Pengertian Deprivasi Relatif dan Aspek-aspek Deprivasi Relatif Menurut Para Ahli

Pengertian Deprivasi Relatif dan Aspek-aspek Deprivasi Relatif Menurut Para Ahli - Setiap manusia pernah mengalami kondisi dimana ia merasa kelompoknya tidak jauh lebih baik dari orang lain ataupun kelompok tertentu. Hal inilah yang menjadi topik pembahasan universitaspsikologi.com kali ini. Pada tulisan ini akan mengetahui apa itu deprivasi relatif dan aspek-aspeknya. Untuk lebih jelasnya tentang variabel deprivasi relatif ini mari kita bahas pada tulisan di bawah ini.

Pengertian Deprivasi Relatif

Brown (dalam Achmanto, 2012) mendefinisikan deprivasi relatif adalah keadaan psikologis dimana seseorang merasakan ketidakpuasan atau kesenjangan atau kekurangan yang subyektif pada saat keadaan diri dan kelompoknya dibandingkan dengan kelompok lain. Deprivasi bisa menimbulkan persepsi ketidakadilan yang muncul karena deprivasi akan mendorong  adanya ketidakpuasan. Contoh paling bagus adalah daerah transmigrasi dimana penduduk asli tinggal tidak jauh dari sana. Sepanjang kondisi ekonomi penduduk asli terhadap transmigran akan berjalan baik. Akan tetapi kondisi ekonomi pendatang menjadi lebih baik daripada penduduk asli , dan akan menimbulkan  prasangka dan berbagai gejolak lainnya.

Pada teori deprivasi relatif konsep ini yang dikemukakan oleh Stouffler menekankan pada pengalaman individu dan kelompok dalam kondisi kekurangan (deprivasi) dan ‘kurang beruntung’ (disadvantage). Dan selanjutnya konsep ini dikembangkan oleh Davis dan didefinisikan sebagai persepsi terhadap adanya perbedaan (discrepancy) antara kenyataan dengan harapan atau keinginan.
Pengertian Deprivasi Relatif dan Aspek-aspek Deprivasi Relatif Menurut Para Ahli
Deprivasi Relatif
Baca juga: Teori Followership Menurut Para Ahli
Gurr (dalam Dayaksini, 2009) juga mendefinisikan deprivasi relatif merupakan ketikaadanya kesenjangan yang terjadi dan dipersepsikan antara nilai harapan (value expectation) dan nilai emampuan (value ability). Nilai (value) adalah peristiwa atau kejadian, obyek, dan kondisi yang diperjuangkan orang. Gurr membedakan tiga macam nilai, yaitu kesejahteraan, kekuasaan dan nilai-nilai intrapersonal. Menurut Gurr faktor  penyebab yang paling dasar terjadinya tindakan kekerasan masa, politik, revolusi adalah timbulnya ketidakpuasan sebagai akibat adanya penghayatan atau persepsi mengenai sesuatu yang hilang yang disebut deprivasi relatif. Selain itu, Walker & Smith (dalam Sukmana, 2016) mengatakan bahwa deprivasi relatif adalah suatu pengalaman dari seseorang yang merasakan kekurangan sesuatu pedahal dia meyakini bahwa sesuatu tersebut berhak untuk didapatkannya (dimilikinya). Sedangkan Schaefer (dalam Sukmana, 2016) mendefinisikan deprivasi relatif sebagai suatu pengalaman sadar tentangperbedaan negatif antara harapan dengan kenyataan yang ada.

Dari beberapa definisi deprivasi relatif yang telah dikemukakan para ahli, peneliti menyimpulkan bahwa deprivasi relatif merupakan terjadinya kesenjangan antara nilai harapan dan nilai kemampuan yang dialami oleh seseorang. Dan orang tersebut akan merasa kehilangan akibat tidak tercapainya suatu harapan dan orang akan mengalami ketidakpuasan dalam hidupnya.

Aspek-aspek Deprivasi Relatif

Gur (dalam Dayaksini, 2009) menyatakan bahwa deprivasi relatif adalah sinonim frustasi. Menurutnya ada tiga jenis deprivasi yaitu:

a. Decremental Deprivation

Decremental Deprivation adalah kehilangan tentang apa yang dipikirkan orang bahwa itu seharusnya mereka miliki. Mereka mengalami deprivasi ini dengan menunjuk pada kondisi masa lalu yang dialaminya. Beragam situasi yang mungkin dapat menyebabkan deprivasi ini, misalnya depresi atau resesi ekonomi, pemberlakuan aturan, kemunduran pada sejumlah kesempatan yang ada (seperti tenaga kerja yang tidak tampil cakap dalam suatu masyarakat yang meningkat teknologinya). Sehingga banyak orang yang menderita reduksi status, kesulitan ekonomi dan perasaan tidak aman. Dengan demikian dapat dikatakan decremental deprivation adalah ketika “value expectations” dan “value capabilities” menurun sehingga terdapat jarak antara kedua value itu yang makin lama makin besar. Bentuk-bentuk dari decramental deprivation yaitu seseorang mengalami berbagai macam keadaan, contohnya:

1) Depresi

Akibat harapan yang tidak pernah terpenuhi sehingga merasa kecewa dan berujung mengalami depresi

2) Resesi Ekonomi

Keadaan seseorang mengalami kesulitan ekonomi sehingga mengalami kemiskinan

3) Pemberlakuan aturan

Adanya pemberlakuan aturan mengakibatkan seseorang terbatas untuk berekspresi dan dibatasi untuk melakukan aktivitas yang berlebihan.

4) Perasaan tidak aman

Perasaan yang timbul dari dalam diri seseorang akibat dari lingkungan yang menunjukkan rasa tidak aman. Misalnya, terjadi persaingan dalam dunia kerja, permusuhan dalam satu lingkungan, lingkungan yang sering dijadikan ajang perang.

b. Aspirational Deprivation

Aspirational Deprivationyaitu jika jarak antara kedua value terjadi kedua values yang tadinya berjalan sejajar pada suatu saat tertentu tidak lagi sejajar dengan meningkatnya “values expextation” sedangkan “values capabilities” tetap. Dalam situasi ini orang merasa kehilangan. Tetapi mereka merasa marah karena tidak memiliki alat / sarana untuk memperoleh harapan yang baru atau intensif. Harapan-harapan itu dapat berbentuk :

1) Meningkatnya harapan tentang beberapa komoditas dalam persediaan  yang terbatas (komoditas itu bisa dalam bentuk barang, kebebasan pribadi, atau rasa ketidakadilan)

2) Harapan mengenai beberapa nilai baru yang sebelumnya tidak pernah mereka miliki, misalnya partisipasi dalam dunia kerja atau kesamaan kelas sosial atau komitmen untuk melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak mereka pikirkan.

c. Progressive Deprivation

Progressive deprivationyaitu deprivasi yang dimulai dengan kenaikan kedua values secara bersama-sama, tetapi pada suatu saat “values expectation” terus meningkat sedangkan “values capabilities” justru menurun sehingga terjadi jarak antara dua values yang makin lama makin besar.

Dari beberapa bentuk deprivasi relatif dapat disimpulkan bahwa terjadi kesenjangan antara nilai harapan dan nilai kemampuan yang dialami  seseorang, dan orang tersebut akan merasa kehilangan akibat tidak tercapainya suatu harapan dan orang akan mengalami ketidakpuasan dalam hidupnya. Beberapa teori diatas deprivasi relatif tidak terlepas dari self esteem (harga diri) seseorang yang mempengaruhi keadaan deprivasi relatif untuk self esteem lebih bersifat individual dan untuk deprivasi relatif lebih bersifat kelompok.

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Pengertian Deprivasi Relatif dan Aspek-aspek Deprivasi Relatif Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat.

Berlangganan artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengertian Deprivasi Relatif dan Aspek-aspek Deprivasi Relatif Menurut Para Ahli"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel