Pengertian Komunikasi Verbal dan Non Verbal serta Teori Belajar Bahasa

Pengertian Komunikasi Verbal dan Non Verbal serta Teori Belajar Bahasa - Komunikasi verbal merupakan bentuk komunikasi yang menekankan interaksinya pada penggunaan bahasa. Sedangkan komunikasi non verbal melibatkan seluruh rangsang kecuali bahasa dan dapat berfungsi untuk menegaskan komunikasi verbal yang dilakukan.

Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal erat kaitannya dengan bahasa. Bahasa merupakan seperangkat kata yang disusun secara berstruktur sehingga menjadi suatu kalimat (Riswandi, 2009). Fungsi bahasa dalam hal ini untuk menunjukkan identitas atau penamaan atas sebuah objek, orang, ataupun peristiwa.

Penamaan adalah dimensi pertama bahasa dan merupakan basis bahasa. Pada awalnya hal itu dilakukan manusia sesuka mereka, yang kemudian menjadi konvensi (kesepakatan bersama).

Pada dasarnya bahasa merupakan sarana yang memungkinkan kita untuk dapat memperoleh ataupun menyampaikan informasi dari satu orang ke orang lain. Bahasa membantu kita untuk mengembangkan pengetahuan. Bahasa menjadi alat yang penting untuk dapat memahami lingkungan. Bahasa juga menjadi alat pengikat dalam kehidupan bermasyarakat sehingga membantu kita dalam mengembangkan pengetahuan.
Pengertian Komunikasi Verbal dan Non Verbal serta Teori Belajar Bahasa
image source: imagebasket(dot)net
Baca juga: Pengertian Komunikasi Interpersonal

Fungsi Bahasa

Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya tentang fungsi bahasa.

a. Fungsi Bahasa Menurut Larry L. Barker
  • Penamaan: Sebagai identifikasi atas suatu objek, orang, ataupun peristiwa yang dapat disebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi. 
  • Interaksi: Melalui bahasa maka informasi dapat tersampaikan dari satu orang ke orang lain. 
  • Transmisi informasi: Melalui bahasa kita menyampaikan informasi, sebaliknya kita juga menerima informasi. 

b. Cassandra L. Book Mengemukakan 3 Fungsi Bahasa
  • Untuk mengenal dunia di sekitar kita
  • Berhubungan dengan orang lain 
  • Untuk menciptakan koherensi dalam hidup kita. Kita menggunakan bahasa dengan susunan kalimat yang teratur dan menurut kaidah-kaidah yang berlaku umum. 

c. Fungsi Bahasa Menurut Prof Hafied Cangara
  • Untuk mempelajari dunia di sekitar kita 
  • Untuk membina hubungan yang baik dengan sesama manusia 
  • Untuk menciptakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia 

Teori Belajar Bahasa

Dalam mempelajari bahasa, 3 teori yang kerap digunakan antara lain:

a. Operant Conditioning

Teori yang dikembangkan oleh BF Skinner (behavioris) ini menekankan akan adanya rangsangan Stimulus-Respon. Skinner menyatakan bahwa organisme cenderung akan bereaksi apabila mendapatkan stimuli dari luar. Dalam konteks belajar bahasa, anak-anak mengetahui bahasa karena diajar oleh orangtuanya atau meniru apa yang diucapkan orangtuanya.

b. Teori Kognitif

Dikembangkan oleh ahli psikologi kognitif Noam Chomsky. Teori ini menekankan kompetensi bahasa pada manusia lebih dari apa yang ditampilkan. Bahasa memiliki korelasi dengan pikiran. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa kemampuan bahasa seorang anak merupakan pembawaan biologis. Eric Lennerberg (dalam Riswandi, 2009) mengatakan bahwa seorang anak manusia bagaimanapun kondisinya, ia tetap memiliki potensi untuk bisa berbahasa.

c. Mediating Theory

Teori ini dikembangkan oleh Charles Osgood. Teori ini menekankan bahwa manusia dalam mengembangkan kemampuannya berbahasa, tidak saja bereaksi terhadap stimuli yang diterima dari luar tetapi juga dipengaruhi oleh dorongan atau proses internal dalam dirinya.

Contohnya: bayi yang lapar akan menangis sambil menyentak-nyentakkan kakinya. Reaksi anak ini timbul karena dorongan internalnya (lapar).

