Problem Focused Coping: Pengertian, Bentuk-bentuk, dan Faktor Coping


Problem Focused Coping: Pengertian, Bentuk-bentuk, dan Faktor Coping - Permasalahan yang dialami setiap individu pasti ada jalan keluarnya. Proses individu dalam mencari jalan keluar dan mengeksekusinya dapat diartikan sebagai proses coping. Lalu apa itu coping? Gambaran umum mengenai coping ialah bagaimana suatu individu dapat menyelesaikan masalahnya dan tidak larut ke dalam masalahnya. Ingin tahu seperti apa problem focused coping silahkan disimak tulisan di bawah ini.

Pengertian Coping

Strategi yang digunakan individu dalam mengatasi masalah tuntutan-tuntutan yang dapat mendatangkan masalah, yang dihadapinya sering disebut coping. Menurut Lazarus & Folkman (dalam Sarafino, 2011) coping adalah suatu proses individu mencoba untuk mengatur kesenjangan persepsi antara tuntutan situasi yang menekan dengan kemampuan mereka dalam memenuhi tuntutan tersebut. Menurut Snyder & Dinoff (dalam Lopez, 2009) coping didefinisikan tanggapan yang ditunjukkan untuk mengurangi beban fisik, emosional, dan psikologi individu yang terkait dengan peristiwa kehidupan yang penuh dengan  stress dalam kesehariannya.
Problem Focused Coping: Pengertian, Bentuk-bentuk, dan Faktor Coping
Problem Focused Coping - Penyelesaian Masalah
Baca juga: Aspek Motivasi Kerja - Universitas Psikologi
Lazarus & Folkman (dalam Safaria & Saputra, 2009) mengkategorikan coping menjadi emotional focused coping dan problem focused coping, juga mengkategorisasikan coping menjadi dua macam, yaitu coping pada penyelesaian masalah, dan  coping paliatif yang lebih berorientasi pada menghilangkan beban emosi. Carver (dalam Contrada & Baum, 2011) menyatakan bahwa coping adalah upaya untuk menangani situasi yang mengancam atau berbahaya baik untuk menghilangkan ancaman  atau untuk mengurangi dampak yang dapat merugikan individu. Menurut Papalia, Old, & Feldman  (2009) coping adalah cara berpikir atau perilaku adaptif yang bertujuan mengurangi atau menghilangkan stres yang timbul dari kondisi berbahaya, mengancam, atau menantang.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa coping adalah segala usaha individu untuk mengatur tuntutan lingkungan dan konflik yang muncul, mengurangi ketidaksesuaian/kesenjangan persepsi antara tuntutan situasi yang menekan dengan kemampuan individu dalam memenuhi tuntutan tersebut.

Bentuk-bentuk Coping

Lazarus & Flokman (dalam Sarafino, 2011) secara umum membedakan bentuk dan fungsi coping dalam dua klasifikasi yaitu:

a. Problem Focused Coping (PFC) adalah merupakan bentuk coping yang lebih diarahkan kepada upaya untuk mengurangi tuntutan dari situasi yang penuh tekanan. artinya coping yang muncul terfokus pada masalah individu yang akan mengatasi stress dengan mempelajari cara-cara keterampilan yang baru. Individu cenderung menggunakan strategi ini ketika mereka percaya bahwa tuntutan dari situasi dapat diubah (Lazarus & Folkman dalam Sarafino, 2011).

b. Emotion Focused Coping (EFC) merupakan bentuk coping yang diarahkan untuk mengatur respon emosional terhadap situasi yang menekan. Individu dapat mengatur respon emosionalnya dengan pendekatan behavioral dan kognitif. Contoh dari pendekatan behavioral adalah penggunaan alkohol, narkoba, mencari dukungan emosional dari teman – teman dan mengikuti berbagai aktivitas seperti berolahraga atau menonton televisi yang dapat mengalihkan perhatian individu dari masalahnya. Sementara pendekatan kognitif melibatkan bagaimana individu berfikir tentang situasi yang menekan. Dalam pendekatan kognitif, individu melakukan redefine terhadap situasi yang menekan seperti membuat perbandingan dengan individu lain yang mengalami situasi lebih buruk, dan melihat sesuatu yang baik diluar dari masalah. Individu cenderung untuk menggunakan strategi ini ketika mereka percaya mereka dapat melakukan sedikit perubahan untuk mengubah kondisi yang menekan (Lazarus & Folkman dalam Sarafino, 2011).

Pengertian Problem Focused Coping

Menurut Lazarus dan Folkman (1984) coping adalah upaya perubahan kognitif dan perilaku secara konstan untuk mengelola tekanan eksternal dan internal yang dianggap meulebihi batas kemampuan individu. Adapun fungsi coping tersebut adalah menjelaskan perbedaan kepercayaan antara coping secara langsung melalui tindakan dan coping menurut Folkman dan Lazarus adalah problem focused coping. Folkman dan Lazarus (1984) menyatakan bahwa problem focused coping merupakan strategi yang digunakan dalam menyelesaikan masalah, seperti mendefinisikan suatu masalah, menghasilkan solusi alternatif, mempertimbangkan alternatif secara efisien, memilih alternatif dan bertindak, strategi problem focused coping berorientasi pada penyelesaian masalah. Papalia, Old, & Feldman  (2009) mengartikan problem focused coping adalah strategi instrumental atau berorientasi pada tindakan untuk menghilangkan, mengatur, atau meningkatkan kondisi penyebab stres. Menurut Carver (dalam Contrada & Baum , 2011) problem focused coping adalah menyelesaikan masalah sendiri serta dapat fisiknya,  problem focused coping dapat mengambil langkah – langkah untuk menghapus masalah atau menghindari datangnya masalah, serta dapat mengurangi dampak fisik yang ditimbulkan.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa problem focused coping adalah menyelesaikan masalah untuk mengurangi sumber stress dengan cara penyelesaian masalah secara langsung seperti menghadapi masalah secara aktif, perencanaan, mengurangi aktifitas persaingan, pengendalian.

Aspek-aspek Problem Focused Coping

Lazarus & Folkman (dalam Safaria & Saputra, 2009) mengidentifikasikan beberapa aspek problem focused coping, aspek – aspek tersebut adalah:
  • Seeking informational support, yaitu mencoba untuk memperoleh      informasi dari orang lain, seperti dokter, psikolog dan guru.
  • Confrontive coping, melakukan penyelesaian masalah secara konkret.
  • Planfull problem solving, menganalisis setiap situasi yang menimbulkan  masalah serta berusaha mencari solusi secara langsung terhadap masalah yang dihadapi.
Berdasarkan pemaparan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, aspek–aspek problem focused coping adalah mencoba untuk memperoleh informasi dari orang lain serta melakukan penyelesaian masalah secara konkret dan menganalisis setiap situasi yang menimbulkan masalah kemudian mencari solusinya.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Problem Focused Coping

Strategi coping dipengaruhi oleh penilaian kognitif pada setiap individu. Strategi coping diperlukan untuk mengatasi stress dari eksternal maupun dari internal. Antonovsky (dalam Lazarus dan Folkman, 1984) menggunakan metode generalisasi untuk menggambarkan sumber karakteristik resisten pada individu dalam mengelola stres. Karakteristiknya yaitu fisik, biokimia, kognitif, emosional, sikap, interpersonal, makro sosial budaya. Menurut Lazarus dan Folkman (1984), faktor yang mempengaruhi problem focused coping adalah:

a. Kesehatan Dan Energi (Health and Energy)

Kesehatan dan energi mempengaruhi berbagai macam bentuk strategi coping pada individu dan juga stres. Apabila individu dalam keadaan rapuh, sakit, lelah, lemah tidak mampu melakukan coping dengan baik. Sehingga kesehatan fisik menjadi factor penting dalam menentukan strategi coping pada individu.

b. Keyakinan Yang Positif (Positive Beliefs)

Penilaian diri secara positif dianggap sebagai sumber psikologis yang mempengaruhi strategi coping pada individu. Setiap individu memiliki keyakinan tertentu yang menjadi harapan dan upaya dalam melakukan strategi coping pada kondisi apapun, sehingga penilaian mengenai keyakinan yang positif merupakan sumber strategi coping. Harapan ada apabila individu yakin sehingga dapat menghasilkan kemungkinan yang positif. Hal ini dipertegas oleh seorang penulis Norman Vincent Peale yang mengatakan fungsi kekuatan berpikir positif dan memiliki kemampuan menjadikan individu memiliki pengalaman yang baik.

c. Kemampuan Pemecahan Masalah (Problem Solving Skill)

Kemampuan pemecahan masalah pada individu meliputi kemampuan mencarai informasi, menganalisis situasi yang bertujuan mengidentifikasi masalah untuk menghasilkan alternatif yang akan digunakan pada individu, mempertimbangkan alternatif yang akan digunakan, mempertimbangkan alternatif dengan baik agar dapat mengantisipasi kemungkinan yang terburuk, memilih dan menerapkan sesuai dengan tujuan pada masing-masing individu, hal ini merupakan faktor yang mempengaruhi strategi coping.

d. Keterampilan Sosial (Social Skill)

Keterampilan sosial merupakan faktor yang penting dalam strategi coping karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial, sehingga individu membutuhkan untuk bersosialisasi. Keterampilan sosial merupakan cara untuk menyelesaikan masalah dengan orang lain, juga dengan keterampilan sosial yang baik memungkinkan individu tersebut menjalin hubungan yang baik dan kerjasama dengan individu lainya, dan secara umum memberikan kontrol perilaku kepada individu atas interaksi sosialnya dengan individu lain.

e. Dukungan Sosial

Setiap individu memiliki teman yang dekat secara emosional, pengetahuan dan dukungan perhatian yang merupakan faktor yang mempengaruhi strategi coping pada individu dalam mengatasi stres, terapi perilaku, epidemologi sosial.

f. Sumber Material (Material Resources)

Sumber material salah satunya adalah keuangan, keadaan keuangan yang baik dapat menjadi sumber strategi coping pada individu. Secara umum masalah keuangan dapat memicu stres individu yang mengakibatkan meningkatnya pilihan dalam strategi coping untuk bertindak. Salah satu manfaat material bagi individu ialah mempermudah individu dalam kepentingan hukum, medis, keuangan dan lain-lain. Hal ini menyebabkan individu yang memiliki materi dapat mengurangi resiko stres.

Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa, faktor – faktor yang mempengaruhi problem focused coping terdiri dari enam macam, diantaranya adalah kesehatan dan energi (health and energy), keyakinan yang positif (positive beliefs), kemampuan pemecahan masalah (problem solving skill), keterampilan sosial (social skills), dukungan sosial, sumber material (material resources) sumber material salah satunya adalah keuangan, keadaan keuangan yang baik dapat menjadi sumber strategi coping pada individu.

Sekian artikel tentang Problem Focused Coping: Pengertian, Bentuk-bentuk, dan Faktor Coping. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka

  • Safaria, T & Saputra , N. E. 2009. Manajemen Emosi. Jakarta : Bumi Aksara.
  • Sarafino, E. P. 2011. Health Psychology Biopsychological Interactions. 2nd Edition. New York.: John Wiley & Sons Inc.
  • Lazarus, S, dkk. 1984. Stress, Appraisal and coping, edisi ke XI. New York. Springer Publising Company.
  • Contrada & A. Baum (Eds.), The handbook of stress science: Biology, psychology, and health (pp. 221–229). New York, NY: Springer Publishing Company.

Berlangganan artikel terbaru via email:

0 Response to "Problem Focused Coping: Pengertian, Bentuk-bentuk, dan Faktor Coping"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel