Konsep Dasar Statistika dan Hubungannya dengan Psikologi Menurut Para Ahli

Konsep Dasar Statistika dan Hubungannya dengan Psikologi Menurut Para Ahli - Dalam pengertian sehari-hari, terminologi statistik dan statistika seringkali dianggap sebagai satu hal yang sama, suatu fakta atau angka yang didapat dari prosedur matematika. Pada kenyataannya, dua terminologi tersebut memiliki definisi dan konteks pemakaian yang berbeda, seperti yang dijelaskan berikut ini.

Terminologi statistik mewakili fakta dan angka yang memberikan informasi dalam jumlah besar ke dalam angka yang sederhana, sehingga bersifat informatif dan dapat menyingkat waktu. Statistik dapat dijumpai di sekitar kita seperti: pendapatan rata-rata; tingkat kejahatan; tingkat kelahiran; rata-rata curah hujan, dan sebagainya.

Di lain pihak, terminologi statistika merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk pada serangkaian prosedur matematika untuk mengolah, menyajikan, menganalisa dan menyimpulkan data atau informasi dalam jumlah besar ke dalam angka yang sederhana (statistik). Dengan demikian, dapat disimpulkan secara sederhana: statistika adalah prosedur matematika yang akan menghasilkan statistik.
Konsep Dasar Statistika dan Hubungannya dengan Psikologi Menurut Para Ahli
image source: www(dot)slidegenius(dot)com
Baca juga: Jenis Validitas dan Interpretasi Hasil Uji Reliabilitas

Peranan Statistika dalam Bidang Psikologi

Penelitian dalam bidang psikologi (dan bidang lainnya) melibatkan proses pengumpulan informasi dalam usahanya untuk memahami ‘perilaku manusia’. Sebagai contoh, untuk mengetahui apakah kekerasan di TV memiliki efek pada perilaku anak-anak, peneliti perlu untuk mengumpulkan berbagai macam informasi perilaku anak-anak tersebut yang berkaitan dengan tayangan kekerasan di TV. Kumpulan informasi seperti nilai IQ, skor kepribadian, nilai waktu reaksi, dan sebagainya yang terkumpul umumnya dalam jumlah yang besar. Sehingga diperlukan peranan statistika untuk membantu para peneliti memahami informasi-informasi tersebut.

Secara Khusus: 2 Tujuan Umum Statistika

  • Statistika digunakan untuk mengatur dan meringkas informasi sehingga peneliti dapat melihat apa yang terjadi dalam penelitian yang dilakukan dan dapat menyampaikan hasil yang didapat kepada orang lain sehingga mudah dimengerti.
  • Statistika membantu peneliti untuk menjawab pertanyaan umum yang menjadi pertanyaan dasar penelitian dengan menentukan apakah kesimpulan yang dibuat berdasarkan data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari pikiran (mind) dan perilaku (behavior). Dalam penelitian di bidang psikologi, peneliti berusaha untuk mencari tahu: Apa itu mind dan behavior; Bagaimana mind dan behavior berfungsi; serta Apa yang menyebabkannya. Sebagai sains, psikologi mensyaratkan pengetahuan yang dihasilkan harus didapat melalui penelitian empiris yang sistematik, purposif dan terencana. Hal inilah yang dibantu untuk dicapai oleh statiska.

Prosedur statistik membantu memastikan bahwa informasi atau data yang didapat melalui pengamatan disajikan dan diinterpretasikan dengan akurat dan informatif. Dalam istilah yang agak dibesar-besarkan, statistik membantu peneliti menghasilkan keteraturan dari kekacauan. Selain itu, statistik menyediakan seperangkat teknik standar yang diakui dan dipahami seluruh komunitas ilmiah, sehingga metode statistik yang digunakan oleh salah satu peneliti juga akan dipahami peneliti lain, yang secara akurat dapat menafsirkan analisis statistik yang digunakan, bagaimana analisis tersebut dilakukan dan apa ditandai oleh hasil yang didapatkan.

Secara spesifik, Statistika adalah Metoda kuantitatif yang bisa membantu memahami berbagai gejala atau fenomena. Statistika digunakan untuk menyederhanakan data; melihat hubungan dan perbedaan; serta memberi arti suatu gejala atau fenomena melalui pengukuran. Dengan alasan-alasan tersebut di atas, maka statistika dianggap dapat digunakan oleh akademisi dan praktisi di bidang psikologi untuk memahami literatur modern yang dihasilkan dalam bidang psikologi maupun bidang-bidang lainnya.

Terminologi Penting dalam Statistika

Ada beberapa terminologi penting yang sering digunakan dalam statistika, antara lain:
  • Populasi: Keseluruhan individu yang menjadi target studi
  • Sampel: Sekumpulan individu yang dipilih dari populasi, yang dianggap mewakili populasi dalam studi yang akan dilakukan. Dalam penelitian, sampel adalah obyek yang akan dikenakan pengukuran
  • Variabel: karakteristik atau kondisi yang dapat mengalami perubahan atau memiliki nilai-nilai yang berbeda untuk tiap individunya
  • Data (plural): hasil-hasil pengukuran atau observasi
  • Datum (singular): sebuah hasil pengukuran atau observa dan seringkali disebut skor
  • Data Set: sekumpulan hasil pengukuran atau observasi.
  • Parameter: karakteristik atau nilai yang mendeskripsikan populasi
  • Statistik: karakteristik atau nilai yang mendeskripsikan sampel.
  • Mean: nilai bersama yang dimiliki suatu kelompok, yang didapatkan melalui teknik aritmatika dengan cara menjumlahkan semua anggota atau nilai yang dimiliki oleh kelompok dan membaginya dengan jumlah anggota kelompok tersebut.
  • Median:Titik yang membagi suatu distribusi frekuensi atas dua bagian yang sama, yang masing-masing terdiri atas 50% kasus dari seluruh distribusi
  • Modus: Point (titik nilai) pada skala pengukuran dengan frekuensi terbanyak pada suatu distribusi
  • Distribusi Normal: distribusi data yang ditandai oleh bentuk seperti lonceng yang sempurna
  • Standard Deviasi:nilai tunggal yang mewakili semua perbedaan individual yang dihitung berdasarkan penyimpangan individu-individu dari nilai rata-rata mereka

Contoh:

  • Pada penelitian terhadap pengaruh ‘Motivasi’ terhadap ‘Tingkat Produktifitas’ Pekerja di Jakarta. Dipilih 100 orang untuk diambil data-datanya.
  • Sampel: 100 orang Pekerja yang diambil data ‘Motivasi’ dan ‘Tingkat Produktifitas’nya
  • Populasi: seluruh Pekarja di Jakarta
  • Independent Variable (IV): ‘Motivasi’
  • Dependent Variable (DV): ‘Tingkat Produktifitas’
  • Data ‘Motivasi’ dan ‘Tingkat Produktifitas’ seluruh Pekerja di Jakarta → Parameter Populasi
  • Data ‘Motivasi’ dan ‘Tingkat Produktifitas’ 100 orang Pekerja yang diambil data-datanya → Statistik Sampel

Kategori Pengolahan Data dalam Statistika

Dalam statistika modern dikenal dua pengelompokkan teknik statistika, yaitu descriptive statistics dan inferential statistics. Secara singkat, kedua pengelompokkan tersebut didefinikan sebagai:

Descriptive Statistics

Descriptive statistics adalah proses mengumpulkan, mengelompokan, menyimpulkan dan mempresentasikan data.

Contoh:

Dari hasil survey yang dilakukan Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (DCD) di Amerika pada tahun 2004, diketahui bahwa rata-rata berat badan wanita mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 1960, dimana pada tahun 1960 berat badan wanita Amerika memiliki rata-rata 140,2 pon sementara pada tahun 2004 rata-rata berat badan wanita Amerika mencapai 191 pon.

Rata-rata berat badan wanita Amerika tersebut merupakan contoh data descriptive statistics, karena memberikan ‘deskripsi’ berat badan dari banyak orang dengan menggunakan satu ‘nilai’ saja.

Inferential Statistics

Inferential statistics adalah proses generalisasi data terhadap populasi, melakukan estimasi dan uji hipotesa, menentukan hubungan antar variabel, serta membuat prediksi

Contoh:

CDC melakukan pengukuran berat badan terhadap sejumlah wanita dari beberapa tempat yang dianggap merepresentasikan keseluruhan wanita yang ada di Amerika tanpat melakukan pengukuran terhadap seluruh wanita di Amerika. Hasil pengukuran berat badan sejumlah wanita tersebut kemudian digunakan untuk ‘memperkirakan’ berat badan seluruh wanita di Amerika. Maka, teknik statistika yang digunakan disebut sebagai inferential statistics, karena berdasarkan data yang diambil dari hanya sejumlah wanita (sampel) ditarik kesimpulan (perkiraan) terhadap berat badan wanita Amerika secara keseluruhan.

Hipotesa Statistika

  • H0: Pernyataan yang menyatakan “tidak ada hubungan antara IV dan DV”
  • Ha/H1: Pernyataan yang menyatakan “ada hubungan antara IV dan DV”

Kesalahan Peneliti membuat Kesimpulan Statistika

Terdapat dua tipe kesalahan membuat kesimpulan yang dilakukan peneliti dalam analisa satatistika, yaitu Kesalahan Tipe I (Type I Error) dan Kesalahan Tipe II (Type II Error):
  • Type I Error: Kesalahan membuat kesimpulan “menolak H0” padahal seharusnya “H0 gagal ditolak”
  • TypeII Error: Kesalahan membuat kesimpulan “ H0 gagal ditolak” padahal seharusnya “H0 ditolak”

Memilih Uji Statistika yang Tepat

Jika dalam penelitian menghasilkan data IV dengan skala nominal dan data DV dengan skala kontinuum; melibatkan hanya 1 IV dan melibatkan dua kelompok data (sampel dan populasi), yang dimaksudkan untuk melihat bagaimana sampel mewakili populasi; serta diketahui Mean dan SD è Z-test atau Z-score.

Jika penelitian dimaksudkan untuk mengetahui ‘tingkat hubungan’ antara dua variabel, bukan sebab-akibat; serta data yang didapat dari pengamatan suatu variabel kontinuum è Pearson Correlation Coefficient (rxy).

Jika data yang didapat dari pengamatan IV dan DV dalam skala nominal è Chi-square
Jika data yang didapat dari pengamatan IV dan DV dalam skala ordinal dan penelitian yang dilakukan ditujukan untuk mengetahui hubungan antara variabel è Spearman Correlation Coefficient (rrho).

Konsep Dasar Statistika dan Hubungannya dengan Psikologi Menurut Para Ahli

Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Konsep Dasar Statistika dan Hubungannya dengan Psikologi Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka

  • Aron, A., Coups, E.J., & Aron, E.N. (2013). Statistics for psychology. 6th ed. New Jersey: Pearson Education, Inc.
  • Gravetter, F.J. & Wallnau, L.B. (2009). Statistics for the Behavioral Sciences.
  • Hinton, P.R. (2004). Statistics Explained, 2nd ed. London: Routledge.
  • Howell, D.C. (2012). Statistical Method for Psychology. Australia: Wadsworth, Cengage Learning.
  • Nolan, S.A. & Heinzen, T.E, (2012). Statistics for the Behavioral Sciences. Second Edition. New York: Worth Publishers.
  • Sulistiyono, S. (2009). Statistika Psikologi 2. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana.

Berlangganan artikel terbaru via email:

0 Response to "Konsep Dasar Statistika dan Hubungannya dengan Psikologi Menurut Para Ahli"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel