Asal Mula Sejarah dan Kedudukan Psikologi Sosial

Asal Mula Sejarah dan Kedudukan Psikologi Sosial - Dalam artikel psikologi ini akan dibahas bagaimana sejarah dan kedudukan psikologi sosial untuk pertama kalinya hadir sebagai bagian dari ilmu psikologi dan ilmu sosial. Pembahasan akan meliputi sejarah perkembangan psikologi sosial, pengertian atau definisi dari psikologi sosial, dan terakhir mengenai kedudukan psikologi sosial dalam ilmu.

Pada tahun 1924 Floyd Allport menulis sebuah buku yang berjudul Social Psychology. Buku ini mengemukakan suatu diktum bahwa perilaku sosial dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kehadiran orang lain dan tindakan-tindakan orang lain. Dalam buku ini, Allport mendiskripsikan tentang topik-topik penelitian yang berhubungan dengan perilaku sosial, yaitu topik konformitas sosial, topik kemampuan individu dalam memahami emosi orang lain, dan topik pengaruh audiens terhadap kinerja penyelesaian tugas.

Setelah buku yang ditulis Allport, perkembangan psikologi sosial menjadi lebih pesat. Banyak topik-topik baru bermunculan yang selanjutnya dikembangkan metode-metode penelitian yang relevan dengan topik-topik tersebut.

Pada saat Perang Dunia II mengalami kemandegan dan selanjutnya menunjukkan perkembangan lebih lanjut pada periode pertengahan 1940 dan periode 1950an. Pada periode ini perkembangan psikologi sosial ditunjukkan dengan mulai dilakukan penelitian terhadap pengaruh kelompok pada perilaku individu, hubungan ciri-ciri kpribadian dan perilaku sosial dan perkembangan teori disonansi kognitif dari Leon Festinger pada tahun 1957.
Asal Mula Sejarah dan Kedudukan Psikologi Sosial
image source: www(dot)clarku(dot)edu
Baca juga: Pengertian Crowding, Ruang, dan Contohnya
Setelah masa Perang Dunia II berakhir, seorang pakar psikologi sosial yang jenius Kur Lewin, memelopori pengembangan psikologi sosial ke arah bidang-bidang yang bersifat terapan. Untuk mengembangkan psikologi sosial ke arah y ang lebih bermanfaat secara langsung bagi kesejahteraan manusia, maka kemudian didirikan oragnisasi yang disebut dengan Society for the Psychological Study of Social Issues.

Pada periode 1960an, para pakar psikologi sosial mulai mengarahkan perhatiannya pada topik persepsi sosial, agresi, kemenarikan dan cinta, pengambilan keputusan dalam kelompok dan perilaku membantu orang lain (pro social). Pada peiode 1970an, para pakarpsikologi sosial mengembangkan topik-topik baru berhubungan dengan perilaku diskriminasi jenis kelamin, prose atribusi dan perilaku lingkungan.

Pada periode 1990an, para pakar psikologi sosial mulai mengembangkan secara lebih nyata aspek terapan seperti pada bidang kesehatan, hukum dan perilaku organisasi. Seperti juga banyak terjadi dalam perkembangan ilmu-ilmu sosial dan ilmu humaniora, perkembangan psikologi sosial mengarah pada perkembangan ilmu dan konteks wacan kritis. Psikologi sosial kritis berupaya untuk memahami, menjelaskan, meramalkan, dan merekayasa perlaku manusia dalam konteks sosial berdasarkan tujuan pencapaian perubahan-perubahan sosial dalam masyarakat.

Pengertian Psikologi Sosial

Kita sering berpikir bahwa yang namanya dunia psikologi adalah dunia yang berkaitan dengan persoalan perasaan, motivasi, kepribadian, dan yang sejenisnya. Dan kalau berpikir tentang sosiologi, secara umum cenderung memikirkan persoalan kemasyarakatan.

Kajian utama psikologi adalah pada persoalan kepribadian, mental, perilaku, dan dimensi-dimensi lain yang ada dalam diri manusia sebagai individu. Sosiologi lebih mengabdikan kajiannya pada budaya dan struktur sosial yang keduanya mempengaruhi interaksi, perilaku, dan kepribadian. Kedua bidang ilmu tersebut bertemu di daerah yang dinamakan psikologi sosial.

Definisi Psikologi Sosial

Ada berbagai macam definisi psikologi sosial antara lain:
  • Psikologi sosial adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia (Hubert Bonner). 
  • Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia sebagai anggota suatumasyarakat (AM Chorus). 
  • Social psychology is the scientific study of individual behavior as a function of social stimuli (Shaw & Costanzo, 1970) 
  • Social psychology is the scientific study how people think about, influence, and relatio to another (Myers : 1983). 

Istilah individu dalam definisi-definisi diatas menunjukkan bahwa unit anlisi psikologi sosial adalah individu bukan masyarakat. Psikologi sosial (social psychology) sebagai ilmu pengetahuan yang berusaha memahami asal usul dan sebab-sebab terjadinya perilaku dan pemikiran individual dalam konteks situasi sosial.

Akhirnya yang dimaksud dengan rangsangan-rangsangan sosial adalah manusia dan seluruh hasil karya manusia antara lain norma, kelompok sosial, dan produk-produk sosial lainnya.

Kedudukan Psikologi Sosial Dengan Ilmu Sosial

Sebelum lahirnya psikologi sosial, gejala perilaku manusia dipelajari oleh antropologi dan sosiologi. Antropologi mempelajari manusia sebagai suatu keseluruhan. Obyek material antropologi adalah umat manusia dan obyek formalnya adalah studi tentang produk-produk budaya umat manusia, antropologi mencoba menerangkan hakikat perilaku manusia dengan menggali nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan berbagai suku bangsa dunia.

Karena manusia tidak bisa lepas dari pengaruh lingkungan maka antropologi penting sekali artinya untuk psikologi sosial. Berbeda dari antropologi, sosiologi mempelajari tingkah laku manusia sebagai bagian dari lingkungan yang terbatas seperti keluarga, desa, masyarakat di suatu wilayah tertentu. Karena setiap manusia selalu terkait dengan lingkungan masyarakat tertentu, maka pengaruh sosiologi pun sangat besar dalam psikologi sosial.

Sasaran penelitian psikologi sosial adalah tingkah laku manusia sebagai individu. Inilah yang membedakan psikologi sosial dari antropologi dan sosiologi yang mempelajari tingkah laku manusia sebagai bagian dari masyarakatnya. Adanya perbedaan obyek material antara psikologi sosial dan antropologi serta sosiologi maka membawa implikasi dalam perbedaan formal atau metodologi yang digunakan dalam ilmu-ilmu tersebut.

Antropologi dan sosiologi mengutamakan cara pendekatan deskriptif (menjelaskan, menguraikan gejala yang dipelajari) dan umumnya tidak melakukan generalisasi, maka psikologi sosial biasanya menggunakan metode eksperimental yaitu metode dimana suatu gejala diamati dalam kondisi yang dikontrol. Berdasarkan pengamatan dalam kondisi terkontrol ini, peneliti biasanya membuat rumus, dalilm hukum, teori yang berlaku umum.

Kesesuaian Teori Psikologi Sosial untuk Menjelaskan Fenomena Perilaku Psikologi Sosial

Sehubungan dengan banyaknya teori yang ada dalam psikologi sosial, sering timbul pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan substansi sebagai berikut : teori manakah yang paling sesuai untuk mnjelaskan gejala-gejala psikologi sosial?

Banyak para ahli psikologi menyepakati suatu pendapat bahwa tidak ada satupun teori yang mampu secara komprehensif menjelaskan setiap gejala sosial . dalam hal ini setiap teori memiliki kelemahan sekaligus kelebihan dibanding teori yang lain untuk menjelaskan perilaku sosial manusia.

Sebenarnya sumbangan teori untuk menjelaskan suatu gejala bergantung pada kesesuaiannya dengan karakteristik gejala yang coba dijelaskan. Setiap pendekatan menawarkan pemahaman dan penjelasan yang berbeda. Setiap teori menyajikan pendekatan yang lebih efektif untuk jenis data yang sesuai yaitu aspek-aspek tertentu dari suatu perilaku sosial daripada teori yang lain.

Sebagai contoh dalam fenomena perilaku proosial dalam diri seorang anak, teori behavioristik menjelaskan perilaku itu dari proses belajar pengalaman-pengalaman yang menguatkan perilaku membantu dari teman sebaya, orang tua, dan para guur. Teori gestalt dan kognitif menjelaskannya melalui cara berpikir seorang anak dan proses interpretasi dari suatu perilaku prososial. 

Teori lapangan tertarik untuk menjelaskan hubungan timbal balik karakteristikindividual seorang anak dengan situasi lingkungannya yang memberi kemudahan atau kesulitan dalam melakukan perilaku prososial. Teori belajar sosial menjelaskan bahwa seorang anak belajar dari model melalui pengamatan tentang kemungkinan untuk meniru perilaku prososial berdasarkan ganjaran yang akan diterima. Teori pertukaran sosial membahas masalah ini melalui gambaran bahwa perilaku prososial dapat menjadi instrumen bagi ganjaran sosial yang mungkin diperoleh dari suatu hubungan sosial.

Pilihan Profesi Ahli Psikologi Sosial

Profesi yang dapat menjadi pilihan bagi seseorang yang memiliki keahlian dalam bidang psikologi sosial adalah sebagai berikut :
  • Pilihan profesi sebagai ilmuwan psikologi sosial murni 
  • Pilihan profesi sebagai ilmuwan sosial terapan 
  • Pilihan profesi sebagai praktisi profesional psikologi sosial 

Tugas utama seorang ilmuwan psikologi sosial murni adalah untuk mengembangkan teori-teori umum tentang fenomena perilaku sosial manusia yang dipengaruhi oleh eksistensi orang lain. Pilihan profesi ini biasanya mengharuskan untuk melakukan pengembangan teori dalam penelitia-penelitian ilmiah. Dari penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh penelitian yang bersifat terapan dan praktik-praktik profesional di lapangan.

Ahli psikologi sosial sebagai seorang ilmuwan terapan melaksanakan penelitian yang bersifat terapan dengan tujaun untuk menegmbangkan teori-teori psikologi sosial dalam konteks nyata. Dalam hal ini ilmuwan sosial terapan melakukan penelitian untuk penerapan teori-teori terhadap masalah-masalah sosial aktual dan pemecahan langsung terhadap masalah-masalah sosial aktual.

Profesi sebagai praktisi profesional psikologi sosial akan menempati berbagai macam kedudukan dalam masyarakat. Misalnya sebagai trainer ketrampilan sosial, konsultan, berpartisipasi aktif dalam pengembangan masyarakat, pencipta perencanaan dan pelaksana program pemberdayaan masyarakat dan sebagainya.

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Asal Mula Sejarah dan Kedudukan Psikologi Sosial. Semoga bermanfaat.

Berlangganan artikel terbaru via email:

0 Response to "Asal Mula Sejarah dan Kedudukan Psikologi Sosial"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel