Sejarah Psikologi Bagian dari Ilmu Biologi dan Fisiologi

Sejarah Psikologi Bagian dari Ilmu Biologi dan Fisiologi - Pada artikel ini dibahas tentang bagaimana ahli biologi menginspirasi para filusuf untuk menghubungkan antara kajian psikologi dan ilmu jiwa dengan ilmu fisiologi dan interaksi antara keduanya. Pertemuan antara biologi dan psikologi dimulai pada era Darwin.

Di abad ke 17, para saintis eropa mulai mengaplikasikan metodologi saintifik dalam mempelajari mahluk hidup, dimulai dengna penemuan penemuan sirkulasi darah, penemuan mikroskop dan sebagainya. Pada abad ke 19, Charles Darwin mengajukan idenya tentang evolusi yang menjadi landasan bagi perkembangan teori biologi modern. Di akhir abad ke 19 para filusuf mulai menggunakan metode biologi dalam memahami cara kerja pikiran manusia. Riset mereka tentang psikofisiologi membuka sejarah baru hubungan antara biologi dan psikologi.
Sejarah Psikologi Bagian dari Ilmu Biologi dan Fisiologi
image source: www(dot)psychblog(dot)co(dot)uk
Baca juga: Ciri Kepribadian dan Nilai Sukses Kepemimpinan

William Harvey (1578-1657)

Dokter berkebangsaan inggris, dengan menggunakan kaca pembesar dan beberapa tes empiris ia behasil menunjukkan bahwa jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke paru-paru dan balik lagi ke jantung secara simultan dan terus menerus. Harvey melakukan observasi dan tes secara empiris terhadap jantung reptile atau binatang yang sedang sekarat. Ia menemukan bahwa ada dua fase dalam detak jantung yaitu systolic (ketika jantung berkontraksi) dan diastolic (jantung mengembang atau rileks). Dengan mengestimasi volume darah yang dipompa selama beberapa waktu, ia membuktikan bahwa tubuh hanya terdiri dari sejumlah kecil volume darah yang terus menerus dipompa.

Lebih lanjut, ia juga membuktikan bahwa pembuluh darah arteri (darah dipompa ke luar jantung) dan pembuluh darah vena (darah kembali ke jantung) merupakan substansi yang sama. Ia menamakan pulmonary artery, yang menghubungkan antara bilik sebelah kanan dengan paru-paru. Ia menamakan pulmonary vein, vena dimana darah dari paru-paru menuju serambi sebelah kiri jantung.

Bagaimanapun juga, butuh lebih dari 200 tahun bagi ilmu biologi untuk diakui sebagai sains. Link antara biologi dan psikologi datang setelahnya dengan menemukan hubungna antara system dalam tubuh denga proses kognisi. Banyak pertanyaan tentang biologi yang belum terjawab sampai publikasi Darwin tentang Origin of the species tahun 1859.

Sejarah Psikologi Bagian dari Ilmu Biologi dan Fisiologi

Biology Sebelum Darwin

Pada fase ini tidak begitu banyak perkembangan ilmu biologi dikarenakan:
  • Focus penelitian tentang bumi dan usianya 
  • Kekekalan spesies bahwa spesies tidak akan berevolusi 

Seorang ahli biologi yang terinspirasi oleh Linnaeus (1735) mulai mengklasifikasikan mahluk hidup dengan istilah yang lebih dikenal sebagai taxonomy of kingdom.

Pengaruh Darwin terhadap ilmu biologi dan psikologi (1809- 1882)

Sebelum teori Darwin muncul, seorang teologi William Paley mengemukakan ide tentang creationism : ia menggunakan analogi bahwa seandainya seseorang menemukan jam di hutan, maka orang tersebut tidak berasumsi bahwa hal tersebut hanya kebetulan belaka. Melainkan, seseorang akan berasumsi bahwa pencipta telah mengatur semuanya. Dengan kata lain, Paley mengatakan bahwa binatang dan tumbuh-tumbuhan diciptakan dengan cara yang sama dan Tuhan adalah penciptanya.

Teori Darwin tentang evolusi makhluk hidup dalam bukunya The Origin of Species by Means of Natural Selection (1859) tentang teori evolusi. Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama yaitu seleksi alam dan Genetic Drift. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi - dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang.

Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam. Sementara itu, hanyutan genetik (Bahasa Inggris: Genetic Drift) merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi (Evolusi, 2014).

Teori Darwin menekankan bahwa perilaku, seperti karakteristik biologi, bisa dijelaskan dengan cara memahami adaptasi organism (manusia dan binatang) terhadap lingkungannya. Darwin menunjukkan bukti perilaku adalah diwariskan. Dalam bukunya In The Expression of the Emotions in Man and Animals, dipublikasikan tahun 1873, dia mengajukan teori bahwa mimik wajah binatang dalam mengeekspresikan emosi merupakan hasil keturunan/diturunkan dari gerakan “movement” yang tadinya memiliki fungsi yang lain.

Neuroanatomy

Phrenology

Franz Joseph Gall (1758-1828), seorang anatomis yang ahli dibidang struktur otak dan kepala. Penelitiannya tentang hubungan antara wajah, tubuh dan perilaku seseorang. Muridnya Johann Spurzheim (1758-1828) menyebarkan faham “Phrenology” yang didasarkan pada asumsi fundamental, pertama otak adalah organ dari pikiran. Kedua, pikiran terorganisasi dalam bentuk kemampuan, dan kemampuan itu berubah seiring bertambahnya pengalaman yang menyebabkan bentuk dari tengkorak kepala berubah. Phrenology berkembang dari tahun 1823- 1911. Sebagai teori Phrenology masuk akal, akan tetapi sebagai bukti empiris maka hal tersebut tidak dapat diterima. Intinya adalah, otak tidak berubah dalam bentuk ataupun ukuran seiring dengan berjalannya waktu. Meskipun phrenology ini tidak memiliki efek yang besar.

Sir Charles Bell (1774-1842): dilahirkan di Edinburgh, Skotlandia dan terkenal sebagai ahli bedah, anatomi, ilmu faal. Ia terkenal dengan penemuan-penemuannya tentang susunan syaraf, karya-karyanya dikenal di Inggris sendiri maupun di Prancis. Ia adalah seorang yang agak tertutup meskipun sangat bersemangat dalam melakukan penelitian-penelitiannya. Sebagian besar dari penemuannya tidak dipublikasikan sebagaiman lazimnya para sarjana lainnya, melainkan hanya disimpannya untuk catatan pribadi dan hanya dijadikannya untuk bahana kuliah atau diskusi dengan rekan-rekannya. 

Karena itulah pada mulanya hasil-hasil penelitian Bell tidak diketahui orang lain, sehingga pada suatu saat terjadi seorang sarjana lain di Prancis bernama Francouis Magendie melakukan penelitian-penelitian dan mendapatkan penemuan-penemuan yang serupa dengan Bell. Akhirnya susunan-susunan syaraf yang ditemukan oleh keduanya secara bersama-sama di tempat yang berbeda diberi nama susunan syaraf Bell-Magendie. Adapun penemuan Bell-Magendie adalah bahwa tubuh manusia terdapat dua macam syaraf, yakni syaraf sensoris dan motoris. Syaraf sensoris adalah syaraf yang menghantarkan impul-impuls yang diperoleh dari reseptor ke susunan syaraf pusat, sedangkan syaraf motoris adalah syaraf yang menghantarkan impuls-impuls yang berasal dari susuan syaraf pusat ke efektor.

Penemuan lain oleh Bell adalah “indera keenam” atau yang sekarang dikenal dengan nama kinesthesia, yaitu indera yang mengetahui gerak tubuh yang reseptor-reseptornya terdapat di dalam otot-otot, persambungan tulang-tulang dan dalam labirin. Ia juga mempelopori studi tentang indera pengecap dan penyelidikannya tentang cochlea membuktikan bahwa terdapat syaraf-syaraf yang disusun untuk berespons terhadap gelombang suara dari yang bernada tinggi sampai rendah. Teorinya yang terakhir ini kelak akan dikembangkan oleh Hermann von Helmholtz dan akan terkenal sebagai teori “piano” dari pendengaran.

Organisasi dari sum-sum tulang belakang

Awal abad ke 19, dua orang peneliti Sir Charles Bell (1774- 1842) dari Inggris dan Francois Magendie (1783-1855) dari Perancis, menemukan bentuk susunan dari sum-sum tulang belakang dengan eksperimen pada binatang. Dari hasil penelitiannya ditemukan bahwa peranan dari serat syaraf yang keluar dari sum-sum tulang belakang di sisi ventral untuk memberikan perintah dari otak dan sum-sum tulang belakang ke tubuh.

Gustav Fritsch (1838-1927) dan Edvard Hitzig (1838-1907) tempat khusu di Cortex bertanggung jawab terhadap gerakan motoric, Cortex adalah sebuah susuan yang bersifat tofografis tentang tubuh seseorang yang ada di dalam otak.

Komunikasi antara Otak dan Indera

Johannes Muller (1801-1858) menemukan bahwa organ dari indera adalah organic transducer; yaitu satu organ tertentu yang mengubah informasi fisikal ke informasi neural (transducer are the specialized organs, such as the eye and ear, that convert physical energy into neural information). Rachlin (2005, p.43) menjelaskan tentang ide Muller terkait dengan dunia psikologi:

“Menurut Muller, pikiran kita hanya memiliki akses ke nervous energy. Dari energy ini, maka terbentuklah “satu tatan dunia”, yang menjadi kajian psikologi sampai detik ini”

Hermann Helmholtz (1821-1894), yang menjadi murid dari Muller menemukan bahwa cara mengukur kecepat impuls syaraf (contoh: 60 mph)

Psikofisik

Riset pertama psikologi yang dikaji secara sistematis adalah psikofisik yaitu mengukur pengalaman subjektif seseorang terhadap dari sensasi fisik yang diberikan. Apabila pikiran terdiri dari pengalaman terhadap apa yang kita rasakan/ sense, maka pemahaman terhadap apa yang kita rasakan/sense akan mengarahkan kita pada pemahaman terhadap pikiran/ mind. Peneliti psikofisik dari German di tahun 1820 berfokus pada sensasi sentuh, lihat, dengar dan cium/bau. Perbedaan antara psikofisik dan fisika adalah, jika fisika mempelajari property fisik dari cahaya dan suara, maka psikofisik mempelajari tentang persepsi manusia tentang cahaya dan suara.

Satu prinsip dari psikofisik adalah persepsi terhadap property fisik (physical properties) tidak sama dengan fisikal properties (physical properties) itu sendiri. Untuk mendemonstrasikannya, ayo kita menjawab pertanyaan klasik, yang mana lebih berat antara 1 pound bulu dengan 1 pound batu bata? Kamu mungkin berpikir “ kamu piker saya bodoh?” saya sudah sering mendengar pertanyan tersebut. Beratnya adalah sama! 1 pound adalah 1 pound. 

Mungkin jawaban tersebut benar hanya pada objektifitas bentuk dan berat dari property tersebut. Persepsi berat antara dua benda- property psikologis (a psychological property) akan sangat berbeda. Hal ini bertentangan dengan pemahaman orang pada umumnya (common sense), ketika seseorang memperkirakan berat antara dua benda yang secara empirik sedang di tes, orang-orang berpikir bahwa batu bata lebih berat 2 sampai 3 kali daripada bulu (Benjamin, 2007). Jika kamu tidak percaya, silahkan dicoba sendiri. Psikofisik adalah masalah hubungan antara dunia fisik dan dunia psikologis.

Ahli psikofisik pertama adalah —Ernst Weber, Gustav Fechner, and Hermann von Helmholtz. Ernst Weber (1795- 1878) melakukan riset pertama tentang pesepsi, contoh: ia menginvestigasi perubahan terkecil dari berat dan panjang yang orang dapat ketahui. Melanjutkan apa yang dikerjakan oleh Weber, maka Gustav Fechner (1801-1889) menyadari bahwa orang dapat memperlajari psikologi dan fisik dalam kajian ilmu baru yang disebut Psikofisik. Fechner memperbaharui beberapa prinsip dari Weber. 

Seorang dokter dan fisikawan, Hermann von Helmholtz (1821– 1894) tidak hanya membuat kontribusi terhadap kajian memori, fisiologi, dan penglihatan dengan warna (color vision), akan tetapi juga berkontribusi pada hukum konservasi pada ilmu fisika dan teori musik, meteorlogy, geometri, dan ia merancang telepon jauh sebelum Alexander Graham Bell (Benjamin, 2007). Lebih lanjut, ia orang pertama yang menghitung bahwa detak nadi sekitar 90 feet per detik. Dari perkembangan ini, maka psikologi memulai langkah pertamanya sebagai ilmu saintifik.

Sejarah Psikologi Bagian dari Ilmu Biologi dan Fisiologi

Intelegensi Binatang dan Komparasi Psikologi

George Romanes, pengikut aliran Darwin yang mempopulerkan mempelajari intelegensi binatang. Romanes membawa seekor monyet untuk dibesarkan oleh adiknya. Namun, ketika monyet tersebut telah belajar prinsip mekanik dibelakang skrup berulir. Maka Morgan dalam menginterpretasi temuannya sangat berhati-hati karena hal ini terkait dengan outcome yang dihasilkan dari memutar kearah satu atau yang lainnya.

Morgan ingin menempatkan psikologi heman sama dengan psikologi manusia, dalam artian perbandingan psikologi antara intelegensi hewan dan manusia dimungkinkan tapi dengan penafsiran yang sangat hati-hati. Ini merupakan sejarah baru pertemuan antara psikologi dan biologi.

Psikometerik

Psikolog pertama yang mempelajari pengaruh genetic terhadap perilaku manusia adalah Sir Francis Galton 1822–1911), sepupu dari Darwin’s. Galton adalah seorang polymath yang berkontribusi dalam dunia sains, dia menciptakan peta cuaca pertama di Inggris, menemukan istial “korelasi” ( yang mendeskripsikan hubungan antara dua variable atau faktor), mengembangkan teknik sidik jari, menemukan cabang baru yaitu psikometri (aplikasi dari konstruksi alat tes psikologi yang mengukur perbedaan individual). Lebih lanjut ia juga mendirikan laboratorium antropometrik di London pada tahun 1884, tepat lahirnya tes intelegensi. 

Galton tertarik untuk menemukan apakah bentuk fisik seseorang berkorelasi satu dengan yang lainnya dan apakah korelasi yang sama terjadi pada aspek psikologis seseorang seperti kapasitas sensori, waktu reaksi, intelektual. Kenyataannya, Galton menemukan fitur fisik seperti tinggi, panjang lengan dan berat berkorelasi positif. Dari situ dapat diambil kesimpulan bahwa dengan mengetahui bagian dari dimensi tubuh seseorang maka dapat dilakukan penghitungan berat badan seseorang. Lebih lanjut, Galton orang pertama secara statistic peranan faktor keturunan pada variable psikologis. Dalam kajiannya tentang “eminent men”, ia mempublikasikan bukunya yang berjudul Hereditary Genius.

Emil Kraeplin (1856- 1926): Lahir tanggal 15 Februari 1856 di Neustrelitz, meninggal tanggal 7 Oktober 1926 di Munich. Menjadi dokter di Wurzburg tahun 1878, kemudian menjadi dokter di rumah sakit jiwa Munich. Ia pindah ke Leipzig pada tahun 1882 untuk bekerja dengan Wundt yang pernah menjadi kawannya selama mereka masih mahasiswa. Tetapi Wundt menasehatkannya untuk tidak sepenuhnya mencurahkan waktunya kepada psikologi, melainkan mempertahankan pekerjaannya di bidang kedokteran. Pada tahun 1885 ia diangkat menjadi guru besar di Dorpat dan pada tahun 1891 di Heidelberg. Pada tahun 1894 ia menjadi editor dari berkala Psychologische Arbeiten. Dari 1903 sampai meninggal ia menjadi professor psikiatrik.

Kraepelin menjadi terkenal terutama karena penggolongannya mengenai penyakit kejiwaan yang disebut psikosis. Ia membagi psikosis dalam dua golongan utama yaitu “dementia praecox” dan psikosis “manis depresif”. Terlepas dari persahabatannya dengan Wundt, Kraepelin berpendapat bahwa etiologi penyakit kejiwaan tidaklah terletak pad jiw aseseorang, melainkan disebabkan oleh faktor ketubuhan seperti kelainan di otak, kelainan metabolism, gangguan pada kelenjar-kelenjar, atau faktor-faktor bawaan.

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Sejarah Psikologi Bagian dari Ilmu Biologi dan Fisiologi. Semoga bermanfaat.

Berlangganan artikel terbaru via email:

0 Response to "Sejarah Psikologi Bagian dari Ilmu Biologi dan Fisiologi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel