Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Faktor, dan Ciri-ciri Gaya Hidup Hedonisme Menurut Ilmu Psikologi

Pengertian, Faktor, dan Ciri-ciri Gaya Hidup Hedonisme Menurut Ilmu Psikologi - Kesenangan adalah sebuah keadaan emosi yang relatif, ada orang yang senang dengan aktivitas olahrga dan ada juga yang senang dengan bermewah-mewah. Saat ini universitaspsikologi.com akan membahas hal-hal yang terkait dengan prilaku hedonisme berikut ini.

Pengertian Gaya Hidup Hedonisme

Gaya hidup hedonis adalah suatu pola hidup yang aktivitasnya untuk mencari kesenangan hidup, seperti lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah, lebih banyak bermain, senang pada keramaian kota, senang membeli barang mahal yang disenanginya, serta selalu ingin menjadi pusat perhatian Amstrong (dalam Trimartati, 2014).

Hedonis berasal dari kata hedonisme yang berarti gaya hidup atau pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup Menurut Kartono (dalam Yanti, Jannah & Nurbaity, 2016 ). Kottler (dalam Yanti, Jannah & Nurbaity, 2016) misalnya, Ia menjelaskan bahwa, “Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang yang berinteraksi dengan lingkungannya”. Gambaran keseluruhan diri tersebut merupakan perpaduan antara kebutuhan ekspresi diri dan harapan kelompok terhadap seseorang dalam bertindak berdasarkan pada norma yang berlaku.

Hedonisme merupakan sebuah penyakit yang ditimbulkan akibat adanya virus hedon, hedonis merupakan satu sebutan yang dialamatkan kepada orang yang terkena penyakit hedonisme tersebut. Hedonisme itu sendiri merupakan prilaku yang menuhankan kenikmatan dan kesenangan pribadi, kemewahan dan kemapanan di atas segalanya Supelli (dalam Yanti, Jannah & Nurbaity, 2016).

Gaya hidup hedonisme adalah pola hidup seseorang sebagai proses penggunaan uang dan waktu yang dimiliki yang dinyatakan dalam aktivitas, minat, dan pendapat (opini) yang bersangkutan Hal tersebut diwujudkan dalam hal tertentu seperti fashion, makanan, benda-benda mewah, tempat berkumpul dan selalu ingin menjadi pusat perhatian. Orang-orang yang menganut gaya hidup hedonis lebih sering manghabiskan waktu diluar rumah seperti mall dan kafe (Wells dan Tigert dalam Saputri & Rachmatan,  2016).

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa gaya hdup hedonisme adalah pola hidup yang mementingkan kesenangan diatas segalanya dengan gaya hidup tersebut seseorang merasa bahwa dirinya menjadi pusat perhatian Orang-orang yang menganut gaya hidup hedonis lebih sering manghabiskan waktu diluar rumah seperti mall dan kafe.

Aspek-aspek Gaya Hidup Hedonisme

Menurut Wells dan Tigert (dalam Maisyaroh, 2016) aspek-aspek gaya hidup hedonis adalah

a) Minat diartikan sebagai apa yang menarik dari suatu lingkungan individu tersebut memperhatikannya. Minat dapat muncul terhadap suatu objek, peristiwa, atau topik yang menekankan pada unsur kesenangan hidup. Antara lain adalah fashion, makanan, benda-benda mewah, tempat berkumpul, dan selalu ingin menjadi pusat perhatian.
Pengertian, Faktor, dan Ciri-ciri Gaya Hidup Hedonisme Menurut Ilmu Psikologi
Pengertian Hedonisme Menurut Psikologi
Baca juga: Definisi Kerjasama (Teamwork) dan Indikator Teamwork Menurut Para Ahli
b) Aktvitas yang dimaksud adalah cara individu menggunakan waktunya yang berwujud tindakan nyata yang dapat dilihat. Misalnya lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah, lebih banyak membeli barang-barang yang kurang diperlukan, pergi ke pusat perbelanjaan dan kafe.

c) Opini adalah pendapat seseorang yang diberikan dalam merespon situasi ketika muncul pertanyaan-pertnyaan atau tentang isu-isu sosial dan produk-produk yang berkaitan dengan hidup.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Gaya Hidup Hedonisme

Gaya hidup hedonis menurut Kotler (dalam Nurvitria, 2014) dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal:

a. Faktor Internal

Faktor internal yang mempengaruhi variabel gaya hidup hedonis di antaranya adalah:

1. Sikap, sikap sebagai pandangan perasaan dan kecenderungan bertindak suatu hal terhadap objek tertentu.

2. Pengalaman, pengalaman dapat diperoleh dari hasil interaksi manusia dengan lingkungannya dan dapat juga dari hasil belajar

3. Pengamatan, pengamatan seseorang dipengaruhi oleh pengalaman yang diperoleh dari semua tingkah lakunya pada masa lalu dan dapat dipahami melalui belajar.

4. Kepribadian, kepribadian adalah konfigurasi karakteristik individu dan cara berperilaku yang menentukan perbedaan perilaku dari setiap individu. Kepribadian seseorang akan mempengaruhi sikap dan perilaku orang tersebut.

5. Konsep diri, seseorang yang memiliki konsep diri positif tidak akan mudah untuk dipengaruhi oleh stimulus dari luar, tetapi apabila seseorang memiliki konsep diri negatif maka individu akan lebih mudah untuk dipengaruhi oleh stimulus dari luar

b. Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang mempengaruhi variabel gaya hidup hedonis  di antaranya adalah

1. Kelompok referensi, kelompok referensi adalah kelompok yang memberikan pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang. Interaksi individu dengan kelompok referensi dapat mempengaruhi perilaku hedonis individu tersebut.

2 .Keluarga, keluarga dapat menjadi pengaruh terhadap pengambilan keputusan untuk melakukan suatu tindakan hedonisme. Pola asuh orangtua akan membentuk suatu kebiasaan anak yang secara tidak langsung mempengaruhi pola hidupnya.

3. Kelas sosial, kelas sosial mengarah pada perbedaan status ekonomi dan sosial yang akan mempengaruhi perilaku dan gaya hidup.

4. Kebudayaan, kebudayaan meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh individu sebagai anggota masyarakat.

Ciri-ciri Gaya Hidup Hedonisme

Adapun ciri-ciri gaya hidup hedonis menurut Rahardjo dan Silalahi (dalam Bernatta, 2017) yaitu:

a) Memiliki pandangan gaya instan, elihat sesuatu perolehan harta dari hasil akhir bukan proses untuk membuat hasil akhir. Hal ini membawa ke arah sikap selanjutnya yaitu, melakukan rasionalisasi atau pembenaran dalam memenuhi kesenangan tersebut.

b) Menjadi pengejar modernitas fisik. Orang tersebut berpandangan bahwa memiliki barang- barang berteknologi tinggi adalah kebanggaan.

c) Memiliki relativitas kenikmatan di atas rata-rata yang tinggi. Relativitas ini berarti sesuatu yang bagi masyarakat umum sudah masuk ke tataran kenikmatan atau dapat disebut enak, namun baginya itu tidak enak. Memenuhi banyak keinginan- keinginan spontan yang muncul. Dalam penjabaran benteng penahan kesenangan yang sangat sedikit sehingga ketika orang menginginkan sesuatu harus segera dipenuhi.

d) Ketika mendapat masalah yang dia anggap berat muncul anggapan bahwa   dunia begitu membencinya.

e) Berapa uang yang dimiliki akan habis dan atau tersisa sedikit dengan skala uang yang dimiliki berada di hidup orang menengah dan tidak ada musibah selama memegang uang tersebut. Untuk masalah makanan saja begitu kompleks dan jenisnya banyak belum termasuk pakaian, rumah, barang-barang mewah, dsb.

Lebih lanjut Rahardjo dan Silalahi (dalam Bernatta, 2017) menerangkan ada beberapa bentuk ataupun karakteristik gaya hidup hedonis dikalangan remaja diantaranya:

a) Pada umumnya hidup dan tinggal di kota besar, dimana hal ini tentu saja berkaitan dengan kesempatan akses informasi, secara jelas akan mempengaruhi gaya hidup.

b) Berasal dari kalangan berada dan memiliki banyak uang karena banyaknya materi yang dibutuhkan sebagai penunjang gaya hidup.

c) Secara intens mengikuti perkembangan zaman/ trandy melalui majalah-majalah ataupun media sosial agar dapat mengetahui perkembangan zaman.

d) Umumnya memiliki penampilan yang modis dan dandy

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Pengertian, Faktor, dan Ciri-ciri Gaya Hidup Hedonisme Menurut Ilmu Psikologi. Semoga bermanfaat.
Universitas Psikologi
Universitas Psikologi Media belajar ilmu psikologi terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips psikologi terbaru hanya di universitaspsikologi.com | Mari kita belajar psikologi dengan cara yang menyenangkan.

Posting Komentar untuk "Pengertian, Faktor, dan Ciri-ciri Gaya Hidup Hedonisme Menurut Ilmu Psikologi"

Berlangganan via Email