Tahapan Perkembangan dan Faktor-faktor Pengaruh Perkembangan Manusia

Tahapan Perkembangan dan Faktor-faktor Pengaruh Perkembangan Manusia - Segala hal yang terjadi dan sedang berkembang di sekitar lingkungan kita berhubungan dengan manusia atau makhluk hidup lainnya. Ilmu pengetahuan yang berkembang juga dimaksudkan untuk menunjang hidup manusia. Sehingga banyak cara yang ditempuh untuk mempermudah memahami manusia. Mulai dari pendefinisian manusia sampai sejumlah riset yang dikembangkan menjadi teori dengan tujuan mempermudah memahami manusia.

Diantara sekian banyak cara untuk memahami manusia, memahami pertumbuhan dan perkembangan manusia merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua kata yang sering muncul bersamaan dan mungkin ada kerancuan arti antara keduanya. Dalam hal pertumbuhan dan perkembangan manusia, dua kata ini sama-sama mengandung arti perubahan, namun ada perbedaan makna antar keduanya.

Pertumbuhan mengacu pada bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Sedangkan perkembangan merupakan serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman (Hurlock, 2003).

Beberapa ahli dalam psikologi secara khusus mengembangkan teori yang berkaitan dengan perkembangan manusia. Dalam psikologi, istilah yang digunakan adalah perkembangan, karena tahap-tahap yang dibahas lebih mengacu kepada proses kematangan dan pengalaman. Tulisan berikut merupakan rangkuman beberapa teori tentang perkembangan manusia.

Tahapan Perkembangan dan Faktor-faktor Pengaruh Perkembangan Manusia
image source: phsycologitoday(dot)com
Baca juga: Hubungan Psikologi Sosial di Ranah Hukum
Menurut Papalia, Olds, dan Feldman (2009), definisi perkembangan manusia adalah proses perubahan dan kemantapan/kematangan yang dilalui sepanjang rentang kehidupan seseorang. Tujuan ilmu perkembangan ini agar manusia lebih mengerti mengenai dirinya. Perubahan dan kemantapan mencakup pada perkembangan fisik yang meliputi pertumbuhan tubuh dan otak, sensori, keterampilan, kesehatan.

Perkembangan kognitif yang meliputi belajar, perhatian, memori, bahasa, berfikir, berargumen dan kreativitas. Perkembangan psikososial yang meliputi emosi, kepribadian dan hubungan sosial. Tapi tidak ada definisi yang baku dalam tahapan perkembangan ini, tergantung pada konstruk sosial yang dianut di masing-masing negara atau budaya (Papalia et al, 2009).

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Manusia

Perkembangan itu kompleks, setiap individu dalam tahapan perkembangan yang sama menunjukkan perbedaan, seperti ukuran tubuh, keadaan emosi, inteligensi, dan sebagainya. Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia menurut Papalia et al (2009) dalam buku Human Development adalah:
  • Keturunan (nature), yaitu sifat bawaan dari orang tua biologis, misalnya kecerdasan dan watak.
  • Lingkungan (nurture), yaitu tempat dan kondisi sosial di mana individu tumbuh dan berkembang.
  • Kematangan, kesiapan individu untuk menguasai ketrampilan baru, misalnya kematangan otak dan tubuh pada fase anak-anak awal, sehinggga mempunyai kemampuan untuk berjalan dan berbicara. Karakteristik diri dan pengalaman sangat berperan dalam beradaptasi dengan lingkungan internal dan eksternal.
  • Keluarga (cara mendidik, perhatian dan memperlakukan anak).
  • Status sosial dan ekonomi (penghasilan, pendidikan, dan pekerjaan, kemiskinan)
  • Budaya (adat, tradisi, kepercayaan, nilai-nilai, bahasa, perilaku modeling dari orang tua)
  • Ras/suku (leluhur, bangsa, agama, bahasa, yang membentuk identitas diri)

Pengaruh Perkembangan Normatif dan Non-normatif

Untuk memahami kesamaan dan perbedaan di masa perkembangan, kita harus melihat apakah tahap perkembangan tersebut dialami oleh sebagian besar individu atau hanya individu tertentu. Pengaruh normatif adalah pengalaman yang dialami oleh hampir semua individu sepanjang rentang kehidupannya.

Jadi mereka mengalami pengalaman yang sama sesuai dengan tahap perkembangannya. Pengalaman normatif seperti kematangan seksual yaitu pubertas dan menopause, peran sosial yaitu dalam pendidikan, menikah, menjadi orang tua dan pension (Papalia et al, 2009).

Pengaruh non-normatif adalah peristiwa yang tidak biasa yang dialami individu yang berdampak dalam kehidupan individu. Suatu peristiwa yang terjadi pada suatu waktu di rentang kehidupan. Peristiwa non-normatif seperti menikah di usia remaja, meninggal sewaktu kecil, mengalami kecelakaan pesawat, memenangkan lotre (Papalia et al, 2009).

Risk Factors dan Protective Factors

Dalam rentang kehidupan manusia terdapat hal-hal yang dapat mendukung atau malah sebaliknya menggangu proses perkembangan sesuai dengan tahapannya. Hal ini yang disebut risk factors dan protective factors.

Risk factors adalah kondisi-kondisi yang meningkatkan kemungkinan perkembangan yang negatif, misalnya kurangnya akses jaminan kesehatan, keluarga yang berantakan, dan tekanan dari orang lain serta kemiskinan (Papalia et al, 2009).

Protective factors adalah segala sesuatu yang melindungi atau mengurangi kemungkinan gangguan perkembangan, misalnya dukungan keluarga dan sosial, strategi coping.

Tahap-tahap Perkembangan pada Manusia

Dalam buku Human Development karangan Papalia et al (2009) disebutkan tahapan-tahapan perkembangan manusia yaitu:
  • Masa prenatal
  • Masa bayi & toddler ( lahir-3 tahun)
  • Anak-anak awal (3-6 tahun)
  • Anak-anak pertengahan (6-11 tahun)
  • Remaja /adolescence (11-20 tahun)
  • Young adulthood (20-40 tahun)
  • Middle adulthood (40-65 tahun)
  • Late adulthood (65 tahun ke atas)

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Tahapan Perkembangan dan Faktor-faktor Pengaruh Perkembangan Manusia. Semoga bermanfaat.

Berlangganan artikel terbaru via email:

0 Response to "Tahapan Perkembangan dan Faktor-faktor Pengaruh Perkembangan Manusia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel