpersonal di tempat kerja merupakan hal yang sangat penting ditempat kerja. Dukungan dari sesama pekerja, manajemen, keluarga, dan teman-teman diyakini dapat menghambat timbulnya stres.

d. Pengembangan karir

Karyawan biasanya mempunyai berbagai harapan dalam kehidupan karir kerjanya, yang ditujukan pada pencapaian prestasi dan pemenuhan kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri.

e. Struktur organisasi

Struktur organisasi berpotensi menimbulkan stres apabila diberlakukan secara kaku, pihak manajemen kurang mempedulikan inisiatif karyawan, tidak melibatkan karyawan dalam proses pengambilan keputusan, dan tidak adanya dukungan bagi kreativitas karyawan.

f. Tampilan rumah-pekerjaan 

Ketika pekerjaan berjalan dengan lancar, tekanan yang ada di rumah cenderung bisa dihilangkan.

Uraian diatas menjelaskan bahwa salah satu yang menjadi faktor penyebab terjadinya stres kerja pada wanita adalah stres karena peran. Wanita dituntut dapat menjalankan dua peran sekaligus yaitu menjadi seorang pekerja dan ibu rumah tangga. Jika tidak mampu menjalankan kedua peran tersebut dengan baik maka akan menimbulkan konflik peran ganda.

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Faktor-faktor Stres Kerja dan Masalah dalam Pekerjaan Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat.

Berlangganan artikel terbaru via email:

0 Response to "Faktor-faktor Stres Kerja dan Masalah dalam Pekerjaan Menurut Para Ahli"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel