Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Self Control dan Aspek-aspek Self Control Menurut Para Ahli

Pengertian Self Control dan Aspek-aspek Self Control Menurut Para Ahli - Kemampuan individu untuk mengarahkan dirinya pada situasi tertentu pada era teknologi ini sepertinya menjadi perhatian dan dipandang perlu. Banyak hal-hal yang bersifat merugikan diri sehingga pentingnya kontrol bagi individu dalam bertindak suatu hal. Dalam ilmu psikologi ada yang namanya self control yang merupakan sebuah variabel yang ada dalam diri manusia, universitaspsikologi.com telah merangkum hal tersebut pada tulisan di bawah ini.

Pengertian Self Control

Menurut Ghufron dan Risnawita (2012) mengatakan kontrol diri merupakan suatu kecakapan individu dalam kepekaan membaca situasi diri dan lingkungannya. Selain itu juga kemampuan untuk mengontrol dan mengelol faktor-faktor perilaku sesuai dengan situasi dan kondisi untuk menampilkan diri dalam melakukan sosialisasi kemampuan untuk mengendalikan perilaku, kecenderungan menarik perhatian, keinginan mengubah perilaku agar sesuai untuk orang lain, menyenangkan orang lain, selalu konform dengan orang lain, dan menutup perasaannya.

Averill (dalam Anggreini dan Mariyanti, 2014) menjelaskan bahwa self control merupakan variabel psikologis yang mencakup kemampuan individu untuk memodifikasi perilaku, kemampuan individu dalam mengelola informasi yang tidak penting dan kemampuan individu untuk memilih suatu tindakan yang diyakininya.

Menurut Goldfried dan Merbaum (dalam Fatimah, 2013) mendefinisikan kontrol diri sebagai suatu kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur, dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu kearah konsekuensi positif. Kontrol diri juga menggambarkan keputusan individu yang melalui pertimbangan kognitif untuk menyatukan perilaku yang telah disusun untuk meningkatkan hasil dan tujuan tertentu.

Menurut Berk (dalam Khairunnisa, 2013) kontrol diri adalah kemampuan individu untuk menahan keinginan atau dorongan sesaat yang bertentangan dengan tingkah laku yang tidak sesuai dengan norma sosial.
Pengertian Self Control dan Aspek-aspek Self Control Menurut Para Ahli
Apa itu Self Control?
Baca juga: Penjelasan Tentang Gender dan Klasifikasi Gender
Menurut Chaplin (dalam Raya, 2015) kontrol diri adalah kemampuan untuk membimbing tingkah laku, kemampuan untuk menekan atau merintangi impuls-impuls atau tingkah laku impulsif.

Berdasarkan pengertian kontrol diri di atas dapat disimpulkan bahwa kontrol diri merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk mengatur, mengarahkan, dan mengubah perilaku melalui pertimbangan kognitif ke arah yang lebih positif, sehingga perilaku yang timbul tidak menyimpang dari aturan yang berlaku.

Aspek-aspek Self Control

Averill (dalam Ghufron dan Risnawita, 2012) menyebut kontrol diri dengan sebutan kontro personal yaitu kontrol perilaku (behavior control), kontrol kognitif (cognitive control), dan mengontrol keputusan (decesional control):

a. Kontrol perilaku (behavior control)

Kontrol perilaku merupakan kesiapan tersedianya suatu respond yang dapat secara langsung memengaruhi atau memodifikasi suatu keadaan yang menyenangkan. Kemampuan mengontrol perilaku ini diperinci menjad dua komponen yaitu, mengatur pelaksana (regulated administration) dan kemampuan memodifikasi stimulus (timulus modifiabiility). Kemampuan mengatur pelaksanaan merupakan kemampuan individu untk menentukan siapa yang mengendalikan situasi atau keadaan. Apakah dirinya sendiri atau aturan perilaku dengan mengguanakan kemampuan dirinya dan bila tidak mampu individu akan menggunakan sumber eksternal. Kemampuan mengatur stimulus merupakan kemampuan untuk mengetahui bagaimana dan kapan suatu stimulus yang tidak dikehendaki dihadapi.

b. Kontrol kognitif (cognitif control)

Kontrol kognitif merupakan kemampuan individu dalam mengolah informasi yang tidak diinginkan dengan cara menginterpretasi, menilai, atau menghubungkan suatu kejadian dalam suatu kerangka kognitif sebagai adaptasi psikologis atau mengurangi tekanan. Aspek ini terdiri atas dua komponen, yaitu memperoleh informasi (information gain) dan melakukan penilaian (apprasial). Dengan informasi yang dimiliki oleh individu mengenai suatu keadaan yang tidak menyenangkan, individu dapay mengantisipasi keadaan tersebut dengan berbagai pertimbangan. Melakukan penilaian berarti individu berusaha menilai dan menafsirkan suatu keadaan atau peristiwa dengan cara memerhatikan segi-segi positif secara subjektif.

c. Mengontrol keputusan (Decesional control)

Mengontrol keputusan merupakan kemampuan seseorang untuk memilih hasil atau suatu tindakan berdasarkan pada sesuatu yang diyakini atau disetujuinya. Kontrol diri dalam menentukan pilihan akan berfungsi, baik dengan adanya suatu kesempatan, kebebasan, atau kemungkinan pada diri individu untuk memilih berbagai kemungkinan tindakan.

Berdasarkan uraian dan penjelasan di atas, maka untuk mengukur kontrol diri biasanya digunakan aspek-aspek seperti di bawah ini:

a. Kemampuan mengontrol perilaku
b. Kemampuan mengontrol stimulus
c. Kemampuan mengantisipasi suatu peristiwa atau kejadian
d. Kemampuan menafsirkan peristiwa atau kejadian
e. Kemampuan mengambil keputusan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kontrol Diri

Ghufron dan Risnawita (2012) seebagaimana faktor psikologis lainnya, kontrol diri dipengaruhi oleh beberpa faktor. Secara garis besarnya faktor-faktor yang memengaruhi kontrol diri ini terdiri dari faktor internal (dari diri individu) dan faktor eksternal (lingkungan individu).

a. Faktor internal

Faktor internal yang ikut andil terhdap kontrol diri adalah usia. Semakin bertambah usia seseorang, maka semakin baik kemampuan mengontrol diri seseorang itu.

b. Faktor eksternal

Faktor internal ini diantaranya adalah lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga terutama orangtua menentukan bagaimana kemampuan mengontrol diri seseorang.

Hasil penelitian Nasichah (dalam Ghufron dan Risnawati, 2012) menunjukkan bahwa persepsi remaja terhadap penerapan disiplin orangtua yang semakin demokratis cenderung diikuti tingginya kemampuan mengontrol dirinya. Oleh sebab itu, bila orangtua menerapkan sikap disiplin kepada anaknya secara intens sejak dini dan orangtua tetap konsisten terhadap semua konsekuensi yang dilakuakan anak bila ia menyimpang dari yang sudah ditetapkan, maka sikap kekonsistensian ini akan diinternalisasi anak kemudian akan menjadi kontrol diri baginya.

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Pengertian Self Control dan Aspek-aspek Self Control Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat.
Universitas Psikologi
Universitas Psikologi Media belajar ilmu psikologi terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips psikologi terbaru hanya di universitaspsikologi.com | Mari kita belajar psikologi dengan cara yang menyenangkan.

Posting Komentar untuk "Pengertian Self Control dan Aspek-aspek Self Control Menurut Para Ahli"

Berlangganan via Email