Keterbatasan Bahasa

Secara umum, bahasa hanya menempati porsi 35% dari keseluruhan komunikasi manusia. Bahasa memiliki beberapa keterbatasan, yaitu:

a. Keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili obyek.

Kata-kata adalah kategori-kategori yang merujuk pada objek tertentu, benda, peristiwa, sifat, perasaan, kondisi, dan sebagainya. Kata-kata dalam bahasa cenderung dikotomis : hitam-putih, rajin-malas, pintar-bodoh. Realita yang sebenarnya beberapa konsep atau objek berada diantara dikotomi kata-kata tersebut.dan tidak ada kata-kata yang mewakilinya secara tepat.

b. Kata-kata bersifat ambigu dan kontekstual

Bersifat ambigu karena dipersepsi atau diinterpretasi secara berbeda oleh orang yang berbeda, terutama berbeda dalam latarbelakang sosial budaya.

c. Kata-kata mengandung bias budaya

Bahasa terikat konteks budaya dan merupakan perluasan budaya. Teori relativitas linguistik Sapir Whorf mengemukakan bahwa sebenarnya setiap bahasa menunjukkan suatu dunia simbolik yang khas, yang menunjukkan realitas pikiran, pengalaman batin, dan kebutuhan pemakainya.

Benjamin Lee Whorf mengemukakan pokok pikirannya, sebagai berikut:
  • Tanpa bahasa kita tidak dapat berpikir 
  • Bahasa mempengaruhi persepsi 
  • Bahasa mempengaruhi pola berpikir 

Contoh: orang eskimo memiliki 20 kata untuk melukiskan salju.

d. Pencampuradukkan fakta, penafsiran dan penilaian

Hal ini timbul karena kekeliruan persepsi orang. Salah satu contohnya pada jam 10.00 pagi kita melihat seorang pria sedang membelah kayu. Apakah pria tersebut sedang bekerja atau bersantai? Sebagian besar kita akan menjawabnya sedang bekerja. Namun, hal ini tergantung pada konteks yang dimaksud:
  • Apa yang dimaksud dengan bekerja? 
  • Apa pekerjaan (kegiatan untuk mencari nafkah) yang dilakukan pria tersebut? 

Jika pria tersebut profesinya adalah pedagang, maka yang ia lakukan tidak termasuk dalam kategori bekerja (akivitas untuk mencari nafkah).

Komunikasi Non Verbal

Komunikasi non verbal mencakup semua rangsang (kecuali verbal) dalam suatu setting komunikasi yang dihasilkan oleh individu dan penggunaan lingkungan oleh individu, yang mempunyai nilai pesan potensial bagi pengirim atau penerima (Samovar & Porter dalam Riswandi, 2009).

Fungsi Komunikasi Non Verbal

Komunikasi non verbal memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:
  • Mengulangi atau repetisi perilaku verbal 
  • Memperteguh, menekankan, atau melengkapi perilaku verbal 
  • Menggantikan atau substitusi perilaku verbal 
  • Meregulasi perilaku verbal 
  • Membantah atau bertentangan (kontradiksi) dengan perilaku verbal 

Klasifikasi Komunikasi Non Verbal

Larry A. Samovar dan Richard E. Porter mengklasifikasi pesan-pesan nonverbal menjadi 2 kategori utama:
  • Perilaku yang terdiri dari penampilan dan pakaian, gerakan dan postur tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, sentuhan, bau-bauan dan parabahasa 
  • Ruang, waktu dan diam 

Sementara itu, John R. Wenburg dan William W. Wilmot mengemukakan klasifikasi lain, yaitu:
  • Isyarat-isyarat non verbal perilaku (behavioral) 
  • Isyarat-isyarat non verbal bersifat publik seperti ukuran ruangan dan faktor-faktor situasi lainnya 

Dalam komunikasi non verbal erat kaitannya dengan bahasa tubuh. Ilmu yang berhubungan dengan bahasa tubuh adalah kinesika (kinesics). Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh seorang ahli bahasa non verbal, Ray L. Birdwhistell. Menurutnya, seluruh anggota tubuh dapat digunakan sebagai isyarat simbolik. Bahasa tubuh antara lain ditunjukkan dengan:

a. Isyarat tangan

Saat berbicara, seringkalitangan kita bergerak-gerak untuk memberikan suatu tanda. Bahkan saat lawan bicara kita tidak hadir secara langsung (berbicara di telepon). Isyarat tangan atau “berbicara dengan tangan” disebut emblem, mempunyai makna dalam suatu budaya. Desmon Moris, et al (dalam Riswandi, 2009) mengumpulkan 20 isyarat tangan yang sama tapi mempunyai makna yang berbeda dalam budaya yang berbeda.

Beberapa negara dikenal orang-orangnya dengan “berbicara dengan tangan”, yaitu ; Perancis, Italia, Spanyol, Mexico, Arab dan India. Sementara itu negara yang termasuk “hemat isyarat bicara” adalah beberapa suku di Bolivia. Oleh karena iklimnya dingin, mereka meletakkan tangan mereka di bawah syal atau selimut,dan oleh karena itu lebih mengandalkan ekspresi wajah dan mata.

b. Gerakan kepala

Arti anggukan kepala bisa berbeda-beda pada beberapa negara ataupun budaya. Misalnya, di Bulgaria anggukan kepala berarti “tidak”, sementara isyarat “ya” diberikan dengan menggelengkan kepala. Di Yunani Timur dan Tengah, kata “tidak” diisyaratkan dengan cara menyentakkan kepala ke belakang dan menengadahkan wajah. Sebagian orang di Arab dan Italia mengatakan “tidak” dengan mengangkat dagu, sementara di Maori Selandia baru, isyarat ini berarti “ya”. Di India Selatan, gelengan kepala berati “ya” dan di Indonesia berarti “tidak”. Di Uni Emirat Arab, menggelengkan kepala berarti “ya”.

c. Postur tubuh dan kaki

William Sheldon (dalam Riswandi, 2009) menyatakan bahwa bentuk tubuh dan temperamen memiliki hubungan. Misalnya endomorph (gemuk) berhubungan dnegan sifat malas dan tenang. Bentuk atletis (mesomorph) berhubungan dengan sifat asertif dan percaya diri. Sedankan bentuk tubuh kurus (ectomorph) berhubungan dengan sifat introvert yang lebih senang dengan aktivitas mental daripada aktivitas fisik.

d. Busana

Sebagian orang berpandangan bahwa pilihan orang terhadap busana yang dikenakannya mencerminkan kepribadiannya.

e. Orientasi ruang dan jarak pribadi

Pengelompokkan Komunikasi Non Verbal menurut Prof Hafied Cangara 

1. Kinesics

Merupakan kode non verbal yang ditunjukkan oleh gerakan-gerakan badan yang bisa dibedakan menjadi:
  • Emblem. Isyarat yang mempunyai arti langsung pada simbol yang dibuat oleh gerakan badan. Misalnya mengangkat jari berbentuk V artinya Victory atau menang. 
  • Ilustrator. Isyarat yang dibuat dengan gerakan-gerakan badan untuk menjelaskan sesuatu, misalnya untuk menggambarkan besarnya barang, dll 
  • Affect Displays. Isyarat yang terjadi karena adanya dorongan emosional sehingga berpengaruh pada ekspresi muka, misalnya menangis, senyum, mencibir, dll. 
  • Regulators. Gerakan tubuh yang terjadi pada daerah kepala, misalnya mengangguk atau menggelengkan kepala. 
  • Adaptory. Gerakan badan yang dilakukan sebagai tanda kejengkelan, misalnya menggerutu, mengepalkan tinju, dll.

2. Gerakan Mata

4 fungsi gerakan mata adalah sebagai berikut:
  • Memperoleh umpan balik dari lawan bicara 
  • Menyatakan terbukanya saluran komunikasi untuk bicara 
  • Sinyal untuk menyalurkan hubungan 
  • Pengganti jarak fisik 

3. Sentuhan (Touching)

Menurut bentuknya terbagi menjadi:
  • Kinesthetic. Ditunjukkan dengan bergandengan tangan sebagai simbol keakraban. 
  • Sosiofugal. Isyarat yang ditunjukkan dengan jabat tangan dan saling rangkul. 
  • Thermal. Isyarat yang ditunjukkan dengan sentuhan badan. 
  • Paralanguage. Isyarat yang ditimbulkan dari tekanan atau irama suara sebagai peneerima pesan dapat memahami sesuatu dibalik apa yang diucapkannya.

4. Diam

Sebagai isyarat nonverbal, diam dapat berarti menyetujui sesuatu ataupun sebaliknya.

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Pengertian Komunikasi Verbal dan Non Verbal serta Teori Belajar Bahasa. Semoga bermanfaat.

Berlangganan artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengertian Komunikasi Verbal dan Non Verbal serta Teori Belajar Bahasa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel