Psikologi First Aid (PFA) - Layanan Kesehatan Mental

Psychology First Aid - Layanan Kesehatan Mental - Psychological first aid meliputi pemberian bantuan, meyakinkan kembali tentang kondisi yang aman, membuat nyaman dan komunikasi dengan penyintas. Jika penyintas ingin membicarakan pengalaman mereka maka ini merupakan bentuk dukungan namun untuk probing gejala ganguan psikologis akan dirasa kurang tepat.

Informasi yang disediakan adalah hal yang penting untuk mengambil tindakan yang tepat. Hubungan dengan keluarga dan significant others harus dipastikan, kalaupun tidak dukungan sosial harus tersedia sebagai penggantinya ketika seseorang terpisah dari keluarganya (Raphael, 1993).
image source: www(dot)coursera(dot)org
Baca juga: Pembekalan Layanan Kesehatan Kebencanaan
Selain pertolong pertama pada kecelakaan, maka semua relawan harus faham tentang prinsip dari PFA, jadi hal tersebut bisa diaplikasikan oleh relawan ketika berhadapan dengan situasi emergency (Raphael et al, 1996).

Komponen dalam Psychology First Aid (PFA)

  • Memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penyintas. Berada secara fisik dan psikologis untuk para penyintas merupakan hal penting dalam PFA, memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi, dan mengakui apa yang baru dilalui oleh para penyintas. 
  • Melindungi penyintas dari kemungkinan stress ataupun ancaman yang muncul setelah kejadian bencana. Menyediakan lingkungan yang aman adalah hal yang penting, banyak dari penyintas yang mengalami kehilangan secara material dan kehilangan rasa aman yang menyebabkan overwhelming oleh karenanya penyintas butuh untuk mendapatkan rasa aman lagi. Mempertemukan kembali penyintas dengan keluarga dan teman-temannya merupakan hal yang paling penting dalam menginstal kembali rasa aman tersebut. Ketika reuni tidak memungkinkan, maka informasi tentang keluarga penyintas adalah hal terpenting 
  • Menyediakan layanan kesehatan fisik, termasuk di dalamnya adalah tempat perlindungan/ shelter. Termasuk di dalamnya menyediakan air dan makanan, hal ini akan menyakinkan penyintas bahwa ada orang yang peduli. 
  • Berbagi pengalaman. Ketika para penyintas dan keluarga penyintas dalam situasi yang aman, maka proses berbagi cerita dan pengalaman adalah hal yang wajar sebagai bentuk proses pemaknaan, memberikan kesaksian, dan juga ventilasi terhadap perasaan. Kalau hal ini terjadi secara natural di dalam barak pengungsian, maka hal tersebut harus di dukung. Namun tidak perlu memaksakan kalau mereka tidak menginginkannya.
  • Penting bagi relawan untuk mengetahui bahwa selama proses recovery setelah bencana memvalidasi perasaan penyintas merupakah hal yang wajib karena hal ini merupakan langkah pertama dalam memberikan dukungan yang suportif, dan bisa membantu penyintas dalam fase recovery psikologis. 
  • Menghubungkan penyintas dengan sistem dukungan yang tersedia yang akan mengambil alih dan memberikan follow setelah fase akut dari bencan lewat. Cara memberikan bantuan haruslah sangat berhati-hati karena bisa saja masyarakat yang dibantu akan merasa sangat malu, marah ataupun merasa rapuh (Raphael, 1993). Contoh: orang yang biasanya kayak mendaptkan bantuan baju bekas 
  • Memfasilitasi perasaan mampu dari penyintas. Banyak dari penyintas yang merasakan rasa ketidakberdayaan dan tidak mampu. Oleh karenanya, penting bagi relawan untuk memperoleh kembali rasa percaya diri dan mampu mengontrol hidup mereka. Hal ini berdasarkan asumsi bahwa kerentanan dari individu, eksistensi dari dunia yang bermakna dan persepsi yang positif tentan gdiri sendiri dalam posisi yang terguncang ketika bencana.
  • Dalam fase recovery harus menyediakan dukungan, proteksi dan dukungan yang lebih terstruktur. Hindari stigma bahwa para penyintas adalah “korban”, “pasien”. Stigma akan mengisolasi penyintas ketika mereka membutuhkan dukungan yang lebih (Holloway & Fullerton, 1994). 

Berikut ini adalah materi PFA yang diambil dari pelatihan yang pernah diikuti di PMI:

PFA adalah tanggapan pertama kepada individu yang mengalami tekanan karena bencana ataupun krisis, untuk membantu individu menghadapi keadaan pada saat itu serta mencegah timbulnya dampak psikologis yang lebih mendalam.

PFA Meliputi

  • Pemenuhan kebutuhan fisik dengan segera 
  • Penyediaan lingkungan yang aman dan nyaman bagi penyintas 
  • Pemberian dukungan 
  • Berkomunikasi dengan penyintas 
  • Menyediakan informasi yang dibutuhkan penyintas 
  • Membantu penyintas mengungkapkan pengalaman dan perasaan mereka 
  • Memfasilitasi pertemuan anggota keluarga yang terpisah 
  • Mengidentifikasi kebutuhan lebih lanjut 

Prinsip Pertolongan Pertama Psikologis

  • Berikan bantuan sesegera mungkin 
  • Efektifkan bantuan dengan memberikannya secara langsung dan aktif 
  • Bantu penyintas untuk menerima apa yang telah terjadi 
  • Sediakan informasi akurat tentang situasi yang ada 
  • Bersikap jujur, jangan pernah menjanjikan sesuatu yang tak bisa kita penuhi 
  • Sadari pentingnya kegiatan bagi penyintas 
  • Sediakan dukungan emosional bagi penyintas 
  • Fokus pada kemampuan yang dimiliki penyintas untuk pulih 

Langkah-langkah Pertolongan Pertama Psikologis

1. Memenuhi kebutuhan dasar penyintas

  • Memenuhi Kebutuhan Dasar penyintas: Sediakan tempat berlindung yang aman 
  • Berikan pertolongan pertama fisik bila dibutuhkan 
  • Bantu penyintas mengumpulkan barang pribadinya 
  • Kebutuhan dasar akan tempat tinggal, pakaian & makanan harus dipenuhi 
  • Tanyakan apakah penyintas membutuhkan hal lain 

2. Mendengarkan penyintas

  • Sediakan waktu untuk mendengarkan penyintas. Hal ini akan mengurangi rasa cemasnya.
  • Fokuskan perhatian pada apa yang dikatakan penyintas.
  • Jangan memotong pembicaraan dan meyakinkan penyintas bahwa semuanya akan baik-baik saja.
  • Pandanglah penyintas saat ia berbicara (jika memungkinkan menurut budaya setempat).
  • Gunakan komunikasi non verbal untuk menunjukkan dukungan dan empati anda.
  • Sediakan waktu untuk mendengarkan penyintas. Hal ini akan mengurangi rasa cemasnya.
  • Fokuskan perhatian pada apa yang dikatakan penyintas.
  • Jangan memotong pembicaraan dan meyakinkan penyintas bahwa semuanya akan baik-baik saja.
  • Pandanglah penyintas saat ia berbicara (jika memungkinkan menurut budaya setempat).
  • Gunakan komunikasi non verbal untuk menunjukkan dukungan dan empati anda.

3. Menerima Perasaan Penyintas

  • Respon yang timbul pasca bencana seperti merasa cemas, marah, bersalah, berduka, malu atau gembira karena selamat dari bencana merupakan hal yang sangat wajar. Relawan perlu memahami bahwa hal tersebut adalah NORMAL.
  • Panduan dalam menerima perasaan penyintas
  • Terimalah perasaan penyintas tanpa menertawainya.
  • Terimalah perasaan penyintas apa adanya meskipun Anda memiliki perasaan, pikiran dan tindakan yang berbeda dengannya.
  • Jangan menyalahkan perasaan dan pikiran penyintas.
  • Ketika penyintas membutuhkan bantuan, yang diperlukan dan diharapkannya adalah kepedulian terhadap perasaan mereka, bukan tuduhan atau penolakan.
  • Sadari bahwa perasaan, pikiran, tindakan seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor. Orang dapat bertindak secara berbeda dalam situasi yang sama.
  • Anda dapat sangat membantu dengan menerima perasaan penyintas dan melakukan apa yang bisa Anda bantu bagi penyintas dalam menjalani masa sulitnya.

4. Membantu dengan Langkah Selanjutnya

  • Petakan kebutuhan akan bantuan medis, kebutuhan dasar, livelihood, perumahan dan dukungan emosional.
  • Berdasarkan kebutuhan yang ada, diskusikan rencana untuk memenuhi kebutuhan.
  • Berikan bantuan atau informasi penting bagi pemenuhan kebutuhan. Buat networking dengan lembaga lain yang mungkin bisa membantu.
  • Minta penyintas untuk segera memulai kembali tugas dan kegiatan hidup mereka sehari-hari (kembali kerja, bersekolah, bersosialisasi,dll).
  • Bantu mereka untuk menyadari bahwa dengan bekerja dan menjalankan rutinitas lagi akan mempercepat proses pemulihan.
  • Dorong munculnya gaya hidup sehat : istirahat cukup, makanan cukup gizi, olah raga teratur, dan lainnya.

5. Merujuk dan menindaklanjuti

  • Identifikasi, temu-kenali penyintas yang membutuhkan pertolongan atau dukungan psikologis lebih lanjut.
  • Identifikasi institusi yang memberikan pelayanan di bidang kesehatan mental. Buat jaringan dengan institusi tersebut.

Intervensi Psikologis Bagi Penyintas Bencana (WHO, 2005)

  • Memberikan informasi tentang lokasi jenazah
  • Menghindari penguburan jenazah tanpa melalui upacara penguburan
  • Memfasilitasi pelacakan anggota keluarga yang terpisah bagi anak-anak, lanjut usia dan kelompok rentan lainnya
  • Mendorong masyarakat untuk membentuk kelompok kegiatan seperti kegiatan doa bersama, menjalankan kegiatan ritual dan kegiatan kemasyarakatan lainnya
  • Mendorong terbentuknya kegiatan rekreatif bagi anak- anak
  • Menginformasikan masyarakat mengenai reaksi psikologis setelah bencana. Yakinkan masyarakat bahwa reaksi tersebut merupakan hal yang NORMAL dan UNIVERSAL.
  • Pemimpin agama, guru, dan tokoh masyarakat lainnya harus dilibatkan dalam kegiatan PSP
  • Mendorong orang untuk saling bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan bersama
  • Memotivasi tokoh masyarakat dan tokoh penting lainnya untuk membentuk kelompok diskusi dan saling berbagi perasaan
  • Memberikan dukungan dan berempati kepada penyintas

Berikut ini adalah materi PFA yang saya ambil dari pelatihan yang pernah saya ikuti di HIMPSI
Terminologi baru muncul di akhir perang dunia II:

Psychological First Aid

  • Dukungan psikologis yang paling mendasar, diberikan kepada keluarga, teman, tetangga dan rekan sekerja oleh anggota masyarakat lainnya.
  • Kesehatan Mental Paska Bencana
  • Layanan yang diberikan oleh profesional dalam bidang kesehatan mental dalam persiapan dan selama masa tanggap darurat
  • Pendekatan ini tidak harus pendekatan yang bersifat eksklusif
  • Relawan SAR, guru dan tokoh masyarakat mungkin tidak merasa nyaman atau kurang tepat sebagai individu yang memberikan layanan dukungan psikologis
  • Ada orang-orang yang cocok untuk memberikan dukungan psikologis namun tidak bisa melakukan kerja yang lain

Sekumpulan ketrampilan yang bisa membantu anggota masyarakat untuk menolong keluarga, tetangga dan diri mereka sendiri dengan memberikan dukungan psikologis setelah sebuah kejadian yang traumatis.

Sebuah strategi untuk menjawab kebutuhan dukungan psikologis setelah kondisi bencana atau kejadian traumatis lainnya yang:
  • Murah
  • Mudah diperoleh
  • Secara budaya bisa diterima

Prinsip dari Program Dukungan Psikologis

  • Mengakar di masyarakat
  • Berkelanjutan
  • Berdasarkan pada kekuatan masyarakat dan budaya yang ada; orang-orang yang ‘kuat’, kepercayaan keagamaan tertentu, kebiasaaan baik secara sosial maupun budaya, ritual yang ada
  • Menggunakan keahlian lokal
  • Menangani reaksi sewajarnya dari kejadian yang tidak wajar.
  • PFA Sebuah model yang: mendorong persiapan di masyarakat, tempat kerja, sekolah dan keluarga dan tidak tergantung pada layanan langsung dari para profesional kesehatan mental.

Keharusan pada Pendamping Penyintas 

  • Memberikan informasi mengenai tingkah laku yang wajar sebagai akibat dari sebuah kondisi bencana. Kebanyakan orang ingin mendapatkan kepastian bahwa mereka tidak abnormal.
  • Memberikan kebutuhan dasar dari penyintas. Kebanyakan penyintas tidak memiliki akses terhadap uang, makanan dan tempat tinggal.
  • Lakukan rujukan terhadap rekasi acute distress bagi para profesional kesehatan mental

Siapa yang bisa memberikan layanan PFA? Pemuka agama, relawan yang sudah dilatih, kepala desa yang sudah di latih, psikologi, sosial worker:
  • Komunikasi non-verbal
  • Kontak mata
  • Postur tubuh
  • Kontak fisik dan jarak
  • Ekspresi muka
  • Bahasa tubuh
  • Nada dan volume suara

Apakah Psikososial itu?

  • "PSIKO" > internal-pikiran, perasaan, nilai, kepercayaan yang dianut individu.
  • "SOSIAL" > eksternal-hubungan antara individu dengan lingkungannya

Suatu konsep yang menerangkan bahwa berbagai hal saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Suatu cara untuk memahami bahwa saat bencana atau krisis terjadi pada masyarakat maupun individu, hal tersebut akan mempengaruhi cara orang berpikir, merasa, bertindak; serta mempengaruhi hubungan sosial dan lingkungannya.

Bila seseorang memiliki masalah psikologis atau emosional, hal itu akan mempengaruhi orang-orang disekitarnya atau lingkungannya.

Bila masyarakat mengalami kesengsaraan akibat bencana alam atau perang, maka masalah itu akan mempengaruhi diri individu.

Psikososial bukan merupakan: treatment psikologis atau psikiatris dan terapi bagi penderita gangguan jiwa.

Dukungan Psikososial

  • Dukungan melalui empati, pemahaman dan sensitivitas
  • Diseminasi informasi kepada masyarakat target serta para relawan
  • Mengidentifikasi individu yang perlu dirujuk untuk mendapatkan penanganan psikiatris atau medis
  • Membantu individu, keluarga, dan masyarakat untuk mengidentifikasi kebutuhan mereka
  • Menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan pelayanan-pelayanan yang ada di dalam masyarakat
  • Memfasilitasi kemampuan masyarakat untuk membantu dirinya sendiri
  • Meningkatkan kemampuan resiliensi masyarakat melalui mobilisasi sosial
  • Memberikan dukungan kepada relawan untuk mengurangi stres
  • Dalam pemberian dukungan psikososial, individu / masyarakat harus dipahami dari konteksnya, dari lingkungan dimana mereka berada
  • Konteks yang unik antara masyarakat satu dengan lainnya berakibat pada kekhasan dukungan psikososial yang diberikan pada suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya.

Penjelasan Lanjut Dukungan Psikososial

  • Mentransformasikan mereka yang terkena dampak bencana dari KORBAN menjadi SURVIVOR
  • Seorang KORBAN adalah PASIF dan tergantung pada yang lain à ia berada dalam situasi dimana ia TIDAK SANGGUP MENGATASINYA
  • Seorang SURVIVOR mampu mengambil PERAN AKTIF dalam upaya membantu dirinya sendiri dan masyarakat agar pulih dari bencana
  • Setelah mendapatkan kembali KEMAMPUAN MENGENDALIKAN dan mampu memenuhi kebutuhannya betapapun kesulitan menghadangnya

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Psychology First Aid - Layanan Kesehatan Mental. Semoga bermanfaat.

Berlangganan artikel terbaru via email:

0 Response to "Psikologi First Aid (PFA) - Layanan Kesehatan Mental"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel