Pengeritan, Konsep, Prinsip, dan Fungsi dalam Komunikasi

Pengeritan, Konsep, Prinsip, dan Fungsi dalam Komunikasi - Pada artikel psikologi kali ini Universitas Psikologi akan membagikan artikel yang terkait dengan psikologi komunikasi. Pembahasan pada artikel ini adalah pengertian komunikasi, konsep komunikasi, prinsip dan fungsi komunikasi itu sendiri.

Komunikasi dikenal juga dengan istilah Communication (Inggris) atau Communicatus atau Communicatio atau Communicare (latin). Komunikasi juga berarti berbagi atau menjadi milik bersama ataupun kegiatan yang berupaya atau bertujuan untuk mencapai kebersamaan.

Pengertian Komunikasi

  • Sebagai suatu proses 
  • Upaya yg disengaja dan memiliki tujuan 
  • Perlu adanya partisipasi & kerjasama dari para pelaku yg terlibat 
  • Bersifat simbolis 
  • Bersifat transaksional 
  • Menembus faktor ruang dan waktu 
Baca juga: Pengertian Kebudayaan dan Pengaruhnya dengan Komunikasi

Konsep Komunikasi

Menurut John R. Wenburg & William W. Wilmot  konsep komunikasi dapat dilihat sebagai tiga hal berikut:

  • Sebagai tindakan satu arah: penyampaian informasi satu arah dari pemberi pesan kepada penerima pesan. Hal ini hanya sesuai apabila diterapkan dalam konteks komunikasi publik seperti pidato, dan kurang tepat dalam konteks komunikasi langsung atau tatap muka. 
  • Sebagai interaksi: hal ini menyetarakan komunikasi sebagai sebuah interaksi, ada hubungan timbal-balik. Ada reaksi dari penerima pesan atas pesan yang diterimanya. 
  • Sebagai transaksi: komunikasi merupakan proses personal, bersifat pribadi. Apa yang disampaikan oleh si pemberi pesan akan ditafsirkan. Selanjutnya penerima pesan akan membalasnya dengan memberikan respon (verbal dan non verbal). Pada tahap ini, komunikasi bersifat dinamis dan menjadi transaksional.
Pengeritan, Konsep, Prinsip, dan Fungsi dalam Komunikasi
image source: www(dot)incorporatepsychology(dot)com(dot)au

Prinsip-prinsip Komunikasi

Prinsip komunikasi meliputi beberapa hal berikut:
  • Sebagai proses simbolik 
  • Setiap perilaku memiliki potensi komunikasi 
  • Memiliki dimensi isi dan hubungan 
  • Berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan 
  • Terjadi dalam konteks ruang dan waktu 
  • Melibatkan prediksi peserta komunikasi 
  • Bersifat sistemik (sistem internal / nilai & sistem eksternal /unsur di luar individu) 
  • Latar belakang sosial budaya mempengaruhi efektivitas komunikasi 
  • Non sekuensial 
  • Sinambung, Dinamis, transaksional 
  • Irreversible 
  • Bukan solusi paling ampuh atas setiap masalah 

Tingkatan Proses Komunikasi

Komunikasi memiliki beberapa tingkatan, yaitu:
  • Intra pribadi (Intrapersonal communication): rmisalnya individu melakukan selftalk untuk memotivasi dirinya 
  • Antar pribadi (Interpersonal communication): contohnya pada komunikasi yang banyak dilakukan sehari-hari. Pada umumnya komunikasi yang dilakukan akan melibatkan interaksi antar individu, baik secara personal maupun antar kelompok atau organisasi 
  • Komunikasi kelompok: komunikasi yang dilakukan dalam kelompok tertentu, baik kelompok formal maupun informal 
  • Komunikasi antar kelompok: komunikasi antar kelompok bisa menyangkut kerjasama yang dilakukan oleh antar kelompok tersebut maupun komunikasi individu antar kelompok tersebut. 
  • Komunikasi organisasi : komunikasi dalam organisasi dapat dilakukan secara langsung maupun tertulis, misalnya dalam bentuk aturan atau kebijakan yang disampaikan bagi anggota organisasi tersebut 

Fungsi Komunikasi

Fungsi komunikasi sosial meliputi:
  • Konsep diri 
  • Eksistensi dan aktualisasi diri 
  • Kelangsungan hidup, memupuk hubungan, kebahagiaan 
  • Fungsi komunikasi ekspresif 
  • Ekspresi emosi, pikiran, dll 
  • Fungsi komunikasi ritual 
  • Biasa dilakukan kolektif 
  • Fungsi komunikasi instrumental 
  • Informatif 
  • Persuasif 

Komunikasi dan Media

Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang perilaku tentang manusia, tentu perlu melihat konteks perilaku manusia dalam masyarakat dan nilai-nilai budaya setempat. Untuk itulah kajian Antropologi menjadi penting dalam pembahasan psikologi. Misalnya, standar perilaku tertentu dapat dinilai abnormalitasnya berdasarkan standar budaya yang ditetapkan dalam daerah tersebut.

Komunikasi dan Psikologi

Komunikasi dalam berperan sebagai sarana penyampaian sumber informasi. Sementara itu dalam kaitannya dengan psikologi, komunikasi dapat berpengaruh sebagai berikut :

Perubahan Perilaku – Imitating & Mengarahkan Perilaku atau Trend

Melalui tayangan televisi, berita di media massa baik cetak, audio visual hingga media online menjadi salah satu contoh sarana penyebaran informasi yang cukup efektif bagi masyarakat. Misalnya melalui tayangan infotainment ditampilkan perilaku sejumlah selebriti, baik dalam cara bicara maupun berpakaian.

Hal ini kemudian menjadi trend dan ditiru oleh masyarakat. Tidak jarang kita temukan sejumlah mode busana atau cara bicara yang dinamakan seperti salah seorang artis. Cara berbicara, berjalan, bertutur, serta penggunaan istilah-istilah tertentu juga seringkali menjadi popular dari tayangan televisi, dll.

Pembentukan Opini Publik

Melalui berita, acara televisi (talkshow, dll), ataupun iklan yang ditampilkan baik di televisi, cetak, media online dan sebagainya dapat menjadi sarana untuk pembentukan opini public. Dalam tayangan ataupun iklan pemberi pesan dapat menampilkan informasi-informasi tertentu yang ingin disajikan sesuai dengan pesannya, misalnya: Partai A sebagai partai yang cinta dan pro pada petani, nelayan, dan lainnya.

Tokoh A sebagai tokoh yang akrab dengan “masyarakat kecil”. Bagaimana suatu pesan dikemas akan menentukan opini public yang ingin dibentuk. Pada media iklan hal ini menjadi tidak terelakkan. Namun, dalam konteks berita ataupun acara televisi berita (talkshow, dll) pembawa acara hendaknya dapat bersikap netral dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang tidak memihak dan mendahulukan fakta daripada opini.

Pergeseran nilai

Tayangan televisi, berita baik cetak, visual, audio visual hingga berita online saat ini menjadi media komunikasi yang cukup efektif. Melalui tayangan-tayangan tersebut, sebenarnya berbagai informasi bisa disampaikan. Pada era 80an hingga awal 90an, saat TVRI masih menjadi satu-satunya televisi, beberapa tayangan televisi menjadi sarana bagi pemerintah untuk mensosialisasikan program-programnya. Misalnya melalui tayangan serial si Unyil di TVRI, pemerintah mensosialisasikan program ABRI Masuk Desa (AMD), Koran Masuk Desa, Listrik Masuk Desa, dll.

Tayangan televisi, ataupun berbagai media komunikasi lainnya dapat menjadi sarana dalam mensosialisasikan nilai-nilai. Misalnya melalui tayangan serial si “Doel Anak Sekolah” nilai utama yang ingin disampaikan adalah cinta keluarga serta pentingnya pendidikan. Masyarakat perlu cermat dalam menerima informasi-informasi yang disampaikan melalui televisi maupun media lainnya.

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Pengeritan, Konsep, Prinsip, dan Fungsi dalam Komunikasi. Semoga bermanfaat.

Berlangganan artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengeritan, Konsep, Prinsip, dan Fungsi dalam Komunikasi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel