Pengertian Sistem Hormon dan Peristiwa Kimiawi pada Manusia

Pengertian Sistem Hormon dan Peristiwa Kimiawi pada Manusia - Artikel psikologi ini akan membahas mengenai pengertian sistem hormon dan fungsi peristiwa kimiawi pada sistem hormon yang terjadi pada manusia. Melalui artikel ini diharapkan mampu menjelaskan tentang peristiwa kimiawi sistem hormon manusia secara tepat.

Sistem Neuroendokrin

Hormon

  • Hormon → pembawa pesan kimiawi antar sel atau antar kelompok sel.
  • Hormon beredar di dalam sirkulasi darah dan fluida sel untuk mencari sel target. Ketika hormon menemukan sel target → hormon mengikat protein reseptor tertentu pada permukaan sel dan mengirimkan sinyal → reseptor protein menerima sinyal → bereaksi balikdengan mempengaruhi ekspresi genetik atau mengubah protein selular.
  • Pada banyak kasus, satu hormon dapat mengatur produksi dan pelepasan hormon lainnya.

Kelenjar

Ada dua tipe kelenjar atau glands, yaitu:
  • Kelenjar Eksokrin → melepaskan bahan-bahan kimia mereka ke dalam pembuluh, yang mengangkutnya ke target, sebagian besar di permukaan tubuh. Misalnya, kelenjar keringat.
  • Kelenjar Endokrin → kelenjar tanpa pembuluh → melepaskan bahan-bahan kimia mereka, yang disebut hormon, secara langsung ke dalam sistem sirkulatorik.
Begitu dilepaskan oleh sebuah kelenjar endokrin, sebuah hormon berjalan melalui sistem sirkulatorik sampai mencapai targetnya yang normalnya akan memberikan efek.
Pengertian Sistem Hormon dan Peristiwa Kimiawi pada Manusia
image source: reference(dot)com
Baca juga: Cara Public Speaking dengan Baik dan Pasti Disukai Penonton

Golongan-Golongan Hormon

Sebagian besar hormon termasuk dalam salah satu di antara tiga golongan:
  • Derivat asam amino
  • Peptida dan protein
  • Steroid
Hormon derivatif asam amino adalah hormon-hormon yang disintesiskan dalam beberapa langkah sederhana dari sebuah molekul asam amino. Contohnya, epinefrin yang dilepaskan dari medula adrenal dan disintesiskan dari tirosin.

Hormon peptida dan hormon protein adalah rantai-rantai asam amino → hormon peptida adalah rantai pendek, dan hormon protein adalah rantai panjang.

Hormon steroid → memainkan peran penting dalam perkembangan dan perilaku seksual. Kebanyakan hormon lain menghasilkan efeknya dengan mengikatkan diri pada membran sel. Namun pada hormon steroid, selain dengan cara tersebut, ia memenetrasi membran sel dan mempengaruhi sel dengan cara larut dalam lemak karena ukurannya yang kecil.

Hormon steroid dapat mempengaruhi secara langsung ekspresi gen → konsekuensinya, dari semua hormon, hormon steroid cenderung memiliki efek yang paling beragam dan jangka panjang pada fungsi seluler.

Pengertian Sistem Hormon dan Peristiwa Kimiawi pada Manusia

Hormon-Hormon Pituitari

Kelenjar pituitari sering disebut master gland (kelenjar master) karena sebagian besar hormonnya adalah hormon-hormon tropik.
  • Hormon tropik (Tropic hormones) → hormon-hormon yang fungsi primernya adalah untuk mempengaruhi pelepasan hormon-hormon dari kelenjar-kelenjar lain. Contohnya, gonadotropin adalah hormon tropik pituitari yang berjalan melalui sistem sirkulatori ke gonad, yang menstimulasi pelepasan hormon-hormon gonadal.
  • Kelenjar pituitari sebenarnya terdiri dari dua kelenjar, yaitu pituitari posterior dan pituitari anterior, yang menyatu selama proses perkembangan embriologis → pituitari anteriorlah yang melepaskan hormon-hormon tropika.

Pengontrolan Pituitari Anterior dan Posterior oleh Hipotalamus

  • Dua hormon utama pituitari posterior → vasopressin (vasopresin) dan oxytocin(oksitosin) → hormon-hormon peptida yang disinstesiskan di badan sel neuron dalam nuklei paraventrikuler dan nuklei supraoptik hipotalamus.
  • Oksitosin menstimulasi kontraksi uterus selama persalinan dan keluarnya air susu selama menyusui.
  • Vasopresin (disebut juga antidiuretic hormone) memfasilitasi penyerapan-kembali air oleh ginjal.
  • Harris (dalam Pinel, 2009) mengatakan bahwa pelepasan hormon-hormon dari pituitari anterior itu sendiri diatur oleh hormon-hormon yang dilepaskan dari hipotalamus.
  • Hormon-hormon hipotalamik yang diperkirakan menstimulasi pelepasan sebuah hormon pituitari anterior disebut releasing hormones (hormon-pelepas), dan yang diperkirakan menghambat pelepasan hormon-hormon pituitari anterior disebut release-inhibiting factors (faktor penghambat pelepasan).

Regulasi Kadar Hormon

Pelepasan hormon diatur oleh tiga macam sinyal yang berbeda, yaitu:
  • Sinyal-sinyal dari sistem saraf
  • Sinyal-sinyal dari hormon
  • Sinyal-sinyal dari bahan kimia nonhormonal
  • Semua kelenjar endokrin, kecuali pituitari anterior, diatur secara langsung oleh sinyal-sinyal dari sistem saraf.
  • Kelenjar endokrin yang berlokasi di otak (kelenjar pituitari dan kelenjar pineal) diatur oleh neuron-neuron serebral yang berlokasi di luar CNS diinervasi oleh sistem saraf otonom , biasanya oleh cabang-cabang simpatik maupun parasimpatik yang sering kali memiliki efek yang berlawanan pada pelepasan hormon.
  • Sinyal-sinyal dari hormon-hormon itu sendiri mempengaruhi pelepasan hormon dari kelenjar targetnya masing-masing.
  • Hormon-hormon yang bersirkulasi sering memberikan umpan balik ke struktur-struktur yang mempengaruhi pelepasannya: kelenjar pituitari, hipotaamus, dan tempat-tempat lainnya di otak. Fungsi kebanyakan umpan balik hormonal adalah mempertahankan stabilitas kadar hormon dalam darah. Contoh: kadar hormon gonadal yang tinggi biasanya memiliki efek pada hipotalamus dan pituitari yang mengurangi pelepasan hormon gonadal sesudahnya, dan kadar yang rendah biasanya memiliki efek meningkatkan pelepasan hormon.
  • Kadar glukosa, kalsium, dan sodium dalam darah semuanya mempengaruhi pelepasan hormon-hormon tertentu. Contohnya, meningkatnya glukosa darah meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas, dan insulin, pada gilirannya, menurunkan kadar glukosa darah.
  • Hormon-hormon cenderung dilepaskan in pulse → mereka dilepaskan beberapa kali per hari dalam gelombang-gelombang besar yang biasanya berlangsung tidak lebih dari beberapa menit saja.
  • Kadar hormon dalam darah diatur oleh perubahan frekuensi dan durasi hormone pulse→ konsekuensinya: seringkali ada fluktuasi yang besar dari menit ke menit pada kadar hormon-hormon yang bersirkulasi.

Hormon dan Perkembangan Seksual

Hormon mempengaruhi seks dengan dua cara:
  • Dengan mempengaruhi perkembangan mulai dari konsepsi sampai kematangan seksual karateristik-karakteristik anatomis, fisiologis, dan perilaku yang membedakan seseorang sebagai perempuan atau laki-laki.
  • Dengan mengaktifkan perilaku terkait reproduksi pada orang dewasa yang telah matang secara seksual.
  • Gonad → organ yang memproduksi sel kelamin.
  • Pada laki laki, gonad → testis ; pada perempuan, gonad à
  • Sel-sel perempuan memiliki dua kromosom seks besar, yang disebut kromososm X.
  • Pada laki-laki, satu kromosom seksnya adalah kromosom X, dan yang satu disebut kromosom Y.
  • Gonad tidak hanya sekedar membuat sel sperma dan sel telur, mereka juga memproduksi dan melepaskan hormon-hormon steroid.
  • Testis dan ovarium melepaskan hormon-hormon yang sama.
  • Dua golongan utama hormon gonadal itu disebut androgen dan estrogen.
  • Testosteron → androgen paling banyak.
  • Estradiol → androgen paling sedikit.
  • Ovarium dan testis juga melepaskan hormon steroid golongan ketiga yang disebut
  • Progesteron → progestin paling banyak → pada perempuan berfungsi menyiapkan uterus (rahim) dan buah dada selama kehamilan.
  • Selain gonad, kelenjar adrenal juga melepaskan sejumlah kecil semua jenis steroid seks yang dilepaskan oleh gonad.
  • Perbedaan utama antara fungsi endokrin perempuan dan laki-laki adalah pada perempuan, kadar hormon gonadal dan gonadotropik melalui siklus yang berulang setiap kira-kira 28 hari → fluktuasi inilah yang mengontrol siklus menstruasi perempuan. Sebaliknya, pada laki-laki, kadar hormon gonadal dan gonadotropik hanya sedikit sekali berubah dari hari ke hari.

Model Rangkuman Regulasi Hormon-Hormon Gonadal


Pengertian Sistem Hormon dan Peristiwa Kimiawi pada Manusia

Keterangan :

Otak → dari hipotalamus ke dalam sistem portal hipotalamik → mengontrol pelepasan hormon pelepas-gonadotropin → dibawa ke pituitari anterior → hormon pelepas-gonadotropin menstimulasi pelepasan gonadotropin (yang dibawa oleh sistem sirkulatorik) → sebagai respon, gonad melepaskan androgen, estrogen, dan progestin → masuk kembali ke pituitari dan hipotalamus → mengatur pelepasan hormon gonadal selanjutnya.

Pubertas: Hormon dan Perkembangan Ciri-ciri Kelamin Sekunder

Ciri-ciri kelamin sekunder adalah fitur-fitur selain organ-organ reproduktif yang membedakan laki-laki dan perempuan yang sudah matang secara seksual:
  • Pubertas berhubungan dengan meningkatnya pelepasan hormon-hormon oleh pituitari anterior.
  • Meningkatnya pelepasan hormon pertumbuhan –satu-satunya hormon pituitari anterior yang tidak memiliki kelenjar sebagai target primernya—secara langsung mempengaruhi tulang dan jaringan otot untuk menghasilkan laju pertumbuhan pubertal yang pesat.
  • Peningkatan dan pelepasan hormon gonadotropik dan hormon adrenokortikotropik menyebabkan gonad dan korteks adrenal meningkatkan pelepasan hormon gonadal dan adrenal yang pada gilirannya menginisiasi kematang genitalia dan perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder.
  • Prinsip umum maturasi seksual:
  • Pada laki-laki pubertas → kadar androgen > kadar estrogen → maskulinisasi
  • Pada perempuan pubertas → kadar estrogen > kadar androgen → feminisasi
  • Androstenedion → salah satu androgen yang dilepaskan terutama oleh korteks adrenal → bertanggung jawab atas pertumbuhan rambut kemaluan dan rambut ketiak pada perempuan → androgen bukan hanya hormon laki-laki.

Pengertian Sistem Hormon dan Peristiwa Kimiawi pada Manusia

Hormon-Hormon Fetal dan Perkembangan Organ-Organ Reproduktif

  • Prinsip perkembangan seksual → semua orang terprogram secara genetik untuk mengembangkan tubuh perempuan → laki-laki secara genetik mengembangkan tubuh laki-laki hanya karena program perkembangan yang secara fundamental perempuan itu dikesampingkan.
  • Janin dengan usia 6 minggu setelah pembuahan memiliki pasangan struktur gonadal yang sama → primordial gonads. Setiap gonad primordial memiliki selubung luar (korteks) yang berpotensi untuk berkembang menjadi ovarium, dan masing-masing memiliki sebuah inti di bagian dalam, atau medulla, yang berpotensi untuk berkembang menjadi sebuah testis (lihat Pinel, 2009, hal. 408).
  • Enam minggu setelah konsepsi → gen Sry di kromosom Y memicu sintesis protein Sry→ menyebabkan medula masing-masing gonad primordial tumbuh dan berkembang menjadi testis.
  • Jika tidak ada protein Sry → sel-sel kortikal gonad primordial otomatis berkembang menjadi ovarium.
  • Enam minggu setelah pembuahan, baik perempuan maupun laki-laki memiliki dua set reproductive duct (saluran reproduktif), yaitu:
  • Sistem Wolffian → memiliki kapasitas untuk berkembang menjadi saluran reproduktif laki-laki, misalnya, vesikel seminal dan vas deferens.
  • Sistem Mullerian → memiliki kapasitas untuk berkembang menjadi saluran reproduktif perempuan, misalnya, uterus, bagian atas vagina, dan tuba fallopi.
  • Pada bulan ketiga → pada janin laki-laki → testosteron menstimulasi perkembangan sistem wolffian dan subtansi penghambat-Mullerian → Sistem Mullerian berdegenerasi → menyebabkan testis turun ke dalam scrotum.
  • Tanpa adanya testosteron → sistem Mullerian berkembang menjadi saluran reproduktif perempuan → sistem wolffian tidak berkembang.
  • Organ-organ reproduktif eksternal laki-laki maupun perempuan berkembang dari prekursor yang sama → prekursor bipotensial.
  • Pada bulan kedua kehamilan, prekursor bipotensial terdiri atas empat bagian: glans, lipatan uretral, badan lateral, dan pembengkakan labioscrotal → mulai terdiferensiasi (lihat Pinel, 2009, hal. 410).


Dimorfisme Seksual Otak Mamalia

  • Diferensiasi organ-organ reproduktif sama dengan difensiasi otak → program default-nya adalah perempuan dan program laki-laki diaktifkan oleh paparan awal testosteron → terbantahkan oleh penelitian-penelitian terbaru.
  • Tiga pandangan terbaru tentang dimorfisme seksual otak mamalia:
  • Kromosom seks memberikan kontribusi langsung pada dimorfisme otak → sel-sel XX dan XY berbeda satu sama lain bahkan sebelum mereka terpapar testosteron dan astradiol.
  • Program perkembangan otak perempuan mungkin tidak muncul secara otomatis tanpa adanya estrogen.
  • Ada sebuah mekanisme tunggal yang bertanggung jawab atas perkembangan semua perbedaan antara otak laki-laki dan perempuan.

Hormon-Hormon Perinatal dan Perkembangan Perilaku

  • Paparan androgen prenatal mempunyai kontribusi pada perbedaan dalam minat, kemampuan spasial, dan agresivitas yang biasanya terobservasi di antara laki-laki dan perempuan.
  • Tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa perbedaan paparan androgen prenatal memberikan kontribusi pada perbedaan perilaku yang terobservasi di antara para perempuan dan di antara para laki-laki.

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Pengertian Sistem Hormon dan Peristiwa Kimiawi pada Manusia. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka

  • Pinel, John P.J. (2009). Biopsikologi: Edisi Ketujuh (Terj.) Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Berlangganan artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengertian Sistem Hormon dan Peristiwa Kimiawi pada Manusia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel