Teori dan Aspek-aspek Beban Kerja Menurut Para Ahli

Teori dan Aspek-aspek Beban Kerja Menurut Para Ahli -  Perusahaan yang baik selalu memberikan beban kerja sesuai dengan kemampuan dan akan memberikan  imbalan yang sesuai untuk karyawannya. Hal itu dilakukan karyawan agar kepuasan karyawan tercapai. Beban kerja akan selalu berhubungan dengan tugas yang harus diselesaikan karyawan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Oleh karena itu universitaspsikologi.com akan menjelaskan hal terkait beban kerja, variabel ini akan kita temukan jika kita membaca buku-buku yang berhubungan dengan psikologi industri dan organisasi atau biasa disebut (PIO), untuk lebih jelasnya silahkan disimak tulisan ini.
Teori Beban Kerja
Beban Kerja Menurut Para Ahli
Baca juga: Aspek-aspek Kinerja Menurut Para Ahli

Pengertian Beban Kerja

Permendagri No. 12/2008 (dalam Agripa, 2013) menyatakan bahwa beban kerja adalah besaran pekerjaan yang harus dipikul oleh suatu jabatan/unit organisasi dan merupakan hasil kali antara volume kerja dan norma waktu. Jika kemampuan pekerja lebih tinggi daripada tuntutan pekerjaan, akan muncul perasaan bosan. Namun sebaliknya, jika kemampuan pekerja lebih rendah daripada tuntutan pekerjaan, maka akan muncul kelelahan yang lebih. Beban kerja yang dibebankan kepada karyawan dapat dikategorikan kedalam tiga kondisi, yaitu beban kerja yang sesuai standar, beban kerja yang terlalu tinggi (over capacity) dan beban kerja yang terlalu rendah (under capacity).

Everly dan Girdano (dalam Ashar, 2008) menambahkan kategori lain dari beban kerja yaitu kombinasi dari beban berlebih kuantitatif dan kualitatif. Kategori ini biasanya di temukan pada kedudukan manajemen, disemua taraf dari industri  penjualan dan di usah-usaha wirausaha (entrepreneurial endeavors).

Menurut Everly dkk,  (dalam Putra & Prihatsanti, 2016) mengatakan bahwa beban kerja adalah keadaan ketika pekerja dihadapkan pada tugas yang harus diselesaikan tepat waktu. Menurut Riggio (dalam Purbaningrat & Surya, 2015) menyatakan beban kerja adalah tugas-tugas pekerjaan yang menjadi sumber stress seperti pekerjaan mengharuskan bekerja dengan cepat, menghasilkan konsentrasi dari stress kerja.

Menurut Menpan (dalam Dhania, 2010) pengertian beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu yang tertentu. Beban kerja menurut Tarwaka (dalam Tjiabrata dkk, 2017) adalah suatu kondisi dari pekerjaan dengan uraian tugasnya harus diselesaikan pada batas waktu tertentu.

Menurut Manuaba (dalam Dewi, 2013) setiap pekerjaan merupakan beban bagi pelakunya. Beban tersebut tergantung bagaimana orang tersebut bekerja sehingga disebut beban kerja. Jadi defenisi beban kerja adalah kemampuan tubuh manusia dalam menerima pekerjaan. Berdasarkan sudut pandang ergonomik, setiap beban kerja yang diterima seseorang harus sesuai dan seimbang baik terhadap kemampuan fisik, kemampuan kognisi maupun keterbatasan manusia yang menerima beban tersebut. Beban dapat berupa beban fisik maupun beban mental. Beban kerja fisik dapat berupa beratnya pekerjaan seperti merawat,mengangkut, mengangkat, dan mendorong. Sedangkan beban kerja mental dapat berupa sejauhmana tingkat keahlian dan prestasi kerja yang dimiliki individu dengan individu lainnya.

Menurut Gartner (dalam menurut Gawron, 2008) beban kerja ditetapkan sebagai bagian dari tuntutan tugas, sebagai usaha, dan sebagai aktivitas atau pencapaian. Menurut Azad Marni (dalam Gowron, 2008) beban kerja adalah tuntutan tugas (tas load) adalah tujuan yang ingin dicapai dan waktu yang diizinkan untuk melakukan tugas dan tingkat kinerja yang tugasnya harus diselesaikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi usaha yang dikeluarkan adalah informasi dan peralatan yang disediakan, keterampilan dan pengalaman subjek, stategi yang diadopsi, dan rangsangan emosional terhadap situasi. Defenisi ini menyediakan tautan yang dapat di uji antara beban tugas dan beban kerja.

Menurut Soeprihanto (dalam Oktaviana, 2016) berpendapat bahwa beban kerja adalah sekumpulan kegiatan yang harus diselesaikan oleh organisasi atau pemegang jabatan dalam waktu tertentu. Menurut Mangkuprawira (dalam Oktaviana, 2016) menyatakan bahwa apabila sebagian besar pegawai bekerja sesuai dengan standar perusahaan, maka tidak jadi masalah. Beban kerja yang diberikan oleh perusahaan akan dipersepsikan berbeda-beda oleh para karyawannya. Beban kerja akan dirasakan pada individu yang kurang memiliki kemampuan dibidang kerja yang sedang ditekuni atau banyaknya pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan tepat waktu.

Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa beban kerja adalah suatu kondisi dimana individu harus menyelesaikan pekerjaannya dengan batas waktu yang telah ditentukan. Beban kerja juga berdasarkan kemampuan dari tubuh individu tersebut dalam menerima pekerjaan.

Aspek-aspek Beban Kerja

Menurut Gowron (2008) aspek beban kerja terbagi atas 3 yaitu:

a. Beban waktu

  1. Sering memiliki waktu luang, intrupsi atau kegiatan yang terjadi dengan jarang atau tidak sama sekali.
  2. Sesekali memiliki waktu luang, intrupsi atau kegiatan yang sering terjadi.
  3. Hampir tidak pernah memiliki waktu luang, intrupsi atau kegiatan yang sering atau terjadi di setiap waktu.

b. Mental beban usaha

  1. Sangat sedikit kesadaran mengenai mental usaha atau membutuhkan konsentrasi kegiatan secara otomatis, memerlukan sedikit atau tidak membutuhkan perhatian.
  2. Kesadaran usaha mental yang sedang atau membutuhkan konsentrasi, kerumitan atas aktivitas yang sedang disebabkan oleh ketidakpastian dan tidak dapat diprediksi atau ketidakramahan dan membutuhkan perhatian yang besar.
  3. Mental usaha yang luas dan konsentrasi adalah suatu kebutuhan. Kegiatan yang sangat komplek serta membutuhkan perhatian yang total.

c. Beban tekanan psikologi

  1. Sedikit kebingungan, resiko, frustasi atau memiliki kecemasan dan bisa dengan mudah di tempuh.
  2. Sedang stress karena kebingungan, frustasi, kecemasan terlihat jelas menambah beban kerja. Kompensansi yang signifikan diperlukan untuk mempertahankan kinerja yang memadai.
  3. Stres yang sangat tinggi karena kebingungan, frustasi atau kecemasan. Memerlukan tekat yang tinggi dan kontrol diri.

Menurut Ambar (dalam Apriani dkk, 2013) aspek-aspek dalam beban kerja adalah:

a. Aspek tugas-tugas yang harus dikerjakan
apakah tugas tersebut relevan dengan kemampuan dan kompetensi si karyawan apabila tugas yang diterima seorang karyawan berbeda dengan kemampuan dan kompetensi dasar yang dimiliki karyawa, maka karyawan akan merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas tersebut dan hasilnya tidak akan maksmal.

b. Aspek seorang atau sekelompok orang yang mengerjakan tugas-tugas tersebut
Apakah orang atau sekelompok orang yang mengerjakan tugas tersebut mendapatkan dukungan dari lingkungan dan fasilitas sekita guna menyelesaikan tugas yang dikerjakannya dengan dukungan yang baik, maka hasil pengerjaannya pun akan maksimal.

c. Aspek waktu yang digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut
Apakah waktu yang diberikan sesuai dengan bobot pekerjaan yang diterima oleh seseorang karyawan, ketidakseimbangan bobot kerja dengan waktu kerja akan menyebabkan beban kerja yang tinggi dan karyawan akan mengalami stress kerja.

d. Aspek keadaan atau kondisi normal pada saat tugas-tugas tersebut dikerjakan
Apakah tugas yang dibebankan kepada seorang karyawan telah dikerjakan dengan baik dan sesuai dengan prosedur kerja yang semestinya dilakukan oleh seorang karyawan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Beban Kerja

Secara umum hubungan beban kerja dan kapasitas kerja menurut Tarwaka (dalam Astianto & Suprihhadi, 2014) dipengaruhi oleh beberapa faktor yang sangat komplek, baik faktor internal maupun faktor eksternal.

a. Faktor eskternal

Faktor eksternal yang berpengaruh terhadap beban kerja adalah beban yang berasal dari luar tubuh karyawan. Yang termasuk beban kerja eksternal adalah:
  • Tugas yaitu yang dilakukan bersifat fisik seperti beban kerja, stasiun kerja, alat dan sarana kerja, kondisi atau medan kerja, alat bantu kerja dan lain-lain.
  • Organisasi yang terdiri dari lamanya waktu kerja, waktu istirahat, kerja bergilir, dan lain-lain
  • Lingkungan kerja yang meliputi suhu, intensitas penerangan, debu, hubungan karyawan dengan karyawan dan sebagainya.

b. Faktor internal

Faktor internal yang berpengaruh terhadap beban kerja adalah factor yang berasal dari dalam tubuh sendiri sebagai akibat adanya reaksi dari beban kerja eksternal. Reaksi tubuh tersebut dikenal sebagai strain. Berat ringannya strain dapat dinilai baik secara objektif maupun subjektif. Penilaiam secara objektif melalui perubahan reaksi psikologis dan perubahan perilaku. Karena itu strain secara subjektif berkaitan erat dengan harapan, keinginan, kepuasan dan penilaian subjektif  lainnya. Secara lebih ringkas factor internal meliputi:

1. Faktor somatic
Meliputi jenis kelamin, umur, ukuran tubuh, kondisi kesehatan, status gizi.

2. Faktor psikis
Terdiri dari motivasi, persepsi, kepercayaan, keinginan dan kepuasan.


Jenis Beban Kerja

Dalam Dewi (2013) mengatakan bahwa setiap pekerjaan apapun jenisnya apakah pekerjaan tersebut otot atau pemikiran, merupakan beban bagi pelakunya. Beban ini dapat berupa beban fisik, beban mental, ataupun beban sosial sesuai dengan jenis pekerjaan si pelaku. Masing-masing orang memiliki kemampuan yang berbeda dalam hubungannya dengan beban kerja. Ada orang yang lebih cocok untuk menanggung beban fisik, tetapi ada orang lain akan lebih cocok melakukan pekerjaan yang lebih banyak pada beban mental atau sosial. Adapun jenis beban kerja sebagai berikut:

a. Beban kerja mental atau psikologis

Kerja mental adalah kondisi kerja dimana informasi yang masih harus diproses di dalam otak. Kerja mental meliputi kerja otak dalam pengertian sempit dan pemrosesan informasi. Kerja otak dalam pengertian sempit adalah proses berfikir yang memerlukan kreatifitas, misalnyaa membuat mesin, membuat rencana produksi, mempelajari file dan menulis laporan. Beban kerja mental yaitu selisih antara tuntutan beban kerja dari suatu tugas dengan kapasitas maksimum beban mental seseorang dalam kondisi termotivasi. Aspek psikologis dalam suatu pekerjaan berubah setiap saat. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan aspek psikologis dapat berasal dari dalam diri sendiri (internal) atau dari luar (eksternal). Baik faktor internal maupun eksternal sulit dilihat dari kasat mata sehingga dalam pengamatan hanya dilihat dari hasil pekerjaan atau faktor yang dapat diukur secara obyektif ataupun dari tingkah laku dan penuturan pekerja yang dapat diidentifikasi.

