Hambatan Komunikasi dan Bentuk Komunikasi Efektif

Hambatan Komunikasi dan Bentuk Komunikasi Efektif - Komunikasi adalah hal penting dalam kehidupan manusia. Permasalahan dalam komunikasi akan timbul apabila terjadinya perbedaan pemahaman mengenai pesan yang disampaikan. Permasalahn dalam komunikasi ini akan menimbulkan permasalahn lain dalam keehidupan individu.

Komunikasi adalah proes pengiriman informasi, penerimaan dan memahami pesan. Proses ini juga merupakan proses dasar bagi setiap jenis pekerjaan dan interaksi sesame manusia. Oleh sebab itu komunikasi yang efektif adalah hal yang sangat penting untuk mendukung kegiatan interaksi yang efektif juga.

Artikel psikologi komunikasi ini akan menjelaskan fungsi dari komunikasi, listening skill dan juga hambatan hambatan dalam komunikasi guna tercapainya komunikasi yang efektif.
Hambatan Komunikasi dan Bentuk Komunikasi Efektif
image source: www(dot)mybenetech(dot)com
Baca juga: Penyebab dan Gangguan Pesan

Fungsi Komunikasi

Komunikasi yang terjadai dalam interaksi manusia adalah hal yang komplek. Untuk memudahkan pemahaman mengenai bagaimana manusia berkomunikasi adalah dengan memahami langkah langkah dalam menyampaikan dan menerima pesan. Sebagaimana sudah dijelaskan dalam modul sebelumnya, proses komunikasi terdiri dari beberapa komponent:
  • Sender (pengirim pesan) 
  • Mesagge (pesan yang akan disampaikan) 
  • Channel (sarana untuk menyampaikan pesan) 
  • Reciever (penerima pesan) 
  • Feedback (umpan balik dari dari penerima pesan ke pengirim pesan 
  • Enviroment (lingkungan atau kontex terjadinya komunikasi 
  • Noise (segala sesuatu yang dapat mengganggu proses komunikasi 

Komunikasi ini mempunyai tujuan utama untuk menyampaikan pesan, adapun secara fungsi komunikasi juga bertujuan untuk mencari informasi, menghibur orang lain, terapi dan penyembuhan psikologis, ataupun untuk mendapatkan sebuah pekerjaan dilakukan oleh seseorang.

Untuk tercapainya komunikasi yang efektif, kita harus dapat memaksimalkan pesan verbal dan non verbal dan mengetahui bagaimana pesan itu tersampaikan. Dalam hal komunikasi non verbal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk terjadinya komunikasi yang efektif yaitu:
  • Lingkungan dan suasana yang nyaman dan tepat untuk menyampaikan informasi 
  • Jarak yang sesuai untuk berkomunikasi 
  • Posisi tubuh yang sesuai untuk berkomunikasi 
  • Ekspresi wajah yang sesuia 
  • Kualitas suara yang tepat dan sesuai. 

Untuk meningkatkan efektifitas komunikasi non verbal berikut cara cara yang dapat dilakukan:
  • Dapatkan lah feedback dari orang lain mengenai bahasa tubuh anda ketika berkomunikasi apakah sudah baik atau belum 
  • Belajarlah untuk berkomunikasi dengan tenang dan santai 
  • Gunakan lah gerakan tangan, posisi tubuh, ekspresi wajah untuk membantu komunikasi verbal, namun jangan lah berlebihan dalam menggunakannya. 
  • Hindari menggunakan bahasa non verbal untuk dua hal yang berlawanan. Sebagai contoh jika anda menganggukkan kepala sebagai tanda setuju, hindarilah untuk menganggukkan kepala untuk pernyataan yang tidak anda setujui. Karena ini akan member kesan anda tidak betul betul mendengarkan percakapan. 
  • Berlatih lah menggunakan permainan peran (role play) dalam menggunakan berbagai bentuk dari komunikasi non verbal 
  • Gunakan lah teknik mirroring yaitu teknik menirukan gaya bicara, bahasa tubuh, eskpresi dari lawan bicara anda. 

Hambatan Dalam Komunikasi

Permasalahn dalam komunikasi terkadang sulit untuk dihindari.hambatan komunikasi dapat terjadi pada setiap proses komunikasi yaitu:

1. Sender: hambatan komunikasi yang terjadi disebabkan adanya permasalah bagi individuyang akan menyampaikan pesan, permaslahan ini dapat berupa kurangnya pengetahuan mengenai pesan yang diterima, kurangnya konsentrasi, emosi yang sedang tidak stabil, hubungan yang tidak baik dengan lawan bicara.

2. Reciever: hambatan komunikasi yang sama juga dapat terjadi pada penerima pesan. Karakteristik penerima pesan juga dapat menjai penghambat dalam komunikasi, kemampuan komunikasi yang buruk, tidak adanya pengetahuan mengenai pesan yang disampaikan sehingga sulit memahami pesan dan lainnya.

3. Channel: hambatan komunikasi juga dapat terjadi apabila ada kesalahan dalam sarana untuk menyampaikan pesan. Sebagai contoh terkadang beberapa pesan lebih baik disampaikan secara langsung atau face to face dibanding menggunakan sarana komunikasi lainnya.

4. Noise: hambatan komunikasi terjadi disebabkan oleh hal hal yang menghambat terkirimnya pesa ke penerima pesan, dapat berupa jarak yang terlalu jauh, kualitas suara yang tidak bagus dan lainnya.

5. Jumlah pesan yang terlalu banyak dan membingungkan juga dapat menjadi hambatan dalam komunikasi, selain dari itu pesan yang menimbulkan reaksi emosi juga dapat menimbiulkan hambtan dalam komunikasi.

Dubrin (2004) dalam bukunya menjelaskan berbagai tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi hambatan dan berkomunikasi:
  • Pahamilah lawan bicara anda 
  • Diskusikan perbedaan paradigm 
  • Kurangi komunikasi yang defensive (sulit dan menimbulka perlawanan atau pembelaan dari lawan bicara) 
  • Gunakan lah feedback verbal dan non verbal 
  • Tunjukkan sikap yang psoitif 
  • Jadilah pendengar yang baik 
  • Gunakan lah komunikasi yang persuasive 
  • Persipkan diri untuk menghadapi komunikasi yang sulit dan membuat stress 
  • Gunakan lah metakomunikasi 
  • Perhatikanlah berbedaan gender dalam gaya komunikasi 
  • Pahamilah lawan bicara 

Memahami lawan bicara anda adalah hal yang penting untuk tercapainya komunikasi yang efektif. Ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam rangka memahami lawan bicara yaitu:
  • Ciptakanlah rasa empati terhadap lawan bicara 
  • Kenali hal hal yang menarik baginya dan yang menjadi motivasi lawan bicara 
  • Pahamilah cara dia memandang sesuatu masalah 

Berempati dengan lawan bicara anda, adalah proses dimana anda berusah memahami situasi, keadaan dan emosi lawan bicara anda, seolah olah anda juga berada dalam situasi yang sama. Untuk dapat berempati anda perlu memahami orang lain.

Dengan mengenali motivasi dan hal yang menarik bagi lawan bicara anda akan dapat menyampaikan pesan dengan lebih efektif. Karena pada dasarnya orang akan mendengar dengan lebih seksama terhadap pesan pesan yang sesui dengan ketertarikannya ataupun motivasinya.

Terkadang hambata dalam komunikasi terjadi karena sender dan receiver mempunyai pandangan yang berbeda terhadap satu hal atau mereka melihatnya dari sisi yang berbeda. Oleh sebab itu sangat perlu untuk memahami paradigm atau disebut juga dengan frame or ference dalam cara orang lain berpikir.

Diskusi Perbedaan Paradigma

Setiap orang mempunyai peraturan dan paradigm yang berbeda. Apabila dua orang yang berkomunikasi mempunyai paradigm yang sama maka kemungkinan terjadi komunikasi yang efektif adalah sangat besar.

Hindari Komunikasi yang Defensive

Komunikasi yang defensive adalah komunikasi yang menyebabkan terganggunya harga diri ataupun self esteem seseorang. Sebagai contoh dari komunikasi defensif ini adalah komunikasi yang bertujuan untuk memberikan penilain atau kritik. Cara cara untuk mengurangi komunikasi yang defensive antara lain:
  • Individu perlu menyadari akan adanya komunikasi yang defensive sehingga mempersiapkan diri untuk komunikasi tersebut 
  • Beruahalah untuk tidak defensif saat di kritik atau menerima informasi yang tidak menyenangkan 
  • Menggunakan berbagai sarana komunikasi 

Pengulangan akan menyebabkan meningkatkanya peluang komunikasi yang efektif. Sebagaimana yang kita ketahui hambatan dalam komunikasi sangat mungkin terjadi oleh ebab itu penggunaan dari berbagai channel komunikasi akan meningkatkan peluang terjadinya komunikasi yang efektif.

Menggunakan Feedback Verbal dan NonVerbal

Memberikan feedback dalam komunikasi adalah hal yang sangat penting karena ini menunjjukkan adanya komunikai yang dua arah.Komunikasi dua arah adal;ah komunikasi yang terjadi dengan kondisi individu dalam proses komunikasi bergantian menjadi sender dan receiver. Feedback juga menjadi penting karena itu akan menajadi motivasi dan pemaksa bagi sender untuk kembali meneruskan komunikasi dengan receiver.

Untuk menghasilkan komunikasi yang efektif anda dapat menggunakan feedback verbal dan non verbal. Feedback verbal dapat berupa penyampain pesan verbal, sedangkan feedback non verbal dapat berupa bahasa tubuh seperti anggukan kepala tanda setuju dan paham.

Menunjukkan Sikap yang Positif

Menjadi orang yang positif adalah sebuah modal awal untuk menjadi komunikan yang efektif.. hal ini disebabkan kebanyakan orang akan lebih senang berkomunikasi dengan orang yang positif dibanding dengan orang yang negatif. Untuk membuat orang lain mendengarkan anda, anda perlu menonjolkan sikap dapat dipercaya dan orang yang kompeten. Menajdi orang yang positif dapat membantu anda memiliki image diri yang positif, dapat dipercaya dan kompeten.

Menggunakan Komunikasi Persuasif

Cara yang paling ampuh untuk menangani hambatan komunikasi adalah dengan menggunakan komunikasi yang persuasive. Perseuasif adalah salah satu cara untuk membuat penerima pesan menerima pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan. Menurut Dubrin (2004) ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan komunikasi persuasive yaitu:
  • Mengetahui hal hal yang anda inginkan 
  • Jangan pernah untuk menyararankna sesuatu kepada seseorang tanpa menjelaskan manfaatnya. 
  • Gunakan lah kata pembuka yang sesuia dengan minat dan motivasi penerima pesan 
  • Berexplorasi lah akan hala hala yang dapat menajadi bahan penolakan dalam penerimaan pesan. 
  • Berusaha lah untuk mendapat kan respon iya dari awal percakapan 
  • Gunakan lah kata kata kunci atau dengan kata lain power words 
  • Kurangi meningkatkan volume suara pada akhir kalimat anda 
  • Berbicara lah dengan audien bukan dengan layar 
  • Dukunglah kesimpulan anda dengan data data yang akurat 
  • Kurangi lah kata kata ataupun bahasa bahasa yang menunjjukan keraguan 
  • Hindari kesalah kecil dalam tatanan bahasa dan pemilihan kosa kata 
  • Mempersiapkan diri untuk percakapan yang menengangkan (stressfull) 

Komunikasi yang membuat stress adalah komunikasi untuk menyampaik informasi yang kurang menyenangkan seperti kritik dan argument.adapun langkah awal untuk mempersiapkan diri dalam komunikasi yang sulit adalah menyadari bagaimana anda akan bereaksi terhadap situasi dan komunikasi yang kurang menyenangkan, berlatih lah untuk menyampaikan informasi yang tidak menyenangkan itu dan latihlah bahasa tubuh yang akan digunakan, dan berlatih lah untuk menyampaikan pesan secara singkat dan jelas.

Menggunakan Metakomunikasi

Metakomunikasi adalah mengkomunikasikan apa yang ingin anda komunikasi. Sebagai contoh seorang manager yang sedang dihadapi oleh deadline menyampaikan kepada bawahaannya “saya mungkin akan terlihat serius beberapa hari ini, jangan anda menjadi tersinggung karena saya hanya ingin semua orang sadar bahwasanya kita punya deadline yang harus dipenuhi.

Perbedaan Gender dalam Gaya Komunikasi

Perempuan dan laki laki berbeda dalam gaya komunikasi. Dengan menyadari kemungkinan perbedaan gender dalam komunikasi hambatan dalam berkomunikasi akan dapat diantisipasi. Adapun diantara perbedaan gender dalam komunikasi adalah: perempuan melakukan komunikasi untuk membina hubungan tapi laki laki menggunakan komunikasi lebih untuk menunjukkan skill dan pengetahuan, perempuan menginnginkan empati bukan penyelesaian dari ebuah masalah, namun laki laki cenderung mendiskusikan solusi dari masalah, laki laki cenderung untuk lebih langsung dan terbuka dalam komunikasi sedangkan perempuan cenderung untuk lebih sopan.

Listening Skill

Untuk meningkatkan komunikasi yang efektif, kemampuan menjadi pendengar yang baik menjadi hal yang sangat penting. Kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik atau yang disebut juga dengan listening skill akan menjadi sangat penting daklam komunikasi langsung (face to face). Kemampuan menjadi pendengar yang baik sangat penting karena apabila seseorang tidak memiliki kemampuan ini hambatan komunikasi akan sangat mudah terjadi dan kesalah pahaman akan sangat mudah timbul.

Adapun komponen untama dari pendengar yang efektif adalah menjadi pendengar yang aktif. Seorang pendengar yang aktif akan:
  • Berempati kepada sender 
  • Memberikan feedback 
  • Menyimpulkan pemahaman dari komunikasi (summary) 

Komponen yang lain dari menjadi pendengar yang aktif adalah menunjukkan dengan bahasa tubuh bahwa anda mendengarkan dengan serius. Mendengarkan melalu komunikasi non verbal juga dapat menfasilitasi anda untuk menjadi pendengar yang aktif.

Adapun beberapa saran yang dapat dilakukan untuk menjadi pendengar yang aktif adalah:
  • Ketika lawan bicara berbicara perhatikan lah dengan seksama dan foku kan pandangan kepada sender’ 
  • Bersabarlah untuk menunggu giliran anda berbicara 
  • Angguk kan kepala anda sebagai tanda anda mendengar dengan baik 
  • Anda dapat memberikan respon verbal seperti mmm ooo tapi jangan berlebihan 

Kesimpulan

Artikel ini menjelaskan komunikasi yang efektif dan juga hambatan yang mungkin terjadi dalam komunikasi. Modul ini menjelaskan ada beberapa hala yang dapat dilakukan untuk mengurangi hambatan dalam komunikasi antara lain: Pahamilah lawan bicara anda, Diskusikan perbedaan paradigm, Kurangi komunikasi yang defensive (sulit dan menimbulka perlawanan atau pembelaan dari lawan bicara), Gunakan lah feedback verbal dan non verbal, Tunjukkan sikap yang positif, Jadilah pendengar yang baik, Gunakan lah komunikasi yang persuasive, Persiapkan diri untuk menghadapi komunikasi yang sulit dan membuat stress, Gunakan lah metakomunikasi, Perhatikanlah berbedaan gender dalam gaya komunikasi
Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Hambatan Komunikasi dan Bentuk Komunikasi Efektif. Semoga bermanfaat.

Berlangganan artikel terbaru via email:

0 Response to "Hambatan Komunikasi dan Bentuk Komunikasi Efektif"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel