Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Kualitas Hidup dan Dimensi-dimensi Quality Of Life Menurut Para Ahli

Pengertian Kualitas Hidup dan Dimensi-dimensi Quality Of Life Menurut Para Ahli - Mengapa kualitas hidup sangat penting? Kualitas hidup (quality of life) merupakan sudut pandang individu terhadap keadaannya dalam kehidupan. Jadi bisa diartikan kualitas hidup ialah persepsi seseorang mengenai dirinya di dalam lingkungannya. Kualitas hidup individu yang baik akan memicu dampak positif bagi dirinya maupun orang disekitarnya. Banyak elemen yang terkandung agar terciptanya suatu kualitas hidup yang dimiliki oleh individu, maka dari itu universitaspsikologi.com tertarik untuk membahas seperti apa saja kajian dalam variabel kualitas hidup ini. Langsung saja, pada tulisan dibawah ini telah dirangkum pembahasan tersebut.
Kualitas Hidup (Quality of Life)
Baca juga: Kepercayaan Diri Sebagai Modal Agar Individu Maju

Pengertian Kualitas Hidup

Quality of life adalah suatu terminologi yang menunjukkan tentang kesehatan, fisik, sosial dan emosi seseorang serta kemampuannya melaksanakan tugas sehari-hari (Cummins dalam Imanda, 2016). Kualitas hidup didefinisikan sebagai kondisi hidup yang baik yang bersama-sama dengan kesejahteraan subjektif positif (Zapf dalam Noll, 2012). Kualitas hidup didefinisikan sebagai hubungan antara dua elemen subjektif atau berbasis manusia dan satu set keadaan obyektif (Noll, 2012).

Kualitas hidup adalah persepsi individu terhadap posisi mereka dalam kehidupan, dalam konteks budaya, dan nilai dimana mereka hidup dan dalam hubungannya dengan tujuan hidup, harapan, standard dan perhatian (Putri, 2014). Menurut Polonsky (dalam Putri, 2014) kualitas hidup adalah perasaan individu tentang kesehatan dan kesejahteraannya dalam area yang luas meliputi fungsi fisik, fungsi psikologis dan fungsi sosial.

Menurut World Health Organization (dalam Setyaningsih, Setiyawan dan Saelan, 2017) kualitas hidup menurut adalah persepsi seseorang dalam konteks budaya dan norma sesuai dengan tempat hidup orang tersebut berkaitan dengan tujuan, harapan, standar dan kepedulian selama hidupnya. Kualitas hidup adalah persepsi individu dalam kemampuan, keterbatasan, gejala serta sifat psikososial hidupnya dalam konteks budaya dan sistem nilai untuk menjalankan peran dan fungsinya (World Health Organization, Murphy dan Zadeh dalam Nurchayati, 2016). Kualitas hidup adalah perbedaan antara apa yang seharusnya dan apa yang ada di dalam masyarakat, perbedaan antara tujuan dan status penilaian (Schwab dalam Massam, 2012).

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kualitas hidup adalah persepsi atau pandangan subjektif individu terhadap kehidupannya dalam konteks budaya dan nilai yang dianut oleh individu dalam hubungannya dengan tujuan personal, harapan, standar hidup dan perhatian yang mempengaruhi kemampuan fisik, psikologis, tingkat kemandirian, hubungan sosial dan lingkungan.

Kebutuhan yang Menentukan Kualitas Hidup

Menurut Hunt and McKenna (dalam Juczynski, 2016) kebutuhan yang menentukan kualitas hidup, yaitu:

a. Makan, minum, tidur, aktivitas, seks, menghindari rasa sakit, kehangatan, keamanan, tidak adanya kecemasan dan stabilitas.

b. Cinta, kontak fisik, keintiman, berkomunikasi, saling berbagi pengalaman, bekerja menuju tujuan bersama.

c. Rasa ingin tahu, menjelajahi dunia, persetujuan, rasa hormat, perasaan kegunaan, harga diri, profesionalisme, kekuasaan, kemandirian dan kebebasan.

d. Aktualisasi diri.

Komponen Kualitas Hidup

Menurut Cummins (dalam Veenhoven, 2016) ada tujuh komponen dalam kualitas hidup, yaitu:

a. Kesejahteraan materi
Diukur berdasarkan pendapatan, kualitas rumah dan harta benda.

b. Kesehatan
Diukur dengan jumlah cacat dan konsumsi medis.

c. Produktivitas
Diukur dengan kegiatan dalam pekerjaan, pendidikan dan rekreasi.

d. Keintiman
Kontak dengan teman dekat dan ketersediaan dukungan.

e. Keselamatan
Keamanan yang dirasakan di rumah, kualitas tidur dan mengkhawatirkan.

f. Tempat di komunitas
Kegiatan sosial, tanggung jawab, diminta untuk saran.

g. Kesejahteraan emosional
Kesempatan untuk melakukan atau memiliki hal-hal yang diinginkan dan kenikmatan hidup.

Dimensi Kualitas Hidup

  1. Menurut Michalos (dalam Juczynski, 2016) ada enam dimensi dalam kualitas hidup, yaitu:
  2. Apa yang mereka miliki saat ini dan apa yang ingin mereka miliki.
  3. Apa yang mereka miliki saat ini dan apa yang harus mereka miliki dalam situasi yang ideal.
  4. Apa yang tersedia dilingkungan mereka untuk pencapaian tujuan mereka dan apa yang diperlukan untuk pencapaian mereka.
  5. Kualitas hidup mereka saat ini dan kualitas terbaik di masa lalu.
  6. Apa yang mereka miliki dan apa yang dimiliki orang lain (terutama mereka yang menjadi titik acuan bagi mereka).
  7. Sejauh mana kualitas pribadi mereka sesuai dengan persyaratan oleh lingkungan mereka.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup

Menurut Juczynski (2016) ada dua faktor yang mempengaruhi kualitas hidup, yaitu:

a. Faktor internal, mengacu pada ciri-ciri pribadi dan keterampilan tertentu yang memungkinkan manusia untuk mengambil tindakan individu, otonom,

b. Faktor eksternal, mengacu pada kondisi lingkungan hidup individu.

Siegrist and Junge (dalam Juczynski, 2016) ada tiga faktor yang mempengaruhi kualitas hidup, yaitu:

a. Faktor fisik seperti kecacatan dan rasa sakit.

b. Faktor psikologis seperti suasana hati, tingkat kecemasan dan depresi.

c. Faktor sosial seperti tingkat isolasi dari lingkungan, peluang untuk melakukan peran sosial.

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Pengertian Kualitas Hidup dan Dimensi-dimensi Quality Of Life Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka

  • Imanda, Raisa. N. (2016). Strategi Peningkatan Quality of Urban Life (QoUL) dengan Pertimbangan Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Kota Tempat Tinggal. Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2016.
  • Juczynski, Zygfryd. (2016). Health Related Quality Of Life: Theory And Measurement. Acta Universitatis Lodziensis Folia Psychologica. Health Psychology Department.
  • Massam, Bryan. H. (2012). Review Quality Of Life: Public Planning And Private Living. Department of Geography and Division of Social Science Toronto.
  • Noll, Heinz-Herbert. (2012). Social Indicators And Quality Of Life Research: Background, Achievements And Current Trends. Advances In Sociological Knowledge Over Half A Century. Paris: International Social Science Council. Published In: Genov, Nicolai Ed 2012.
  • Nurchayati, Sofiana. (2016). Hubungan Kecemasan Dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis. Jurnal Keperawatan Jiwa Volume 4, No. 1, Mei 2016; 1-6.
  • Putri, Dewi. E., Erwina, Ira dan Wenny, Bunga. P. (2014). Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Diwilayah Kerja Puskesmas Pauh Padang. Jurnal Fakultas Keperawatan Universitas Andalas Padang.
  • Setyaningsih, Endang., Setiyawan dan Saelan. (2017). Hubungan Kecemasan Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Di Panti Wredha Dharma Bhakti Kasih Surakarta. Jurnal Prodi Sarjana Keperawatan STIKes Kusuma Husada Surakarta.
Universitas Psikologi
Universitas Psikologi Media belajar ilmu psikologi terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips psikologi terbaru hanya di universitaspsikologi.com | Mari kita belajar psikologi dengan cara yang menyenangkan.

Posting Komentar untuk "Pengertian Kualitas Hidup dan Dimensi-dimensi Quality Of Life Menurut Para Ahli"

Berlangganan via Email