b. Beban kerja fisiologis

Secara umum yang berhubungan dengan beban kerja dan kapasitas kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor yang sangat kompleks, baik faktor eksternal maupun internal. Setiap pekerjaan merupakan beban bagi yang bersangkutan. Beban tersebut dapat berupa beban fisik atau mental penilaian beban kerja fisik dapat dilakukan dengan dua metode yaitu secara obyektif (penelitian secara langsung) dan metode tidak langsung. Seorang tenaga kerja mempunyai kemampuan berbeda dalam hubungannya dengan beban kerja. Ada beberapa macam definisi beban nkerja, yang pertama beban kerja adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh tubuh manusia dan berat rigannya beban kerja sangat mempengaruhi konsumsi, yang kedua beban kerja adalah beban yang diterima pekerja untuk menyelesaikan pekerjaannya seperti mengangkat, mendorong, berlari, dan mencangkul dan memerlukan energi yang dihasilkan dari proses pembakaran.

Indikator Beban Kerja

Menurut putra (dalam Artadi, 2016) indikator beban kerja meliputi:

a. Target yang harus dicapai

pandangan individu mengenai besarnya target kerja yang diberikan untuk menyelesaikan pekerjaannya, misalnya untuk menggiling, melinting, mengepak dan mengangkut. Pandangan mengenai hasil kerja yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu.

b. Kondisi pekerjaan

Mencakup tentang bagaimana pandangan yang dimiliki oleh individu mengenai kondisi pekerjaannya, misalnya mengambil keputusan dengan cepat pada saat pengerjaan barang, serta mengatasi kejadian yang tak terduga seperti melakukan pekerjaan ekstra diluar waktu yang telah ditentukan.

c. Standar pekerjaan

Kesan yang dimiliki oleh individu mengenai pekerjaannya, misalnya perasaan yang timbul mengenai beban kerja yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu.

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Teori dan Aspek-aspek Beban Kerja Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka

  • Dewi. 2013. “Hubungan Antara Persepsi Terhadap Beban Kerja Dengan Komitmen Organisasi Karyawan Divisi Pelaksana Produksi PT. Solo Kawistara Garmindo”. Skripsi. Semarang: Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang
  • Dhania. 2010. “Pengaruh Stress Kerja, Beban Kerja Terhadap Kepuasan  Kerja (Studi Pada Medical Representatif di Kota Kudus)”. Jurnal Psikologi: Universitas Maria Kudus Vol. 1 No.1 Desember 2010
  • Universitas Psikologi: https://www.universitaspsikologi.com/2020/01/teori-dan-aspek-aspek-beban-kerja.html
  • Gowron. 2008. “Human Performance Workload and Situational Awarness Measures”. Handbook : Internasional Standard Book Number-13 : 978-1-4200-6450-6. Ebook
  • Putra & Prihatsanti.2016.”Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dengan Intensi Tunover Pada Karyawan di PT X”.Jurnal Empati : Fakultas    Psikologi Universitas Diponegoro. Vol.5.303-307
  • Tjiabrata. 2017. “Pengaruh Beban Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Sabar Ganda Manado”. Jurnal EMBA : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Manajemen Universitas Sam Ratulangi. ISSN 2303-1174

Berlangganan artikel terbaru via email:

0 Response to "Teori dan Aspek-aspek Beban Kerja Menurut Para Ahli"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel