Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teori Kepuasan Kerja Lengkap dengan Dimensi (Aspek) dan Faktornya

Teori Kepuasan Kerja Lengkap dengan Dimensi (Aspek) dan Faktornya - Mengapa perusahaan mampu berkembangan dan bisa menjadi besar? Hal tersebut salah satunya adalah kepuasan kerja. Kita ambil contoh orang yang hobi menulis akan sangat senang mendapatkan pekerjaan menulis, sebagai contoh wartawan yang hobinya menulis berita, begitu pun peneliti, dan lain sebagainya. Kesenangan tersebut didasari oleh kepuasan individu terhadap pekerjaan yang dilakukannya, bisa dikatakan hal tersebut berdasarkan faktor personal individu tersebut. Terkait dengan kepuasan kerja universitaspsikologi.com akan membahas hal tersebut di bawah ini.
Teori Kepuasan Kerja Lengkap dengan Dimensi (Aspek) dan Faktornya
Teori Kepuasan Kerja
Baca juga: Pengertian Resiliensi dan Kegunaannya Untuk Kesehatan Mental

Pengertian Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja menurut Handoko (dalam Muayyad, 2016) adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Ini nampak dalam sikap positip karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya. 

Sementara itu menurut Hasibuan (dalam Muayyad, 2016) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja Marliani (dalam Wahyuni, 2017).

Kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual karena setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan system nilai-nilai yang berlaku dalam diri setiap individu Yuniar (dalam Wahyuni, 2017).

Kepuasan kerja menjadi penting dalam sebuah organisasi karena kepuasan kerja memberikan dampak positif terhadap efektifitas organisasi. Kepuasan kerja mencegah munculnya perilaku menyimpang di tempat kerja seperti pembentukan serikat pekerja, pergaulan tidak pantas, dan kelambanan. Karyawan yang puas cenderung berbicara secara positif tentang organisasi, membantu individu lain, dan melebihi harapan normal dalam pekerjaan mereka.

Robbins (dalam Syaidarman, 2017) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai suatu sikap umum terhadap pekerjaan seseorang, selisih antara banyaknya ganjaran yang diterima seorang pekerja dan banyaknya yang mereka yakini seharusnya mereka terima.

Berdasarkan beberapa definisi tersebut di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kepuasan kerja merupakan adalah emosi karyawan terhadap sebuah perkerjaan yang dikerjakanya, baik perkerjaan yang disukai atau tidak disukai.

Dimensi Kepuasan Kerja

Locke (dalam Luthans, 2005) menyatakan ada lima dimensi yang mewakili karakteristik terpenting yang berkaitan dengan kepuasan kerja  yaitu sebagai berikut:

a. Pekerjaan itu sendiri, dalam hal dimana pekerjaan memberikan tugas yang menarik, kesempatan untuk belajar, dan kesempatan untuk menerima tanggung jawab.
b. Gaji, sejumlah upah yang diterima dang tingkat dimana hal ini bisa dipandang sebagai hal yang dianggap pantas dibandingkan orang lain dalam organisasi.
c. Promosi, kesempatan untuk maju dalam organisasi.
d. Pengawasan, kemampuan penyelia untuk memberikan bantuan teknis dan dukungan perilaku.
e. Rekan Kerja, tingkat dimana rekan kerja pandai secara teknis dan mendukung secara sosial.

Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dimensi dari kepuasan kerja terdiri dari pekerjaan itu sendiri, gaji, promosi, pengawasan dan rekan kerja.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja

Menurut Hasibuan (dalam Rizky, 2014) faktor kepuasan kerja terbagi menjadi 3, yaitu:

a. Kepuasan terhadap perkerjaan

Perkerjaan yang tidak menarik dan tidak lagi menuntut imajinasi, inovasi dan kreatifitas dalam perkerjaanya merupakan salah satu sumber kebosanan. Karyawan cenderung menyukai dengan perkerjaan-perkerjaan yang memberi mereka kesempatan untuk mengunakan keterampilan dan kemampuan mereka dan menawarkan beragam tugas, kebebasan dan umpan balik mengenai betapa baiknya perkerjaan mereka. Hal ini merupakan kepuasankaryawan terhadap tugas atau beban kerja yang diberikan kepadanya.

b. Kepuasan kepada sistem penghargaan

Kepuasan kepada sistem perkerjaan dikaitkan dengan beberapa hal yaitu:

1).   Pengupahan dan penggajian

Gaji adalah balas jasa yang harus dibayar secara periodik kepada karyawan tetap serta mempunyai jaminan pasti, sedangkan upah adalah balas jasa yang dibayarkan kepada perkerja harian dengan berpedoman atas perjanjian yang disepakati. bila kompensasi dalam bentuk gaji dan upah diberikan secara benar, para karyawan akan terpuaskan dan termotivasi untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi.

2).   Promosi

Promosi merupakan proses pemindahan karyawan dari satu jabatan lain yang lebih tinggi. dengan demikian, promosi akan selalu diikuti tugas, tanggung jawab dan wewenang yang lebih tinggi. promosi juga mempunyai nilai lain karena promosi merupakan pengakuan terhadap kinerja karyawan.

c. Kepuasan terhadap kondisi kerja

Kondisi kerja sangat berpengaruh terhadap semangat kerja dan gairah kerja dalam melaksanakan tugas. Kondisi yang menyenangkan akan mendorong seseorang untuk berkerja lebih giat. Kondisi kerja yang tidak terbatas hanya pada kondisi kerja di tempat perkerjaan masing-masing seperti nyamanya tempat kerja, ventilasi yang cukup, penerangan lampu yang memadai. kebersihan tempat perkerjaan, keamanan dan lainya.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja yaitu kerja yang secara mental menantang, ganjaran yang pantas, kondisi kerja yang mendukung, rekan sekerja yang mendukung, kesesuaian antara kepribadian-pekerjaan, pemenuhan kebutuhan, perbedaan, pencapaian nilai, keadilan, dan komponen genetik.

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Teori Kepuasan Kerja Lengkap dengan Dimensi (Aspek) dan Faktornya. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka

  • Luthans, Fred. (2005) Perilaku Organisasi. Yogyakarta. Perpustakaan Nasional
  • Rizky, Poundra Afrizal. (2014). “Pengaruh Konflik Kerja Dan Stres Kerja
  • Syaidarman, Andri. (2017) “Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Kepuasan Kerja Di Dinas Koperasi Perindustrian Dan Perdagangan Kota Bukittinggi” Jurnal Psikologi. Universitas Putra Iandonesia.
  • Universitas Psikologi: https://www.universitaspsikologi.com/2020/01/teori-kepuasan-kerja-lengkap.html
  • Muayyad, Deden Misbahudin. (2016) “Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Bank Syariah X Kantor Wilayah II”. Jurnal Manajemen Dan Pemasaran Jasa. Universitas Trisakti. Volume 9 No 1 Tahun 2016
  • Wahyuni, Sari susanti. (2017). “Hubunbgan Antara Leader Member Exchange Dengan  Kepuasan Kerja Karyawan PT.Panti Kosmetika Baru Di By Pass Padang”. Jurnal Psikologi. Universitas Putra Iandonesia.
Universitas Psikologi
Universitas Psikologi Media belajar ilmu psikologi terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips psikologi terbaru hanya di universitaspsikologi.com | Mari kita belajar psikologi dengan cara yang menyenangkan.

Posting Komentar untuk "Teori Kepuasan Kerja Lengkap dengan Dimensi (Aspek) dan Faktornya"

Berlangganan via Email