Teori dan Definisi Komunikasi Multimedia Menurut Para Ahli

Teori dan Definisi Komunikasi Multimedia Menurut Para Ahli - Multimedia berasal dari kata ‘multi’ dan ‘media’. Multi berarti banyak, dan media berarti tempat, sarana atau alat yang digunakan untuk menyimpan informasi. Jadi berdasarkan kata, ‘multimedia’ dapat diasumsikan sebagai wadah atau penyatuan beberapa media yang kemudian didefinisikan sebagai elemen-elemen pembentukan multimedia.

Elemen-elemen tersebut berupa: teks, gambar, suara, animasi, dan video. Multimedia merupakan suatu konsep dan teknologi baru bidang teknologi informasi, dimana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, animasi, dan video disatukan dalam komputer untuk disimpan, diproses, dan disajikan baik secara linier maupun interaktif. Itulah definisi atau pengertian multimedia yang dapat dipahami dengan sederhana.

Penyajian dengan menggabungkan seluruh elemen multimedia tersebut menjadikan informasi dalam bentuk multimedia yang dapat diterima oleh indera penglihatan dan pendengaran, lebih mendekati bentuk aslinya dalam dunia sebenarnya.

Multimedia interaktif adalah bila suatu aplikasi terdapat seluruh elemen multimedia yang ada dan pemakai (user) diberi kebebasan / kemampuan untuk mengontrol dan menghidupkan elemen-elemen tersebut.
Teori dan Definisi Komunikasi Multimedia Menurut Para Ahli
image source: ciee(dot)org 
Baca juga: Elemen dalam Komunikasi Massa Menurut Para Ahli

Tujuan Multimedia

Tujuan multimedia yaitu untuk membuat sebuah komunikasi semakin baik. Komunikasi antara pemakai dan komputer yaitu:
  • Manusia dan manusia (lewat komputer) 
  • Manusia dan komputer 
  • Komputer dan manusia 
  • Komputer dan komputer

Kelebihan Multimedia

Menarik indra dan menarik minat, karena merupakan gabungan antara pandangan,suara dan gerakan. Lembaa riset dan penerbitan computer yaitu Computer Technology Research (CTR) menyaakan bahwa orang hanya mampu mengingat 20% dari yang dilihat dan 30% dari yang didengar. Tetapi orang mengingat 50% dari yang dilihat dan didengar dan 80% dari yang dilihat,didengar dan dilakukan sekaligus.

Sejarah Multimedia

Istilah multimedia berawal dari teater, bukan computer. Pertunjukan yang memanfaatkan lebih dari satu medium seringkali disebut pertunjukan multimedia.

Sistem multimedia dimulai pada akhir 1980-an dengan diperkenalkannya Hypercard oleh Apple pada tahun 1987 dan pengumuman oleh IBM pada tahun 1989 mengenai perangkat lunak audio visual connection(AVC) dan video adhapter card ps/2. Pada tahun 1994 diperkerkirakan ada lebih dari 700 produk dan system multimedia dipasaran.

Multimedia memungkinkan pemakai computer untuk mendapatkan output dalam bentuk yang jauh lebih kaya dari pada media table dan grafik konvensional. Pemakai dapat melihat gambar tiga dimensi, foto, video bergerak atau animasi dan mendengar suara streo,perekaman suara atau alat musik.

Beberapa system multimedia bersifat intraktif,memungkinkan pemakai memilih output dengan mouse atau kemampuan layer sentuh mendaptkan dan menjalankan aplikasi itu.
  • 1984 : Macromind (Jamie Fenton, Marc Carter, Marc Pierce). 
  • 1985 : Video Works for “Guide Tour” to Apple Machintosh OS. 
  • 1987 : Video Works II (colour). 
  • 1988 : Video Works interactive, dinamakan Director - John Thompson, Eric Neuman : Object-Oriented Scripting Language ‘LINGO’. - Digunakan untuk membuat tampilan “Star Trek TNG”. 
  • 1997 : terutama digunakan untuk multimedia CD_ROMS (games, infotainment). 
  • 1998 : Director sebagai bagian dari “Shockwave Internet Studio”. 
  • 2000 : Macromedia memberikan ‘dorongan’ yang kuat pada platform Flash. 
  • 2004 : Director MX 2004 mendukung sintaks Java Script sebagai alternatif LINGO. 
  • 2006 : Adobe masih menjual Director MX 2004. 

Elemen-elemen Multimedia

1. Objek-objek

Media Diskrit : elemen tunggal
  • Icon: gambar semantik (seperti simbol STOP). Pemakai harus terlebih dahulu mempunyai pengetahuan mengenai icon. 
  • Grafik: menjadi tujuan. 
  • Citra: yang dihasilkan dari komputer, bisa berupa grafik 2D/3D tergantung sumbernya (seperti foto). 
  • Teks: ukuran, tipe huruf, warna. 
Media Kontinu : elemen tunggal yang disusun berdasarkan waktu
  • Gambar bergerak (audio + video).

2. Layout Spasial

Absolut
  • Koordinat relatif dengan aslinya / umumnya (pojok kiri atas), ex : aplikasi Windows. 
  • Relasi berarah 
  • Menentukan susunan dalam ruang, ex: peta subway (petunjuk arah).
Relasi topologi
  • Posisi elemen terhadap elemen lain, ex: contains, inside of, equals, cover, overlap, disjoint, covered by. 
Alur teks
  • Alur berdimensi satu, ditunjukkan dengan area berdimensi dua.

3. Dimensi Temporer

Model temporer
  • Terbatas: mis. 6 detik. 
  • Tidak terbatas: mis. pemakai mengklik button. 
  • Relasi paralel dan sekuensial, mis. 2 video dimulai bersamaan atau 1 video dimulai setelah yang pertama selesai. 
Animasi
  • Gabungan dimensi temporer dan layout spasial (posisi suatu objek berubah sesuai dengan waktunya).

4. Interaksi Pemakai

Level Interaksi Pemakai
  • Pasif: hanya visualisasi. 
  • Reaktif: interaksi terbatas, ex: fs. scroll panel. 
  • Proaktif: memilih jalur atau penyeleksian, ex: button. 
  • Reciprocal: berhubungan dengan informasi pembuatan pada pemakai. 
Model Interaksi
  • Navigasi: memilih jalur yang diinginkan. 
  • Perancangan: pemakai memodifikasi gaya visual dari presentasi, ex: warna, volume audio. 
  • Bioskop: pemakai dapat mengontrol waktu keseluruhan (pada VCR, ex: play, stop).

5. Logika Aplikasi

Presentasi multimedia tradisional, tidak perlu logika
  • Kunjungan virtual ke museum, menu DVD. 
Sistem interaktif real-time:
  • Dunia virtual reality, permainan. 
Logika aplikasi membutuhkan bahasa pemrograman (if case, goto ...)
  • Bahasa terkompilasi: C, C++. 
  • Virtual machine: Java. 
  • World Wide Web, MPEG-4, Director: scripting.

Penggunaan Multimedia 

Area Bisnis

  • Menggunakan voice mail dan video conferencing pada jaringan LAN dan WAN. 
  • Pada presentasi ditambahkan audio dan klip video. 
  • Pada training: melalui simulasi, seorang mekanik belajar perbaiki mesin, mengetahui pembuatan baja. 
  • Pada database: penangkapan gambar oleh kamera video dapat dibuat ID pegawai dan database. 
  • Termasuk juga: pemasaran, periklanan, demo produk, dll. 
  • Area Pendidikan 
  • Multimedia pendidikan mengenai ilmu alam / sosial pada laserdisk. 
  • Multimedia belajar membaca pada anak-anak 3-8 tahun (berhitung, bahasa Inggris). 
  • Multimedia pada kedokteran mengenai anatomi tubuh manusia dan mendiagnosa penyakit mata, dll.

Di Rumah Tangga

Permainan sega atau atari dimana mesinnya dapat dihubungkan ke TV.
Kumpulan resep masakan untuk ibu-ibu.
Foto-foto keluarga dan aktifitas yang dilakukan keluarga direkam pada CD.

Di Tempat Umum

Kios atau terminal stand-alone yang dapat memberi informasi, contoh : kios di hotel menyediakan daftar restoran, peta kota, jadwal pesawat, dll. Kios di museum untuk memandu pengunjung dalam suatu pameran, informasi detail mengenai setiap pameran.

Pada Virtual Reality

Presentasi suatu proyek tata kota yang dilaksanakan misalkan, dapat dilakukan dengan pembuatan model sehingga seolah-olah orang menelusuri jalan, bangunan, taman, dll. Digunakan juga pada aplikasi pariwisata, pelestarian budaya dan sejarah. Misalkan, suatu bangunan yang sudah hancur / tak ada, museum dan yang lain dapat dibuat dengan pemodelan 3D berdasarkan dokumentasi sejarah dari perpustakaan.

Pada Teknologi Internet

Berbagai macam aplikasi multimedia dalam internet yang biasa disebut MoIP (Multimedia over Internet Protocol) seperti chatting, e-learning, videoconference, game, dll. Bila aplikasi di internet menggunakan database, diperlukan script yang dapat mengakses database di server seperti ASP (Active Serves Pages), CGI / Perl, PHP dan JSP (Java Serves Pages).

Tipe Media yang Di-Support 

1. Audio

Penyajian audio merupakan cara lain untuk memperjelas pengertian suatu informasi. Contohnya, narasi merupakan kelengkapan dari penjelasan yang dilihat melalui video. Suara dapat lebih menjelaskan karakteristik suatu gambar, misalnya musik dan suara efek (sound effect), maupun suara asli (real sound). Authoring software yang digunakan harus mempunyai kemampuan untuk mengontrol recording dan playback.

Perekaman musik yang baik memerlukan sampling size dan sampling rate yang tinggi. Beberapa macam authoring software dapat menkonversi suara seperti format .WAV, .MID (MIDI), .VOC atau .INS dan dapat dihubungkan dengan sekuens dari animasi.

2. Video

Terdiri dari full-motion dan life-video. Full-motion video berhubungan dengan penyimpanan sebagai video clip, sedangkan live-video merupakan hasil pemrosesan yang diperoleh dari kamera.

Beberapa authoring tool dapat menggunakan full-motion video, seperti hasil rekaman menggunakan VCR, yang dapat menyajikan gambar bergerak dengan kualitas tinggi. File animasi memerlukan penyimpanan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan file gambar.

3. Teks

Teks merupakan dasar dari pengolahan kata dan informasi berbasis multimedia. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan hypertext, auto-hypertext, text style, import text dan export text.

4. Grafik

Secara umum, image atau grafik berarti still image seperti foto dan gambar. Manusia sangat berorientasi pada visual (visual-oriented), dan gambar merupakan sarana yang sangat baik untuk menyajikan informasi. Semua objek yang disajikan dalam bentuk grafik adalah bentuk setelah encoding dan tidak mempunyai hubungan langsung dengan waktu.

5. Animasi

Animasi berarti gerakan image atau video seperti gerakan orang yang sedang melakukan sutau kegiatan, dll. Konsep dari animasi adalah menggambarkan sulitnya menyajikan informasi dengan satu gambar atau sekumpulan gambar. Demikian juga tidak dapat menggunakan teks untuk menerangkan informasi.

Animasi seperti halnya film, dapat berupa frame-based atau cast-based. Frame-based animation (animasi berbasis frame) dibuat dengan merancang setiap frame tersendiri sehingga mendapatkan tampilan akhir. Cast-based animation (animasi berbasis cast) mencakup pembuatan kontrol dari masing-masing objek (kadang disebut cast member atau actor) yang bergerak melintasi background. Hal ini merupakan bentuk umum animasi yang digunakan dalam game dan object-oriented software untuk lingkungan Window.

Dalam authoring software, biasanya animasi mencakup kemampuan ‘recording’ dan ‘playback’. Fasilitas yang dimiliki oleh software animasi mencakup integrated animation tool, animation clip, import animation, recording, playback dan transition effect.

Struktur-struktur Desain

Pembuatan aplikasi multimedia tidak lepas dari penyusunan struktur aplikasi multimedia, karena struktur aplikasi tersebut merupakan titik terpenting untuk membuat hasil aplikasi yang sempurna. Struktur ini berguna untuk memvisulkan seluruh struktur relasional dari aplikasi yang sedang dibangun serta menjelaskan organisasi file dari macromedia sebagai software utama, grafik dan sumber daya yang lain, sehingga tidak hanya memudahkan untuk melakukan revisi pada tiap komponen dalam aplikasi multimedia yang dibutuhkan. Menurut M. Suyanto pada bukunya yang berjudul, “Analisis & Desain Aplikasi Multimedia untuk Pemasaran“ (2004,103) menyebutkan ada lima macam struktur struktur desain untuk membuat aplikasi multimedia, diantranya adalah:

1. Struktur Linear

Struktur linear merupakan struktur yang paling sederhana dalam mendisdain aplikasi multimedia. Masing-masing objek dalam aplikasi multimedia dapat berupa teks, grafik, audio, video dan animasi atau kombinasi antara objek-objek tersebut.

Teori dan Definisi Komunikasi Multimedia Menurut Para Ahli

2. Struktur Menu

Struktur kedua untuk merancang aliran aplikasi multimedia adalah dengan struktur menu. Objek dalam struktur menu dapat diujudkan dalam garis-garis hypertext, grafik, audio, video dan animasi atau kombinasi dari kelima objek tersebut.

Teori dan Definisi Komunikasi Multimedia Menurut Para Ahli

3. Struktur Hierarki

Struktur Hirarki merupakan struktur seperti tanga atau pohon seperti yang ditunjukkan dalam gambar 2.3. Masing- masing objek menyediakan sebuah menu pilihan yang menonjolkan lebih banyak menu dengan lebih banyak pilihan.

Teori dan Definisi Komunikasi Multimedia Menurut Para Ahli

4. Struktur Jaringan

Struktur jaringan merupakan struktur yang paling kompeks. Dengan objek dapat terhubung dengan banyak objek dalam setiap arah pada setiap objek dalam aplikasi. Khusus aplikasi multimdia yang besar, desain struktur jaringan memungkinkan kita melakukan navigasi ke setiap layar dengan mengklik mouse yang minimum.

Teori dan Definisi Komunikasi Multimedia Menurut Para Ahli

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Teori dan Definisi Komunikasi Multimedia Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka

Binanto, Iwan, Multimedia Digital Dasar Teori + Pengembangannya, Yogyakarta: Penerbit Andi Yogyakarta, 2010.

Berlangganan artikel terbaru via email:

0 Response to "Teori dan Definisi Komunikasi Multimedia Menurut Para Ahli"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel