Perbedaan antara Classical dan Operant Conditioning

Perbedaan antara Classical dan Operant Conditioning - Proses belajar dan pembentukan perilaku melalui classical conditioning dan operant conditioning dengan menitikberatkan pembentukan perilaku melalui pemberian reward dan punishment.

Learning atau belajar merupakan perubahan perilaku (yang dapat diamati atau obervable) yang relatif permanen yang bersumber dari pengalaman melalui lingkungan (mengalami) (Barker dalam Wortman, 1999).

Dalam belajar, perubahan perilaku dapat terjadi melalui beberapa proses. Asosiasi antara satu kejadian dengan kejadian lainnya disebut dengan asosiative learning. Misalnya, ketika kita datang ke dokter atau ke rumah sakit untuk melakukan imunisasi. Saat dokter akan menyuntik dan mengoleskan kapas yang sudah diberi alkohol dengan bau yang khas.

Saat itu kita merespon tindakan menyuntik tersebut dengan rasa takut dan cemas. Selanjutnya, bau alkohol yang dicium sebelum disuntik akan diasosiasikan dengan rasa takut sekalipun tidak dalam keadaan akan disuntik. Psikolog menyebut hal ini dengan istilah respon klasik yang terkondisi (classically conditioned response).

Classical conditioning merupakan salah satu dasar dari pola pembentukan perilaku. Teori ini dikemukakan oleh Ivan Pavlov. Skema pembentukan perilaku menurut classical conditioning dapat dilihat seperti di bawah ini:
Perbedaan antara Classical dan Operant Conditioning
Conditioning
Baca juga: Tahap Perkembangan Moral dan Psikososial
Dalam percobaan mengenai classical conditioning, Pavlov menggunakan anjing dan proses asosiasi suara bel dengan munculnya liur pada anjing. Awalnya, setiap kali mendengar bunyi bel (stimulus netral) anjing tidak mengeluarkan liur (before conditioning). Tahap selanjutnya, secara berulang setiap kali bunyi bel diperdengarkan, akan dibarengi dengan pemberian makanan pada anjing. Makanan yang diberikan menjadi unconditioned stimulus (US). Setelah makanan dikeluarkan, anjing akan mengeluarkan liur (unconditioned response atau UCR).

Setelah dilakukan berulang-ulang, anjing mulai mengasosiasikan bunyi bel dengan makanan karena setiap kali ia mendengar bel, maka makanannya akan muncul. Selanjutnya, anjing akan mengeluarkan liur saat mendengar bel walaupun bunyi bel tidak diikuti dengan pemberian makanan. Pada tahap ini bunyi bel menjadi Conditioned stimulus (Stimulus terkondisi atau CS) dan liur anjing menjadi conditioned response (CR atau respon terkondisi). Konsep utama yang perlu dipahami dalam proses ini antara adalah:
  • Stimulus generalization (generalisasi stimulus): asosiasi US sebagai CS 
  • Stimulus discrimination (diskriminasi stimulus): proses belajar sehingga respon tertentu hanya muncul pada saat ditampilkan stimulus tertentu 

Operant Conditioning

Dalam operant conditioning, pembentukan perilaku dilakukan melalui reward dan punishment. Tokoh behaviorist yang banyak meneliti hal ini adalah B. F. Skinner. Dalam classical conditioning, respon yang hadir atau tampil secara otomatis atau involuntary. Berbeda dengan classical conditioning, Skinner berpendapat bahwa perilaku ditentukan oleh lingkungan.
Perbedaan antara Classical dan Operant Conditioning
Theory of Operant Conditioning
Dari table diatas dapat dilihat bahwa perilaku individu tampil karena adanya stimulus dan konsekuensi atas stimulus yang tampil. Konsekuensi atas suatu perilaku bisa tampil dalam bentuk reward ataupun punishment.
  • Penguatan perilaku (reinforce) bisa diberikan langsung ataupun melalui perantara. 
  • Primary reinforcer: berkaitan dengan kebutuhan biologis 
  • Secondary reinforcer: tidak berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan biologis secaralangsung, namun memenuhi kebutuhan-kebutuhan lain yang juga dapat diasosiasikan dengan primary reinforcer. Contoh: uang 

Reward dan punishment sendiri bisa diberikan secara langsung. Positif ataupun negative diberdakan dari ada atau tidaknya stimulus yang dihadirkan ke lingkungan. Berikut adalah penjelasan untuk setiap bagiannya:
Perbedaan antara Classical dan Operant Conditioning
Bentuk Reinforcement dan Punishment
Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Perbedaan antara Classical dan Operant Conditioning. Semoga bermanfaat.

Berlangganan artikel terbaru via email:

0 Response to "Perbedaan antara Classical dan Operant Conditioning"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel